Wajib Diketahui, Ternyata Tukang Selingkuh Bisa Dijerat Hukum Melalui Pasal Ini Loh!

Daripada dipenjara, mendingan setia pada pasanganmu saja!

Perkara perselingkuhan bukanlah persoalan yang ringan dalam sebuah hubungan. Terlebih jika hal itu terjadi pada hubungan yang sudah resmi terikat oleh hukum seperti pernikahan.

Perselingkuhan memang menjadi momok yang menakutkan (iniberita.news)

Perselingkuhan tidak hanya menciderai sakralnya pernikahan, namun juga menghianati kepercayaan yang menjadi pondasi hubungan. Nah, buat kamu yang masih suka selingkuh, mendingan dari sekarang taubat akan hal itu. Sebab, jika kamu terus-terus melakukan demikian, kamu bisa dijerat oleh hukum loh.

Berikut ini beberapa pasal yang bisa menjerat tukang selingkuh akibat perbuatannya.

Pasal 284 KUHP

Pasal pertama yang bisa menjerat pelaku perselingkuhan ialah pasal 284 KUHP. Pasal ini banyak digunakan mereka yang merasa sakit hati karena pasangannya telah melakukan perselingkuhan di atas hubungan yang sah (pernikahan).

Pasal 284 untuk para pelaku perselingkuhan (detik.com)

Namun, pasal ini berlaku jika pelaku perselingkuhan sudah melakukan tindakan mukah (overspel), atau perzinahan. Selain itu, pasal ini juga hanya bisa menjerat apabila pelaku perselingkuhan sudah berstatus menikah.

Berikut isi lengkap pasal 284 KUHP.

Pasal 284 KUHP Tentang Perselingkuhan dan Perzinahan

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan:

1.a. Seorang pria yang telah kawin yang melakukan mukah (overspel) padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya;

b.Seorang wanita yang telah kawin yang melakukan mukah.

2.a. Seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya bahwa yang turut bersalah telah kawin.

b. Seorang wanita yang telah kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahui olehnya bahwa yang turut bersalah telah kawin dan pasal 27 BW berlaku baginya.

(2) Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan suami/isteri yang tercemar, dan bilamana bagi mereka berlaku pasal 27 BW, dalam tenggang waktu tiga bulan diikuti dengan permintaan bercerai atau pidah meja atau ranjang karena alasan itu juga.

(3) Terhadap pengaduan ini tidak berlaku pasal 72, pasal 73, pasal 75 KUHP

(4) Pengaduan dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam sidang pengadilan belum dimulai.

(5) Jika bagi suami isteri berlaku pasal 27 BW, pengaduan tidak diindahkan selama perkawinan belum diputuskan karena perceraian atau sebelum putusan yang menyatakan pisah meja atau ranjang menjadi tetap.

Adapun yang dimaksud zinah, mukah atau overspel dalam pasal ini ialah, persetubuhan antara pria dan wanita yang salah satu diantaranya atau keduanya sudah berumah tangga.

Nah agar masuk dalam kategori pasal perselingkuhan, maka hubungan tersebut harus berdasarkan atas rasa suka sama suka. Tidak ada paksaan dari salah satunya untik melakukan perbuatan itu.

Bahaya perselingkuhan (huffpost.com)

Sayangnya, banyak korban perselingkuhan dalam rumah tangga yang tidak menggunakan pasal ini untuk membuat jera pelakunya. Kebanyakan, mereka hanya menuntut bercerai jika suami atau istrinya ketahuan main serong dengan orang lain.

Padahal, perlu kiranya hukuman yang bisa membuat pelaku jera agar tidak ada korban lain lagi. Perlu diketahui, hukuman bagi pelaku perselingkuhan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 284 KUHP ialah kurungan selama 9 bulan.

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *