Saat Berkenalan dengan Seseorang, Hanya 2 Hal Ini yang Dia Pikirkan Tentang Kamu

Dan memang, hanya dua hal ini yang benar-benar masuk akal

9
SHARES

Kita terbiasa membuat keputusan cepat ketika bertemu dengan orang-orang baru. Namun, apa yang sebenarnya kita nilai? Ketika bertemu dengan seseorang yang belum pernah kamu lihat sebelumnya, secara naluri hatimu akan menanyakan dua hal ini:

  1. Bisakah aku mempercayai orang ini?
  2. Bisakah aku menghormati orang ini?
projectfixup.com
projectfixup.com

Mayoritas orang, terutama di kalangan profesional, cenderung lebih menilai kompetensi seseorang. Ini sangat masuk akal karena mereka ingin tahu apakah orang-orang baru tersebut cukup pintar dan berbakat untuk mengatasi masalah dalam pekerjaan.

caproasia.com
caproasia.com

Namun pada kenyataannya, faktor lain seperti empati dan kecakapan adalah kualitas utama yang dinilai dari seseorang. Dari sudut pandang evolusi, hal itu penting untuk mengetahui apakah seseorang layak dipercaya. Karena mengacu pada kehidupan jaman batu, nenek moyang kita lebih mementingkan apakah seseorang (yang baru) akan membunuh dan mengambil semua barang mereka ketimbang mencari tahu apakah dia cukup kompeten membuat api.

googleusercontent.com
googleusercontent.com

Namun, keterampilan dan pengalaman tidak lantas diabaikan dalam setiap perkenalan. Kedua hal tersebut memang dinilai, namun setelah rasa percaya timbul. Jadi ketika kamu berkenalan dengan seseorang, jangan terlalu fokus untuk memperlihatkan kecerdasan dan kekuatan karena bisa menyebabkan hasil yang tidak diiginkan.

imgix.net
imgix.net

Dan jika akhirnya seseorang tidak berhasil mempercayaimu, kamu tidak akan pernah bisa membangun hubungan yang baik dengannya. Intinya adalah, sebelum orang lain menghargai kualitas individumu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membangun citra sebagai pribadi yang bisa diandalkan, dipercaya, dan baik hati.

9
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."