Yang Aku Tangisi Dari Sebuah Perpisahan Bukanlah Kepergianmu, Tapi Runtuhnya Impian yang Sudah Aku Bangun

Impian yang selama ini aku bangun kini hanya meninggalkan puing-puing kenangan.

Perpisahan, satu kata yang tidak pernah diingkan oleh setiap pasangan yang memiliki cita-cita hubungan langgeng dan setia. Namun adakalanya perpisahan menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil dalam sebuah hubungan.

Baca juga : Apapun Alasannya Selingkuh Tidak Dibenarkan. Berhentilah Mengganggu Hubungan Orang!

Mungkin itu keputusan yang berat untuk diambil, namun demi sebuah alasan keputusan itu harus kita hadapi meskipun beriringan air mata kekecewaan dalam diri ini.

Bukan menangisimu, melainkan impian yang sudah aku bangun selama ini (Vebma,com)

Mungkin kamu juga pernah mengalami hal demikian dalam hubungan, termasuk aku. Namun apa yang dikhawatirkan dalam hubungan bagiku bukanlah kepergianmu, sebab aku yakin Tuhan tidak hanya menciptakan orang baik hanya kamu.

Bahkan aku yakin ada banyak orang yang lebih baik darimu yang bisa menjaga komitmen dalam sebuah hubungan.

Awal-awal perpisahan memang aku akui hidupku dalam bayang-bayang awan kelabu. Masa-masa menyedihkan penuh haru, dimana harus menghadapi kenyataan berakhirnya kisah cinta yang selama ini memberikan warna dalan setiap hembusan nafasku.

Namun itu semua terjadi padaku bukan karena aku merasa kehilanganmu, sebab aku tak sebodoh itu meratapi kepergiaan seseorang yang tak lagi pantas aku perjuangkan.

Ada hikmah dibalik perpisahan (baranews.co)

Yang perlu diingat, tangisan dan kesedihan yang aku alami bukanlan meratapi kepergianmu dalam hidupku. Melainkan kekecewaan yang sangat mendalam setelah impian yang aku bangun bertahun-tahun bersamamu, kamu hancurkan dengan mudahnya.

Impian yang selama ini menjadi bayang-bayang terindah dan penyemangat hidupku, kini hancur lebur hanya meninggalkan puing-puing kenangan. Itulah yang tak mudah aku hadapi saat hubungan kita harus berakhir.

Jika kita berpisah, mungkin kamu bukan yang terbaik untukku (hipwee.com)

Membangun impian lagi dari awal, adalah hal yang tak mudah. Terlebih dengan kekecewaan atas nama cinta dalam hubungan, yang membuat aku semakin tidak percaya dengan yang namanya kesetiaan dalam pacaran.

Bukan berarti aku cengeng atau tidak bisa menghadapi kenyataan ini. Jika kamu tak sesedih dan sehancur diriku, mungkin itu wajar. Sebab kamu tidak pernah membangun impian indah dalam hubungan yang selama ini kita jalani.

Ingatlah jika Tuhan selalu memberikan pasangan kepada hambaNya yang paling terbaik. Jika kamu ternyata tidak bersatu bersamaku, aku yakin kamu bukanlah orang yang terbaik untuk menjadi pasangan hidupku.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Jika Kamu Siap Jatuh Cinta, Maka Bersiaplah Juga Untuk Kecewa

5 Kafe Untuk Menikmati Kuliner Bandung Paling Enak dan Tempat Fotogenic