Warung Makan Padang VS Warung Tegal, Mana yang Lebih Unggul?

Kamu #TeamNasiPadang atau #TeamWarteg ?

Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka bisa hidup di negara mana saja selama di negara tersebut ada McDonalds atau Kentucky Fried Chicken (KFC). Maksudnya, saat lidah mereka sulit beradaptasi dengan makanan di suatu negara, setidaknya mereka masih bisa makan dengan nikmat asalkan ada restoran-restoran macam KFC atau McDonalds yang tersebar di seluruh dunia itu.

Baca juga : 8 Kuliner Menggoda yang Hanya Bisa Ditemui di Jalur Pantura

Begitu pula yang terjadi di Indonesia. Orang Jawa mungkin tidak akan cocok dengan masakan yang biasa dijumpai di Maluku dan Papua, begitu pula sebaliknya. Meski begitu, ada dua masakan khas yang dengan luar biasanya bisa tersebar di seluruh Indonesia dan cocok dengan lidah manapun: warung masakan Padang dan warung Tegal atau warteg. Lantas, mana yang lebih unggul?

Porsi nasi

Bagi orang Indonesia kebanyakan, makan apapun belum bisa disebut makan betulan kalau belum pakai nasi. Itulah sebabnya nasi menjadi salah satu poin penting yang harus diikutsertakan saat kita membandingkan mana yang lebih unggul dari warung makan Padang dan warteg.

Kalau makan nasi Padang di tempat, nasinya dipastikan cuma sedikit – dietkualami.com

Kalau kita amati, makan masakan Padang di tempat tidak akan mendapatkan nasi sebanyak jika kita membungkusnya. Ini berarti porsi nasi di warung makan Padang masih kalah dibandingkan warteg yang memukul rata porsi nasi, baik dibungkus ataupun makan di tempat. Jadi kalau kamu sedang betul-betul kelaparan, warteg rasanya bisa jadi pilihan terbaik.

Variasi lauk dan sayur

Untuk urusan lauk dan sayur, kedua warung makan ini mempunyai banyak pilihan. Soal lauk, keduanya sama-sama punya aneka olahan hewani dan nabati yang sama banyaknya. Tapi untuk ukuran, warung makan Padang lebih juara untuk beberapa item. Coba deh lihat, pernah bandingin ukuran telor dadar di warung Padang sama warteg? Namun untuk urusan sayur, nampaknya warteg selangkah di depan. Seperti kita ketahui, warung makan Padang mengandalkan sayur lalap maupun berkuah. Sayangnya, pilihan sayur berkuah yang tersedia bisa dipastikan menggunakan santan.

Telor dadar warung Padang (kiri) memiliki ukuran lebih besar dari kebanyakan telor dadar warteg (kanan)

Sedangkan di warteg, kita bisa menjumpai lebih banyak variasi sayur mulai dari yang berkuah bening, masam, hingga yang bersantan. Kalau masalah sambel dan kondimen lainnya, bolehlah keduanya disejajarkan. Tapi kalau saya sendiri sih cenderung lebih menyukai sambal hijau yang jadi andalan di warung makan Padang daripada sambal uleg biasa khas warteg.

Jam operasional

Warteg 24 jam – tom-kuu.blogspot.com

Kedua warung makan ini rata-rata punya jam operasional yang nyaris sama. Bedanya, warteg kebanyakan sudah buka sejak pagi, dan warung makan Padang buka agak siang. Ini dikarenakan kebanyakan warung makan Padang buka hingga lebih malam ketimbang warteg yang sering sudah tutup setelah jam makan malam lewat. Meski begitu, kedua warung makan ini juga ada yang beroperasi 24 jam.

Kalau kamu bagaimana, pilih makan di warung Padang atau warteg?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Ingin Ta’aruf dan Cari Jodoh di Instagram, Wanita Ini Bikin Heboh Jagat Maya!

Memiliki 39 Istri, 94 Anak dan 33 Cucu, Pria ini Menjadi Kepala Keluarga Terbesar di Dunia