Terlanjur Hobi Nonton 3gp, Anak SD Ini Jadi Pintar Gesekkan Kemaluan ke Temannya Sendiri

Ini, pasti gara-gara si anak bebas main smartphone tiap hari

Kejadian luar biasa miris kembali menimpa dunia anak-anak Indonesia. Bukan soal kenakalan, bolos sekolah, atau susah disuruh makan. Kejadian kali ini, adalah tentang tindak pencabulan yang sukses dilakukan oleh seorang anak SD terhadap teman bermainnya sendiri. Bayangkan, seorang anak SD!

Seorang member grup Facebook Info Cegatan Jogja mengaku, anaknya menjadi korban pencabulan dibawah umur yang dilakukan olah temannya sendiri. | facebook.com

Seorang member grup Facebook Info Cegatan Jogja membagikan sebuah video CCTV yang jelas memperlihatkan tindak pencabulan yang terjadi hanya beberapa menit. Pelakunya adalah seorang anak SD laki-laki, dan korbannya adalah anak perempuan dari peng-upload video itu sendiri.

Mencabuli teman perempuannya sambil terus bercanda

Di awal video, terlihat empat anak-anak yang sedang bercanda di teras rumah kontrakan seperti anak-anak pada umumnya, satu lak-laki dan tiga perempuan. Tidak ada sesuatu yang aneh dari mereka hingga pada detik ke-30, satu-satunya anak laki-laki diantara mereka itu duduk pada sebuah kursi.

Sambil tetap duduk dan bercanda, anak laki-laki itu kemudian menarik salah satu temannya dari belakang dan memangkunya. Yang namanya anak-anak, pasti sama sekali tidak curiga dan menganggap pangkuan itu sebagai bagian dari candaan. Tapi tidak dengan pikiran si anak laki-laki.

Entah mendapat ilham dari mana, anak laki-laki itu justru bertindak mesum dengan menggesek-gesekkan kemaluan pada pantat teman yang dipangkunya. Merasa tidak ada yang salah, dia melakukannya sambil terus bercanda, sambil terus menahan setiap kali temannya ingin berdiri.

Kelakuan bejat yang benar-benar di luar nalar anak-anak pada umumnya itu baru benar-benar dihentikan setelah ayah si korban terlihat pulang kerja dan melihat mereka. Seketika itu memang seperti tidak ada yang mencurigakan, sampai ayah korban melihat hasil rekaman CCTV milinya.

Hobi nonton 3gp

Dari kejadian cabul yang pasti menyayat hati dan membuat khawatir para orang tua di atas, saya kok punya semacam kesimpulan. Pertama, bisa jadi, inilah potret nyata dari pergaulan anak-anak di zaman sekarang. Meskipun tidak semua, tapi satu kasus seperti ini saja sudah merupakan keprihatinan.

Yang kedua, saya yakin perkembangan teknologi turut berandil besar atas pencabulan yang dilakukan anak laki-laki yang entah siapa namanya itu. Kita tahu, orang tua zaman sekarang begitu mudah memfasilitasi anak-anaknya dengan beragam gadget kekinian, seperti smartphone misalnya.

Hal seperti inilah yang berpotensi besar menjadikan anak-anak mudah mengakses hal-hal yang belum sepantasnya mereka tahu. | nurulhabeeba.com

Dengan adanya smartphone di tangan, anak-anak bisa dengan gampangnya mengakses konten-konten yang belum sepantasnya mereka dapatkan, seperti konten porno. Sambil terus bercanda layaknya anak-anak, mereka saling berbagi foto dan video porno, bahkan nonton berjamaah.

Apa dampaknya? Tentu saja seperti apa yang dilakukan oleh anak laki-laki dalam video di atas. Anak-anak yang sudah terlanjur terjangkit virus porno, yang sudah terlanjur hobi nonton video esek-esek yang umumnya berformat 3gp, secara naluri akan mencari korban demi korban untuk sebuah pelampiasan.

Karena itu #SobatInovasee, jaga anak-anakmu, adik-adikmu, juga keponakan-keponakanmu yang lucu-lucu itu. Dengan segala cara, hindarkan mereka dari tindak pencabulan di bawah umur, entah itu sebagai korban atau pelaku. Jangan biarkan mereka tahu apa yang belum sepantasnya mereka tahu.

Video di atas adalah sebuah pengingat untuk kita semua. Untuk itu, silahkan share artikel ini ke semua teman, keluarga, dan orang-orang terdekat. Jangan sampai hanya karena smartphone dan konten porno yang di dalamnya, anak-anak kita menjadi korban atau bahkan pelaku cabul selanjutnya.


Rekomendasi #SobatInovasee:

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *