Perlu Ditiru, UI Buat Petunjuk Etika Menghubungi Dosen Untuk Mahasiswa Jaman Now

Miris memang, karena banyak mahasiswa yang tidak punya tata krama saat menghubungi dosennya

Barangkali, etika dan tata krama merupakan barang langka di era modernisasi seperti saat ini. Tak seperti di zaman dulu, kini kita sering menjumpai anak muda yang berlaku tak sopan pada orang tua, bahkan di kampus sekalipun. Ini tentu ironis, karena kampus sebagai institusi pendidikan yang berperan mencetak generasi penerus bangsa justru memiliki banyak mahasiswa yang minus etika.

Baca juga : Menilik Gaya Hidup Ustadz Abdul Somad, LC. MA yang Tersohor Namun Tetap Membumi

Contoh paling sepele adalah kurangnya etika para mahasiswa saat menghubungi dosennya via layanan pesan, baik SMS, e-mail maupun aplikasi chatting. Tanpa mempedulikan tata krama, banyak mahasiswa yang bahkan enteng saja menghubungi dosen layaknya seperti menghubungi teman. Atas keprihatinan itulah Universitas Indonesia (UI) membuat petunjuk etika menghubungi dosen untuk mahasiswa jaman now yang suka mengabaikan etika.

Contoh nyata

Tentunya bukan tanpa sebab jika UI sampai membuat panduan seperti itu. Meskipun etika seperti itu terasa sepele dan mudah diterapkan, nyatanya masih banyak mahasiswa yang mengabaikannya. Menghubungi dosen melalui telepon genggam jelas berbeda dengan tatap muka langsung.

Salah satu contoh nyata mahasiswa yang seenaknya memerintah dosennya (facebook)

Oleh karenanya, berkomunikasi melalui media tulisan perlu banyak pertimbangan etika agar si penerima tidak salah menangkap maksud karena tulisan tidak bisa menggambarkan ekspresi dengan baik meskipun ada emotikon sekalipun.

Diposting ke beberapa situs fakultas UI

UI memposting ‘Etika Menghubungi Dosen Melalui Telepon Genggam’ melalui laman situs beberapa fakultas seperti fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum. Panduan etika itu disajikan melalui infografis dan dibuat dalam dua bahasa. Setidaknya ada 7 poin etika yang perlu diperhatikan oleh para mahasiswa jika ingin menghubungi dosennya. Antara lain:

1. Perhatikan kapan waktu yang tepat untuk menghubungi dosen. Pilihlah waktu yang biasanya tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah. Contoh: hindari menghubungi dosen di atas pukul 20.00 atau di saat waktu ibadah.

2. Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam. Contoh: Selamat pagi Bapak/Ibu, atau Assalamualaikum (apabila kedua belah pihak sesama muslim).

3. Ucapkan kata maaf untuk menunjukkan sopan santun dari kerendahan hati Anda. Contoh: “Mohon maaf menganggu waktu Ibu/Bapak”.

Infografis yang dibuat UI untuk menjadi panduan petunjuk etika bagi mahasiswa (instagram)

4. Setiap dosen pasti menghadapi ratusan mahasiswa setiap harinya dan tidak menyimpan nomor kontak seluruh mahasiswa. Maka, pastikan Anda menyampaikan identitas Anda di setiap awal komunikasi/percakapan. Contoh: “Nama saya Putri, mahasiswa Administrasi Negara Angkatan 2016, semester ini mengambil mata kuliah Hukum dan Administrasi Negara di kelas Ibu/Bapak”.

5. Gunakan bahasa yang umum dimengerti, tanda baca yang baik dan dalam konteks formal. Hindari menyingkat kata seperti ‘dmn, yg, ak, kpn, otw, sy’. Hindari kata ganti non formal seperti ‘aku, ok, iye, dll’.

Ilustrasi mahasiswa jaman now yang minus etika pada dosennya (inovasee)

6. Tulislah pesan dengan singkat dan jelas. Contoh: “Saya, memerlukan tanda tangan Bapak/Ibu di lembar pengesahan saya. Kapan kiranya saya dapat menemui Bapak/Ibu?”

7. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih atau salam sebagai penutup.

Universitas dan instansi pendidikan lain jelas perlu meniru langkah UI ini. Setuju?

 

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Agar Tidak Dibilang Penyebar Hoax, Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Membagikan Informasi

Maafkan Saya yang Kini Tak Lagi Peduli Dengan Ulang Tahunmu