Asal Tidak Melakukan 4 Hal Ini, Motor Matic-Mu Bisa Awet Sampai Ke Anak Cucu

Merawat motor matic itu gampang kok, beneran deh!

Siapa sih yang tidak kenal motor matic? Jenis kendaraan roda dua yang dulunya identik dengan kaum hawa ini sekarang sudah sangat menjamur dan jadi pilihan semua kalangan. Kemudahan yang ditawarkan motor matic membuatnya semakin populer di masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Bagaimana tidak mudah, kamu hanya perlu memutar gas dan memainkan tuas rem, motor pun sudah bisa mengantarmu ke tempat tujuan.

(Via zafirah.info)
(Via zafirah.info)

Selain kemudahan penggunaan, perawatan motor matic juga tidak terlalu sulit. Meskipun begitu, kamu jangan pernah melakukan lima hal beikut agar motor matic kesayanganmu tidak cepat rusak.

1. Memainkan gas seenaknya

Mengendarai motor matic memang hanya perlu memainkan gas dan rem, namun kamu tidak boleh sembarangan melakukannya. Ketika motor sedang berjalan dengan kecepatan tinggi, hindari pengereman mendadak karena dapat memperpendek umur mesin. Sangat disarankan untuk memutar handle gas dengan stabil baik ketika ingin menambah maupun mengurangi kecepatan.

(Via motorsiana.com)
(Via motorsiana.com)

2. Memodifikasi secara berlebihan

Kalau kamu tetap ingin melakukan modifikasi pada motor matic-mu, lakukanlah secara wajar. Misalnya, ketika kamu ingin mengganti ban standar pabrik dengan ban bertapak lebar, hindari menggunakan ban yang berukuran terlalu besar karena dapat mengganggu kinerja mesin dan boros bahan bakar.

(Via otomotif.berdetak.com)
(Via otomotif.berdetak.com)

3. Tidak menggunakan oli sesuai ketentuan

Karena motor matic memiliki konfigurasi mesin yang berbeda dengan motor non matic, maka jangan pernah menggunakan sembarang oli. Motor matic memiliki dua ruang mesin yang harus diisi dengan dua jenis oli yang berbeda, yaitu oli mesin dan oli transmisi. Agar tidak salah pilih, kamu bisa melihat ketentuannya di buku petunjuk yang disertakan pada saat pembelian motor matic.

(Via mipacko.com)
(Via mipacko.com)

4. Mengisi bahan bakar beroktan dibawah 92

Bahan bakar beroktan rendah akan menghasilkan pembakaran pada mesin yang kurang sempurna sehingga bahan bakar menjadi lebih boros. Untuk itu, jangan pernah sembarangan mengisi bahan bakar, apalagi kalau motor matic-mu berjenis mesin injeksi. Sebaiknya gunakan bahan bakar beroktan tinggi yang memiliki nilai oktan setidaknya 92.

(Via varia.id)
(Via varia.id)

Tambahan: Apa yang terjadi ketika mesin injeksi kehabisan bahan bakar?

Mesin injeksi yang kehabisan bensin akan membuat udara luar masuk ke dalam pipa injektor. Hal ini akan berdampak pada tangki bahan bakar yang tidak mampu memompa bensin secara normal sehingga kinerja motor menjadi terganggu meski pun sudah kembali diisi bahan bakar.

(Via rosenmanmanihuruk.blogspot.com0
(Via rosenmanmanihuruk.blogspot.com)

Nah, sebenarnya.. gangguan ini tidak akan berlangsung lama. Hanya beberapa menit setelah bahan bakar masuk ke dalam tangki, kinerja mesin injeksi akan kembali berjalan normal setelah mesin kembali dihidupkan. Jadi, gosip yang beredar bahwa mesin injeksi yang kehabisan bahan bakar akan rusak parah itu masih perlu dipertanyakan lagi.


Kamu pengguna motor matic juga? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya.

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *