Untuk Para Mahasiswa Pemuja IPK, Sadarlah Jika Itu Hanya Sekedar Angka

IPK tinggi perlu, tapi bukan yang terpenting dalam bangku kuliah.

708
SHARES

Berbicara tentang kuliah, kita tidak akan terlepas dari yang namanya IPK, atau Indek Prestasi Kumulatif. Banyak yang mengatakan IPK merupakan acuan bagaimana kemampuan kita dalam memahami materi perkuliahan kita. Namun hal itu tidak menjamin yah, sebab nyatanya banyak mahasiswa yang biasa-biasa saja, bermodalkan absen penuh dan nurut sama dosen ia mendapatkan IPK tinggi.

Mahasiswa tidak hanya butuh IPK tinggi (ghanesagroup.co.id)

Biasanya, bagi mahasiswa baru IPK bagaikan sesuatu yang sangat berharga. Diperjuangkan sekuat tenaga untuk mendapatkan yang terbaik, dan dipuja jika berhasil mencapai nilai yang memuaskan. Namun ternyata IPK hanyalah sebuah angka, seberapa besar nilainya tidak bisa menjamin kehidupanmu di masa depan.

IPK bukan segalanya, jangan kamu taruhkan semuanya untuknya

Banyak mahasiswa yang berambisi mendapatkan nilai IPK yang tinggi, sehingga memperjuangkannya setengah mati. Padahal, dalam dunia perkuliahan IPK bukanlah satu-satunya yang harus diperjuangkan. Banyak hal-hal baru yang harus kamu pelajari di luar materi akademi.

IPK tinggi masih menjadi patokan kemampuan mahasiswa, nyatanya? (unycommunity.com)

Selagi masih muda, saat menjadi mahasiswa kamu bisa memperkaya dan memperdalam bakat dan minat yang kamu geluti, selain perihal nilai akademisi. Jika kamu menyukai dunia olahraga, kamu bisa bergabung dengan UKM olahraga, atau jika kamu menyukai dunia seni, kamu bisa mengikuti UKM seni.

Selain itu, kamu juga bisa ikut organisasi kemahasiswaan. Hal-hal yang demikian yang akan memberikan kamu pelajaran hidup, yang justru kamu tidak dapatkan dalam ruang kuliah. Dalam berorganisasi, kamu akan belajar beradaptasi dengan orang-orang baru, belajar berkomunikasi yang baik dengan orang lain.

Mahasiswa tidak hanya butuh IPK (pendidikanaceh.com)

Selain itu. kamu juga akan belajar berpendapat dan menerima pendapat orang lain, belajar bagaimana bergaul dengan banyak orang yang berlatarbelakang berbeda-beda, dan belajar bagaimana menyatukan satu pendapat dari beberapa kepala anggota organisasi.

Hal-hal yang demikian itulah yang akan kamu butuhkan jika kamu terjun ke masyarakat, atau masuk di dunia kerja setelah lulus. Soal IPK? Nanti kita bahas pada poin selanjutnya.

IPK hanya mengantarkanmu ke meja HRD perusahaan

Sejauh apa sih IPK dikatakan penting? Pertanyaan ini biasanya terlontar dari mereka yang masih duduk di bangku semester awal. Yah biasanya mereka masih terobsesi dengan predikat peringkat, masih terbawa-bawa suasana SMA yang masih memuja rangking.

IPK hanya akan mengantarmu ke depan meja HRD (bumiturang.com)

IPK memang perlu, namun sesuai dengan pembahasan sebelumnya jika IPK bukanlah segalanya dalam bangku kuliah. Bahkan mereka yang hanya kuliah mengejar IPK bisa dikatakan rugi. Kenapa rugi? Karena IPK hanya sebagian kecil yang harus diperjuangkan. Selain persoalan IPK masih banyak lagi hal-hal penting yang harus dilakoni seorang mahasiswa. Bahkan lebih penting dari sekedar IPK.

Banyak yang beranggapan jika ingin bekerja di perusahaan besar, maka kita harus memiliki IPK besar juga. Pernyataan seperti itu sebenarnya kurang tepat, sebab IPK hanya menjadi salah satu syarat bisa masuk ke ruang HRD saja, bukan masuk sebagai karyawan yah. Bahkan banyak mahasiswa yang memiliki nilai IPK rendah, namun karena ia memiliki suatu keahlian non akademik, ia justru bisa bekerja di perusahaan besar.

IPK bukan jaminan kamu bisa bekerja di perusahaan bergengsi (qerja.com)

Saat masuk ke dunia kerja, perusahaan lebih membutuhkan hal-hal yang bersifat praktek, bukan teori. Jadi percuma jika kamu memiliki IPK tinggi tapi lemah dalam bekerja. Bagi perusahaan, karyawan yang pandai bernegosiasi, mempunyai jiwa kepemimpinan, pandai berkomunikasi, mudah beradaptasi, dan pandai memecahkan suatu permasalahan lebih dibutuhkan, daripada sekedar IPK tinggi.

Kesuksesan tidak diukur dari besarnya IPK yang kamu raih

Ada kata-kata yang menarik dari pengusaha sukses Alm Bob Sadino. “Kalau mahasiswa IPK nya sudah 3 koma itu alamat jadi karyawan saja lah. Kalau mau jadi pengusaha, IPK jeblok saja. Karena dengan begitu mau tak mau kamu akan ditolak perusahaan dan terpaksa membuka usaha sendiri.” 

Bob Sadino, Kalo mau sukses jangan kuliah (bisnisukm.com)

Dalam kata-kata tersebut menunjukan jika seorang yang memiliki IPK tinggi, ujung-ujungnya hanya menjadi karyawan yang gajinya pas-pasan. Untuk menjadi seorang yang sukses dalam hal finansial, persoalan IPK sangatlah tidak begitu penting.

Pada akhirnya, tulisan ini tidak bermaksud untuk mengajak pembaca acuh terhadap nilai IPK. Namun maksud dari tulisan ini, hanya untuk membuka mata bagi mereka yang telah terlena dengan yang namanya IPK, sehingga melalaikan tugas lainnya sebagai mahasiswa.

Mahasiswa harus mampu berguna bagi masyarakat, bukan hanya soal IPK dan kerja (wirausahanews.com)

Sebagai mahasiswa, setidaknya mereka memiliki tanggung jawab lain yang lebih besar. Yaitu tanggung jawab terhadap keilmuan, masyarakat, dan sosial. Jadi, jangan jadi mahasiswa yang egois, apatis, dan individualis, yang hanya mementingkan IPK dan mengacuhkan persoalan sosial yang ada.

708
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,