Begini Cara Menerapkan Zoom In dan Zoom Out dalam Kehidupan Sehari-hari

Ternyata bisa ya nerapin fitur canggih ini selain di bidang teknologi…

105
SHARES

Siapa yang tak mengenal istilah zoom in dan zoom out? Pada smartphone, misalnya, keduanya bahkan sudah menjadi fitur standar untuk memanjakan pengguna. Apalagi bagi seorang desain grafis yang sangat mementingkan detail, zoom in dan zoom out sepertinya sudah menjadi kebutuhan yang wajib dimiliki. Namun di luar teknologi, bisakah keduanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Zoom in dan zoom out, fitur penting yang dijadikan standar dalam banyak teknologi saat ini. | allure.com

Untuk menjawabnya, kita selesaikan dulu pembahasan zoom in dan zoom out bagi seorang desain grafis di atas. Karena begitu pentingnya, dia akan sering menggunakan kedua fitur ini agar hasil kerjanya bisa maksimal. Melakukan zoom in untuk melihat lebih detail, dan melakukan zoom out untuk memeriksa hasil kerja secara keseluruhan.

Oleh karena itu, tidak mungkin seorang desain grafis hanya melakukan zoom in terus-menerus, karena dia tidak akan pernah bisa melihat hasil kerjanya seperti apa. Begitu pun sebaliknya, melakukan zoom out terus-menerus juga merupakan hal yang mustahil, karena dia tidak akan tahu bagaimana detail kerjaannya.

Kita dan masalah-masalah dalam hidup

Sekarang, mari kita ubah subjek desain grafis itu menjadi kita, saya dan kamu. Kemudian, kita ubah juga proyek yang dikerjakan desain grafis menjadi masalah-maslah dalam hidup. Maka, dengan prinsip zoom in dan zoom out, seharusnya kita melihat suatu masalah secara detail dan menyeluruh. Kita harus melakukan keduanya bersamaan agar terkumpul informasi utuh tanpa pengecualian.

Pada setiap masalah, kita harus melihatnya secara detail dan menyeluruh, serta bersamaan. | nettantra.com

Kesalahan satu perspektif

Hal seperti inilah yang sering tidak dilakukan oleh banyak orang. Kebanyakan dari kita hanya melihat suatu masalah dari garis besarnya saja, sebagian yang lain hanya menilai dari detail-detailnya saja. Jika terus-menerus hanya melihat masalah dari satu perspektif saja seperti itu, maka yang terjadi kemudian bisa ditebak: masalah sulit diselesaikan, kesalahpahaman, dan kebencian yang mendalam.

Melihat masalah hanya dengan satu perspektif bisa menimbulkan masalah-masalah yang lain. | rd.com

Kadang, kita memang bisa menyelesaikan masalah dengan memfokuskan diri pada detail-detail masalahnya. Meskipun demikian, kita pun harus melihatnya secara keseluruhan agar bisa terhindar dari berbagai dampak buruk yang mungkin terjadi. Karena bukankah selesainya satu masalah belum tentu bisa menjamin tertutupnya pintu bagi masalah-masalah yang lain?

105
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."