in

Chronoworking: Cara Baru untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Karyawan

Chronoworking adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan praktik menyesuaikan jam kerja karyawan dengan ritme sirkadian atau jam biologis mereka. Istilah ini dicetuskan oleh penulis Ellen Scott, yang mengusulkan tren kesehatan kerja ini untuk memastikan kesejahteraan karyawan dan efisiensi kerja .

Ritme sirkadian adalah siklus 24 jam yang mengatur pola tidur dan bangun, serta tingkat energi dan konsentrasi seseorang. Menurut psikolog klinis dan "dokter tidur" Michael Breus, ada empat tipe ritme sirkadian, yaitu:

  • Lion: orang yang paling produktif di pagi hari, sekitar pukul 06.00-10.00.
  • Bear: orang yang paling produktif di siang hari, sekitar pukul 10.00-14.00.
  • Wolf: orang yang paling produktif di malam hari, sekitar pukul 17.00-21.00.
  • Dolphin: orang yang memiliki ritme sirkadian yang tidak teratur, dan bisa berubah-ubah dari hari ke hari.

Namun, jam kerja tradisional yang berlaku di banyak tempat, yaitu pukul 09.00-17.00, tidak selalu sesuai dengan tipe ritme sirkadian yang berbeda-beda ini. Akibatnya, banyak karyawan yang harus bekerja di luar jam produktivitas puncak mereka, dan merasa lelah, stres, atau kurang fokus. Sebuah survei kecil yang dilakukan pada Januari 2024 menemukan bahwa 94% dari hampir 1.500 pekerja Amerika mengatakan bahwa mereka harus bekerja di luar jam produktivitas puncak mereka, dan 77% mengatakan bahwa jam kerja standar yang dipaksakan mempengaruhi kinerja mereka.

Chronoworking menawarkan solusi untuk masalah ini, dengan memberikan fleksibilitas kepada karyawan untuk memilih jam kerja yang sesuai dengan tipe ritme sirkadian mereka. Dengan demikian, mereka bisa bekerja pada saat mereka merasa paling berenergi, kreatif, dan termotivasi, dan menghindari jam-jam yang membuat mereka mengantuk, bosan, atau mudah terganggu. Chronoworking juga bisa meningkatkan keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi, serta kesehatan fisik dan mental karyawan .

Chronoworking bukanlah konsep yang baru, tetapi mendapat perhatian lebih sejak pandemi Covid-19, karena kerja jarak jauh dan hibrida menjadi lebih umum, kata Dirk Buyens, profesor manajemen SDM di Vlerick Business School di Brussels. "Kita tidak lagi menghabiskan waktu satu jam atau lebih untuk berangkat dan pulang kerja antara jam-jam yang ditetapkan sekitar tujuh sampai sembilan pagi, dan kita bisa benar-benar memahami kapan kita paling produktif dan bagaimana mendapatkan hasil maksimal dari pekerjaan kita".

Beberapa perusahaan sudah menerapkan chronoworking dengan sukses, seperti Dropbox dan Canva, yang memberikan kebebasan kepada karyawan untuk mengatur jadwal kerja mereka sendiri, asalkan mereka tetap bisa berkolaborasi dengan tim dan klien mereka. Namun, chronoworking juga memiliki tantangan dan hambatan, seperti:

  • Kesulitan koordinasi: chronoworking bisa menyulitkan untuk menyelaraskan jam kerja antara karyawan, terutama jika mereka bekerja di tim lintas negara atau zona waktu yang berbeda. Oleh karena itu, perlu ada jam kerja inti yang disepakati bersama, di mana semua karyawan harus tersedia untuk rapat, diskusi, atau proyek bersama .
  • Kurangnya interaksi sosial: chronoworking bisa mengurangi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan rekan kerja, yang bisa berdampak negatif pada hubungan, komunikasi, dan budaya kerja. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menjaga keterlibatan dan kebersamaan karyawan, misalnya dengan mengadakan acara sosial, hobi, atau olahraga bersama secara online atau offline .
  • Perbedaan preferensi individu: chronoworking bisa menimbulkan konflik atau ketidakpuasan jika karyawan memiliki preferensi yang berbeda dengan atasan, rekan kerja, atau keluarga mereka. Oleh karena itu, perlu ada kompromi dan negosiasi yang adil dan transparan, serta dukungan dan pengertian dari semua pihak yang terlibat .

Chronoworking adalah cara baru untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan, dengan mempertimbangkan faktor biologis yang mempengaruhi kinerja mereka. Namun, chronoworking juga membutuhkan perencanaan, komunikasi, dan kerjasama yang baik, agar tidak menimbulkan masalah atau kesulitan lain. Chronoworking bukanlah satu-satunya solusi untuk mencapai fleksibilitas kerja, tetapi bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik dan bermanfaat bagi karyawan dan perusahaan.

What do you think?

Written by Inovasee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

AI membantu ilmuwan mengatasi tantangan besar dalam energi fusi nuklir

iPhone 16: Inovasi Masa Depan dari Apple