Viral Foto Pelaminan “Melayang” Bisakah Jadi Solusi Agar Kawinan Nggak Nutup Jalan?

Ada yang mau pelaminannya begini? Daripada di jalan terus bikin macet, yakan?

Sudah menjadi hal yang umum jika pesta pernikahan diadakan di gedung. Terutama bagi mereka yang rumahnya tidak memiliki halaman yang cukup untuk mengadakan acara. Meski begitu masih banyak juga orang yang “memaksa” untuk menggelar resepsi dirumah, walaupun tenda dan panggung harus menutup akses jalan umum. Semua dilakukan supaya menghemat anggaran karena tak harus menyewa gedung.

Pesta pernikahan yang menutup jalan (CrowdVoice)

Sayangnya kebiasaan masyarakat menutup jalan ketika mengadakan resepsi seringkali mendapatkan kritik dari para pengguna jalan yang merasa terganggu. Bahkan beberapa waktu lalu beredar sebuah video ketika polisi membongkar tenda yang melintang di jalan umum serta menyebabkan kemacetan.

Namun belakangan ini warganet dihebohkan dengan salah satu panggung pelaminan “melayang”. Foto pelaminan ini diunggah di media sosial Twitter oleh akun @giewahyudi. Pelaminan yang diketahui milik pasangan Zulavin dan juga Anisa Aprilia ini di buat beberapa meter di atas jalan sehingga kendaraan bisa lewat di bawahnya.

Pelaminan layang (HiTekno.com)

Pelaminan ini dibuat dengan memanfaatkan bambu yang disusun sedemikian rupa serta pagar semen di kedua sisinya sebagai penyangga. Terdapat juga kursi pengantin, orang tua dan besan lengkap dengan hiasan bunga khas pernikahan. Pada foto tersebut juga terlihat sebuah mobil pickup yang tengah lewat di bawah panggung.

Pelaminan melayang (Okezone Lifestyle)

Kabarnya, pelaminan “melayang” ini terjadi di daerah Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Karena sangat berbeda dari yang biasanya, foto ini sontak menuai reaksi bermacam dari netizen. Bahkan ada yang penasaran, bagaimana caranya pengantin dan para tamu naik ke pelaminan tersebut?

Meski begitu, si empunya acara sepertinya patut mendapatkan apresiasi karena berusaha untuk tidak menutup akses jalan. Sehingga kendaraan masih bisa lewat di bawahnya dan aktivitas warga tidak terganggu dengan adanya hajatan tersebut. Mungkin pelaminan ini bisa jadi salah satu solusi ya agar kawinan tidak lagi nutup jalan? Bagaimana pendapatmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *