Viral Marak Penculikan Anak, Hoax atau Fakta? Begini Kata Polri

Ingat, saring dulu informasi sebelum sharing~

Dalam beberapa pekan terakhir, informasi tentang penculikan anak kembali ramai diperbincangkan warganet. Isu yang santer beredar penculikan menyasar anak-anak untuk diambil organ tubuhnya dan diperjual belikan di “pasar gelap”.

Informasi ini pun dengan cepat dibagikan oleh pengguna media sosial, khususnya para orang tua. Terlebih dalam setiap postingan, terdapat video dan foto yang meyakinkan jika berita penculikan bukanlah isapan jempol semata. Terbukti dengan adanya video dan foto pelaku dan korban penculikan yang beredar.

hoax penculikan anak (liputan6.com)

Lalu apa benar informasi itu merupakan fakta di lapangan? Dirangkum dari beberapa sumber berikut faktanya.

Pertama, informasi penculikan yang beredar di masyarakat terkait kasus percobaan penculikan terhadap siswa SD Al Khairiyah Cilodong, Kota Depok, pada pertengahan Oktober 2018 yang lalu.

Dalam pesan berantai yang beredar di Whatsapp menyebutkan, jika pelaku penculikan menggunakan mobil dan mengincar anak-anak usia SD.

Hoax penculikan anak (liputan6.com)

Faktanya, sebagaimana dilansir Tempo.co, kabar penculikan yang terjadi di Depok tidaklah benar. Pihak kepolisian sudah turun ke lapangan dan memintai keterangan dari berbagai pihak, ternyata kabar tersebut tidaklah benar.

Bahkan, pihak SD Al Khairiyah sendiri mengklarifikasi pesan hoax yang meresahkan masyarakat.

Kasus kedua, masih di bulan Oktober 2018 video penculikan anak kembali ramai dtersebar di media sosial. Kali ini video lebih dramatisir dengan rekaman bagaimana seorang yang menggunakan tutup kepala sedang memegangi bocah dan mengancamnya menggunakan pisau.

Salah satu akun yang mengunggahnya ialah akun Tercyduk. Dalam postingannya (kini sudah dihapus) ia mengatakan jika kejadian penculikan terjadi di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan.

Namun, akun Instagram Explorebenda, mengynggahnya kembali dengan caption yang berbeda. Kapolsek Ciputat Kompol Donni Bagus Wibisono pun angkat bicara mengenai informasi penculikan yang terjadi di wilayah jajarannya.

Menurutnya, informasi tersebut tidak benar. Kejadian itu terjadi di Jambi pada tahun 2010 yang lalu. Kasusnya juga bukan penculikan, melainkan saat itu polisi berhasil menyelamatkan bocah yang disandera oleh seorang perampok berpenutup kepala dari kain sarung.

Menanggapi banyaknya informasi yang beredar di media sosial terkait kasus penculikan anak, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Pol Argo Yuwono mengatakan jika informasi yang selama ini beredar ialah hoax.

Menurut Argo, video yang beredar belum lama ini kebanyakan video lama yang diunggah kembali untuk memunculkan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di dunia maya.

Namun meskipun demikian, kewaspadaan dan antisipasi terhadap hal-hal buruk harus tetap di jaga.

 

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *