Majapahit yang Katanya Melebihi Luas Indonesia Itu Ternyata Omong Kosong Belaka

Majapahit bahkan nggak lebih luas dari pulau Jawa

173
SHARES

Ternyata, keyakinan umum bahwa Majapahit menguasai seluruh Nusantara itu masih mentah dan layak diperdebatkan. Bahkan bisa dibilang, cerita itu hanya omong kosong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan karena memang tidak ada satu pun sumber terpercaya yang mengatakan seperti itu.

Ini adalah peta kekuasaan Majapahit yang salah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. | berbagisesamaituindah.blogspot.com

Sejarah, apapun versinya, harus dilandasi sumber yang kuat dan akurat. Dan soal wilayah Majapahit, sebenarnya hanya membentang di pulau Jawa saja, itu pun hanya sebatas Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jawa barat yang jelas-jelas merupakan wilayah kerajaan Pajajaran, tidak termasuk.

Nusa + antara

Lantas, mengapa bisa muncul pendapat populer bahwa wilayah Majapahit itu melebihi luas Republik Indonesia sekarang? Jangan salahkan guru sejarah dan buku-buku sejarah yang banyak diperjualbelikan di pasaran, karena ini semua adalah murni kesalahan ahli sejarah yang menganggap Nusantara sebagai wilayah Majapahit.

Penjelasannya begini, makna ‘nusa’ adalah ‘pulau-pulau atau daerah’, sedangkan ‘antara’ adalah ‘yang lain.’ Jadi, Nusantara pada masa Majapahit diartikan sebagai ‘daerah-daerah yang lain’, karena kenyataannya daerah-daerah yang dimaksud itu memang berada di luar wilayah Majapahit.

Nusantara itu artinya ‘daerah-daerah yang lain’, bukan ‘pulau di antara dua benua’. | bahanajar-sejarah.blogspot.co.id

Nusantara merupakan koalisi antara kerajaan-kerajaan yang bekerja sama untuk keamanan dan perdagangan regional. Mereka berkoalisi sebagai ‘mitrekasatata’, bahasa Sansekerta yang artinya sahabat atau mitra dengan kedudukan yang sama.

Jadi, jangan artikan Nusantara sebagai kepulauan di antara dua benua, atau pun nusa yang lokasinya di antara.

Tidak ada kata upeti dalam naskah Nagarakertagama

Sebagai kerajaan adikuasa setelah zaman Sriwijaya berakhir, Majapahit tetap berkepentingan dengan kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara sebagai daerah tujuan pemasaran dan mencari sumber daya alam yang berpotensi untuk tujuan perdagangan.

Semua hubungan baik itu, berjalan atas dasar kepentingan bersama sehingga Majapahit pun berkepentingan untuk mengamankan dan melindungi Nusantara (daerah-daerah lain di luar Majapahit). Meski begitu, sampai hari ini masih saja ada yang berpendapat bahwa kerajaan-kerajaan Nusantara memberikan upeti setiap tahun kepada Majapahit, yang seolah membuktikan ketundukkan mereka Nusantara atas kekuasaan Majapahit.

Majapahit punya kepentingan dalam urusan perdagangan di wilayah Nusantara, namun tidak menjajahnya. | indonesian-persons.blogspot.co.id

Untuk kesalahpahaman ini, mari segera kita luruskan. Dalam naskah Nagarakertagama, tidak ada satu pun kata yang bisa diartikan sebagai upeti, apalagi upeti tanda tunduk dan menjadi negara jajahan Majapahit.

Yang benar adalah, berdasarkan uraian naskah Nagarakertagama, Majapahit memang mempunyai tradisi mengadakan pesta besar setiap tahunnya. Seluruh penguasa kerajaan-kerajaan Nusantara diundang, hingga ada yang memberikan hadiah-hadiah kepada raja Majapahit, yang kemudian disalahartikan sebagai upeti oleh para ahli sejarah.

Mau direkayasa seperti apapun, yang namanya hadiah itu akan tetap menjadi hadiah, bukan upeti. Buktinya, sejak Majapahit berkuasa sampai runtuh pun, kerajaan-kerajaan kecil hingga besar di seluruh Nusantara tetap bebas menikmati kemerdekaan mereka.

173
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."