Bukan Hanya Fisik, Inilah 5 Hal yang Akan Berubah dari Wanita Setelah Menikah

Kalau siap menikah, artinya kamu juga siap menerima setiap perubahan

Ada banyak perbedaan yang akan terjadi ketika seseorang memasuki kehidupan pernikahan, tak terkecuali bagi seorang wanita. Dengan status dan peran baru sebagai seorang istri, ada banyak hal yang harus diubah dan disesuaikan dengan keadaan yang baru. Jika seorang wanita telah siap menikah, artinya dia juga telah siap menghadapi perubahan dalam hidupnya.

Perubahan wanita setelah menikah (mongabong)

Bukan hanya tentang fisik yang sering dibicarakan orang-orang. Bukan pula tentang kebiasaan yang pasti akan menyesuaikan pasangan. Wanita juga akan mengalami perubahan secara mental dan psikologis. Berikut ini beberapa perubahan tersebut.

Lebih bisa berkompromi

Mungkin sebelum menikah seorang wanita sulit berkompromi, maka sikap tersebut akan berubah sedikit demi sedikit setelah menikah. Bahkan semakin lama kamu bisa lebih berkompromi dengan semua hal dan pengalaman baru yang dialami. Terutama kompromi dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki suami.

Lebih bisa berkompromi (hdqwalls.com)

Jika sebelum menikah kamu biasa melakukan semuanya sendiri tanpa perlu ijin dari siapapun, kini ada suami yang harus dihormati. Diskusikan semua yang akan kamu lakukan dan berkompromi dengan semua masukan dan pendapatnya.

Lebih mudah stres

Wanita yang telah menikah tentu memiliki banyak sekali tanggung jawab baru yang harus dilaksanakan sebagai seorang istri. Tak jarang kebiasaan dan berbagai tanggung jawab tersebut menjadi pemicu tingkat stres yang tinggi. Memang tidak semua wanita mengalami, namun sudah banyak juga kasus yang terjadi.

Lebih mudah stres (rd.com)

Apalagi pernikahan bukan hanya tentang berdua. Ada dua keluarga yang harus disatukan pun belajar adaptasi dengan keluarga baru bukan hal yang mudah. Hal ini bisa menjadi tekanan lahir dan batin jika tidak diimbangi dengan pendekatan dan perencanaan yang baik.

Terlihat makin tenang

Wanita yang telah bersuami mungkin saja rentan terhadap stres, namun kebanyakan cenderung memancarkan aura yang terlihat lebih tenang daripada sebelum menikah. Meskipun pada beberapa kesempatan juga terlihat lelah atau kurang bertenaga. Namun ketika senyum, akan terlihat rona yang berbeda daripada biasanya.

Lebih tenang (glamour.com)

Ada banyak alasan kenapa wanita bisa jauh lebih tenang saat telah menikah. Salah satunya karena sudah memiliki sandaran hati dan teman sehidup semati. Sudah tak khawatir sendiri lagi dan terhindar dari hal-hal yang merugikan.

Makin cemburuan

Sebelum menikah mungkin wanita tak terlalu memperlihatkan rasa cemburu dan cenderung bersikap cuek. Tapi setelah menikah, rasa cemburu bisa berlipat ganda dan lebih sering terlihat. Wajar saja jika istri bersikap posesif kepada suaminya. Meski begitu rasa cemburu ini bisa diatasi agar tidak meledak-ledak dan jadi bahan pertengkaran.

Makin cemburuan (cloudfront.net)

Cara mengatasinya yaitu dengan membangun komitmen dan rasa percaya satu sama lain. Berusaha saling terbuka tanpa ada rahasia yang tersimpan. Dengan itu rasa cemburu lebih bisa dikendalikan dan tidak berlebihan.

Sering komplain

Setelah menikah seorang wanita merasa lebih bebas untuk mengutarakan pendapat atau komplain pada suami tentang sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman. Sangat berbeda dengan saat sebelum menikah yang masih malu-malu dan merasa sungkan meski hanya menegur pasangan.

Sering komplain (rd.com)

Jangan menganggap komplain istri sebagai hal negatif. Ini justru hal positif yang menandakan bahwa istri merasa sangat nyaman dengan suami. Komplain juga jadi tanda keterbukaan istri, asal wajar dan tidak berlebihan.

Itulah beberapa perubahan yang akan dialami oleh wanita. Mungkin tidak semua orang mengalami apa yang disebutkan di atas. Namun yang pasti perubahan yang terjadi tidak hanya itu saja namun masih banyak hal lain nantinya. Bukan menakuti, artikel ini ditulis agar wanita di luar sana -termasuk kamu- siap menghadapi kehidupan rumah tangga. Jadi, sudah siap menikah?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *