Wanita di Arab Kini Bebas Menyetir Mobil Sendiri, Apa Sebabnya Dulu Dilarang?

Sejumlah larangan lain di Arab Saudi juga mulai dicabut dan memberi keleluasaan bagi para wanita

Pemerintah Arab Saudi akhirnya mencabut larangan yang menyebutkan bahwa wanita di sana tidak diperkenankan mengemudikan kendaraan sendiri. Pencabutan larangan ini dikeluarkan oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud pada hari Selasa (26/9/2017) lalu. Kini, para wanita di Arab Saudi bisa segera mengajukan permintaan pembuatan SIM agar bisa segera mengemudikan sendiri kendaraannya.

Pencabutan larangan ini disambut baik tidak hanya oleh para wanita di sana, namun juga oleh masyarakat dunia. Hingga beberapa waktu lalu, Arab Saudi masih dikenal sebagai satu-satunya negara yang melarang wanita untuk mengemudi sendiri. Konon, dulunya sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah juga menerapkan peraturan yang sama. Apa penyebab Arab dulu melarang wanita di sana mengemudikan kendaraan?

Fatwa dan argumentasi syar’i

Untuk mengetahui penyebab tersebut, kita perlu mundur dulu ke tahun 1990, tepatnya pada tanggal 7 November (20 Rabiul Awal 1411 dalam penanggalan Islam). Saat itu, Dewan Senior Ulama Negara di Arab mengeluarkan fatwa tentang larangan seorang perempuan mengemudikan mobilnya sendiri. Pelarangan yang kemudian dikuatkan oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi ini dikeluarkan dengan merujuk pada sejumlah argumentasi syar’i.

Wanita di Arab kini boleh mengemudi sendiri setelah sekian lama dilarang (vemale.com)

Menurut para ulama, membiarkan seorang muslimah menyetir sendiri sangat rentan dengan pelepasan jilbab yang mereka pakai, sedangkan menutup aurat adalah kewajiban utama di agama Islam yang terus-menerus ditekankan. Selain itu, ada sejumlah mudharat yang juga disebut bisa timbul dari memberi izin wanita mengemudi sendiri. Secara syariah, pria dan wanita yang bukan muhrimnya juga harus dipisahkan. Ini juga membuat setiap wanita di sana harus memiliki wali laki-laki untuk menemani jika hendak bepergian dengan kendaraan pribadi, biasanya adalah saudara lelaki atau suami.

Dasar pencabutan larangan

Sebelumnya, perjuangan mendapatkan hak mengemudi sudah dikampanyekan oleh para aktivis wanita internasional sejak lama. Tidak hanya itu, dunia internasional juga terus menyoroti larangan ini karena dinilai sebagai bentuk penindasan pada kaum wanita. Setelah cukup lama bergelut dengan kontroversi ini, Arab Saudi akhirnya mencoba untuk memperbaiki reputasi globalnya yang sering diterpa isu hak asasi manusia. Salah satunya adalah mengizinkan wanita di sana untuk masuk stadion setelah sebelumnya dilarang.

Aktivis wanita tak pernah lelah meminta kerajaan untuk mencabut larangannya bagi wanita untuk mengemudi (pojoksatu.id)

Melansir The New York Times, pencabutan larangan mengemudi bagi wanita di Arab Saudi diharapkan bisa memberi aura baru bagi kerajaan, termasuk untuk memberikan dorongan di sektor perekonomian. Maklum, karena larangan tersebut membuat negara terpaksa mengeluarkan miliaran dolar untuk mendatangkan pengemudi pria dari berbagai negara.

Sebelum ini, para wanita harus mendapat dampingan dari wali atau suaminya jika hendak bepergian dengan kendaraan pribadi (sumber.com)

 

Menurut Pangeran Khalid bin Salman, nantinya para wanita akan dimudahkan untuk mendapatkan surat ijin mengemudi (SIM), termasuk dengan membolehkan wanita mengurus SIM tanpa meminta ijin dari wali laki-lakinya. Hal ini menjadi pembeda dari Undang-Undang Syariah di Arab Saudi yang tidak mengizinkan wanita untuk berpergian, bekerja atau menjalani berbagai prosedur medis tanpa persetujuan atau dampingan dari wali laki-laki.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *