Yang Terberat dari Hubungan Jarak Jauh Ialah Belajar Berhenti Merindukan Tanpa Harus Melupakan

Mampukah kita berhenti merindukan tanpa berhenti mengingatnya?

Menjalani sebuah hubungan jarak jauh bukanlah perkara yang mudah, butuh perjuangan, saling percaya, saling menjaga cinta dan kesetiaan diantara keduanya. Namun dari semua perjuangan tersebut, yang tidak kalah berat bagi para pejuang LDR ialah dalam persoalan menahan rindu.

Menjalani hubungan jarak jauh bukanlah perkara yang mudah (hipwee.com)

Cinta dan rindu akan selalu berdampingan sampai kapanpun. Jika kamu mencintai seseorang, maka sedikit banyak kamu akan merindukan untuk selalu berada disampingnya. Selalu bersama dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapaun. Itulah cinta, selalu punya alasan untuk menumbuhkan rindu bagi para penikmatnya.

Rindu memang berat, namun lebih berat berhenti merindukan tanpa melupakan yang dirindukan

Mungkin ada benarnya juga kata Dilan, jika rindu itu berat. Namun yang tidak kalah berat ialah bagaimana cara berhenti merindukan pasangan kita, tanpa harus melupakannya.

Sebab, biasanya kita akan berusaha melupakan sejenak pasangan kita agar tidak selalu merindukan. Meskipun hanya melupakan sesaat dengan cari kesibukan lain, Namun sayangnya cara ini bukanlah cara terbaik agar kita berhenti merindukan.

Rindu memang berat (top10indo.com)

Sebab dengan melupakan, meskipun sesaat, yang dikhawatirkan justru kita akan “mengabaikan” pasangan kita yang sedang berada di tempat yang berbeda. Akhirnya kita akan mulai kurang perhatian, kurang komunikasi, sampai bisa mengikis rasa cinta yang selama ini ada.

Jangan pernah memaksakan diri untuk berhenti merindukan

Begitu juga saat dirimu memaksa otakmu untuk tidak selalu mengingatnya. Hal tersebut tentu hanya akan menjadi hal yang sia-sia. Sebab, sebenarnya saat kita memaksa otak untuk melupakan seseorang, justru saat itu juga kita menuntun otak untuk mengingatnya.

Rindu tidak bisa dihilangkan, namun bisa diobati (pixabay.com)

Memang, berhenti merindukan tanpa harus melupakan bukanlah perkara yang mudah. Bahkan mungkin inilah ujian terberat dari hubungan jarak jauh. Jika cemburu bisa diselesaikan dengan penjelasan, maka rindu hanya bisa diobati dengan bertemu. Sayangnya bagi pejuang LDR, moment bertemu dengan orang yang kita rindukan tidaklah semudah membalikan telapak tangan.

Terlebih jika jarak dan waktu yang tidak mendukung untuk saling bertemu. Maka rindu akan menjadi ujian terberat yang setia menyelimuti malam-malammu.

Meski obat rindu cuma satu yakni bertemu, namun rindu bisa sedikit dikurangi dengan selalu berkomunikasi

Rindu memang menjengkelkan, kadang terasa indah namun tidak jarang pula menyiksa bathin kita. Untuk itu, buat para pejuang LDR, komunikasi merupakan kunci utama dari semua persoalan. Meskipun tidak bisa mengobati kerinduan seutuhnya, setidaknya dengan berkomunikasi dengan telepon atau pesan singkat bisa sedikit mengurangi rasa rindu yang menggebu di dada.

Komunikasi menjadi kunci utama bagi pejuang LDR yangsedang dirundung rindu (tempo.co)

Kemajuan teknologi dengan segala fasilitasnya seharusnya bisa menjadi obat penenang saat rasa rindu tidak lagi bisa dibendung. Jika boleh jujur, saat ini tidak ada alasan untuk tidak berkomunikasi dengan semakin banyaknya aplikasi yang siap memfasilitasi. Persoalannya, kamu mau atau tidak untuk selalu menghubungi kekasih hati yang sedang ada di tempat nan jauh di sana.

 

 

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *