in

X Memperkenalkan Fitur "Artikel" untuk Pengguna Premium

X, jejaring sosial yang sebelumnya bernama Twitter, baru-baru ini memperkenalkan fitur baru bernama "Artikel". Fitur ini memungkinkan pengguna Premium untuk membuat dan membagikan konten panjang di platform X, seperti blog post. Fitur ini ditujukan untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memberikan nilai tambah bagi kreator konten .

Fitur "Artikel" memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan posting biasa di X, antara lain:

  • Pengguna dapat menulis hingga 10.000 karakter per artikel, jauh lebih banyak dari batas 280 karakter untuk posting biasa.
  • Pengguna dapat menambahkan gambar, video, audio, dan link ke artikel mereka, membuat konten mereka lebih menarik dan informatif.
  • Pengguna dapat mengedit dan menghapus artikel mereka kapan saja, tanpa batas waktu.
  • Pengguna dapat melihat statistik tentang artikel mereka, seperti jumlah pembaca, retweet, like, dan komentar.
  • Pengguna dapat mengatur privasi artikel mereka, apakah ingin dibagikan secara publik, hanya untuk pengikut, atau hanya untuk diri sendiri.

Fitur "Artikel" hanya tersedia untuk pengguna Premium, yang harus membayar biaya langganan bulanan sebesar $9,99. Pengguna Premium juga mendapatkan beberapa fitur eksklusif lainnya, seperti undo tweet, bookmark folder, reader mode, dan custom themes.

Fitur "Artikel" merupakan salah satu upaya X untuk bersaing dengan platform lain yang menawarkan konten panjang, seperti Medium, Substack, dan WordPress. X juga berharap fitur ini dapat menarik lebih banyak kreator konten dan pengiklan ke platformnya, mengingat pendapatannya yang menurun akibat pandemi Covid-19.

Namun, fitur "Artikel" juga mendapat kritik dari beberapa pihak, terutama dari media dan jurnalis. Mereka menganggap fitur ini sebagai bentuk sensor terhadap berita dan informasi yang dibagikan di X . Pasalnya, X telah menghapus judul dan cuplikan dari artikel yang dibagikan di platformnya, sehingga pengguna hanya dapat melihat gambar utama dan domain dari artikel tersebut . Hal ini dapat menurunkan minat pengguna untuk membaca artikel asli dari sumbernya, dan membuat mereka lebih mudah terpengaruh oleh konten yang tidak diverifikasi atau menyesatkan .

Pemilik X, Elon Musk, membela keputusannya dengan mengatakan bahwa fitur "Artikel" akan meningkatkan estetika dan kualitas konten di X. Ia juga mengatakan bahwa ia hampir tidak pernah membaca berita dari media konvensional lagi, karena menurutnya berita tersebut sudah ketinggalan zaman dan tidak relevan. Ia menyarankan pengguna untuk membuat dan membaca konten panjang di X, daripada mengklik link ke situs lain.

Fitur "Artikel" masih dalam tahap uji coba dan hanya tersedia di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris. Belum diketahui kapan fitur ini akan diluncurkan secara global, dan bagaimana respons pengguna terhadap fitur ini.

What do you think?

Written by Inovasee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Poco M6 5G: Smartphone 5G Termurah di India dengan Performa dan Baterai yang Solid

Realme Narzo 70 Pro 5G Akan Hadir dengan Sensor Kamera Sony IMX890 dan Aplikasi Bawaan yang Lebih Sedikit