Wanita Berpendidikan Tinggi Sulit Menikah? Kata Siapa?

Cuma kata pria yang pernah ditolak kali…

Bagi orang berpendidikan, belajar adalah sesuatu yang mengasyikkan, bahkan kadang bikin kecanduan. Hal seperti ini tentu menjadi nilai positif dan cita-cita bagi sebagian orang. Namun nyatanya tidak demikian, karena pendidikan tinggi dan karier sukses justru menjadi dilema, terutama bagi wanita. Alasannya sederhana, wanita sudah terlanjur identik dengan urusan rumah tangga.

Baca juga : Nggak Cuma Soal Uang, Ini Alasan Ada Wanita Cantik dan Cerdas yang Lebih Suka Jadi Bintang Porno

Bagi wanita, pendidikan tinggi dan karir sukses justru menjadi dilema. | pexels.com

Dengan berpendidikan tinggi dan punya karir yang sukses, yang dikhawatirkan dari seorang wanita adalah tidak mampu memberikan perhatian penuh pada suami dan tumbuh kembang anak-anaknya. Lantas pertanyaan selanjutnya, apa benar wanita yang berpendidikan tinggi justru susah dalam urusan menikah? Mari kita bahas bersama-sama.

Wanita yang semakin bergairah

Setiap orangtua tentu ingin memberikan pendidikan terbaik untuk buah hatinya. Bahkan tidak jarang, banyak dari mereka yang sudah mempersiapkan tabungan pendidikan sejak si anak masih dalam kandungan. Karena tentu saja, melihat anak-anak sukses adalah impian dari semua orang tua. Dan untuk mencapai kesuksesan itu, di jaman sekarang, wajib belajar 12 tahun saja belum cukup.

Baik itu pria atau pun wanita, melihat anak-anaknya sukses adalah impian semua orang tua. | ghanesagroup.co.id

Apalagi sekarang kita hidup di era digital, era di mana tuntutan lapangan kerja sudah sedemikian tinggi. Mengintip dari pengalaman teman-teman saya, lulusan S2 lah yang saat ini masuk dalam kategori aman sebagai pelamar kerja.

Dengan kondisi yang seperti itu, menjadi tidak mengherankan kalau sekarang banyak wanita yang semakin bergairah meraih ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya berdasarkan keahlian yang dimiliki. Bagi para wanita berpendidikan itu, mengikuti seminar-seminar, pelatihan, dan berebut beasiswa luar negeri adalah hal-hal yang sudah begitu familiar.

Dilema pendidikan tinggi dan usia matang

Kembali ke soal pernikahan. Menikah itu bukan soal usia, namun kesiapan. Dan kalau kamu mau lebih peka sedikit, ternyata ada hubungan antara pendidikan dan pernikahan. Tak usah jauh-jauh, saya ambilkan contoh dari lingkup perkuliahan saja. Dengan berkuliah, semua mahasiswa pasti punya mimpi besar untuk bisa melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

Dunia kuliah, contoh paling umum soal hubungan antara pendidikan dan pernikahan. | pexels.com

Logikanya sederhana, lulus S1 menjadi guru, S2 dan S3 menjadi dosen. Tentu saja, menjadi dosen sekaligus PNS adalah mimpi terindah bagi sebagian besar mahasiswa, sekaligus orangtua mereka. Masalahnya, jenjang pendidikan S1, S2, dan S3 juga bertepatan dengan usia matang rata-rata mahasiswi, yang berarti mereka sudah memasuki lampu kuning pertanda harus segera menikah.

Karena itu saya yakin seyakin-yakinnya, mereka sering mendapat sindiran dari orang-orang di sekitarnya, “kok belum nikah juga? Apa karena sibuk kuliah?”

Pria harus bisa mengimbangi

Tren di atas menimbulkan kecenderungan bahwa wanita dengan status lulusan S1, S2, S3, atau bahkan CEO sebuah perusahaan besar, menimbulkan rasa minder bagi pria-pria yang ingin mendekati. Selain itu, stigma masyarakat tentang pria yang harus menghidupi wanitanya semakin memperparah kondisi ini.

Pria yang tidak berpendidikan tinggi cenderung minder mendekati wanita dengan latar belakang pendidikan yang wah. | lakeybanget.com

Namun tanpa perlu menyudutkan wanita-wanita berpendidikan tinggi, saya pribadi setuju bahwa pendidikan tinggi dan karir sukses merupakan hal yang sangat penting di jaman sekarang. Oleh karena itu, saya lebih mendukung argumen-argumen yang meminta para pria untuk setidaknya bisa mengimbangi, atau syukur-syukur bisa melebihi kehebatan para wanita berpendidikan di Indonesia ini.

Setuju?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

Tak Sekedar Cantik, Bupati Talaud Ini Juga Jadi Sosok yang Menginspirasi

Melawan Hukum Islam, Masjid Ini Menjadi yang Paling Kontroversial di Dunia