5 Ucapan Sepele Orang Tua yang Berpotensi Meruntuhkan Masa Depan Anak

Jangan pernah mengintimidasi anak

2k
SHARES

Entah itu dalam hal fisik atau pun pikiran, semua orang tua pasti ingin anaknya tumbuh dengan sempurna. Namun sayangnya, justru kamu sendiri sebagai orang tua kadang tanpa sadar menghancurkan semangat anak untuk menjadi sempurna.

Kadang, justru orang tua sendiri yang menghancurkan semangat dan masa depan anak. – pexels.com

Untuk itu, jauh lebih baik jika kegagalan anak adalah karena murni apa yang dilakukannya, bukan karena campur tanganmu. Karena dengan melakukan kesalahan sendiri, anak akan belajar terbuka pada rasa kecewa dan berusaha untuk tidak melakukannya lagi.

Namun, bagaimana nasib anak jika kamu justru sering mengintimidasi semangatnya, meskipun hanya dengan perkataan sepele seperti berikut ini?

1. “Terserah kamu, tapi jangan menyesal kalau nanti terjadi sesuatu.”

Ini adalah kalimat bernada menakuti yang kalau anak tidak cukup mempunyai mental yang kuat, dia menjadi takut bertindak karena takut gagal. Setelah kamu berhasil menciptakan ketakutan itu, impian anak hanya akan menjadi sebuah angan selamanya, bahkan enggan mencicipi kegagalan.

Menakut-nakuti anak hanya akan membuatnya takut bertindak dan mencicipi kegagalan. – huffingtonpost.com

2. “Realistis saja ya, nak…”

Sangat tidak disarankan untuk memaksa anak mengikuti idealisme orang tua. Mungkin kamu pernah gagal dengan apa yang sedang dicita-citakan anak. Namun, memberinya saran untuk tidak melakukan adalah bukti bahwa kamu ragu dengan kemampuannya.

Kamu mungkin pernah gagal, tapi belum tentu dengan anakmu – huffingtonpost.com

Kegagalan orang tua bukanlah kegagalan anak. Belum tentu dia akan gagal seperti kamu dulu. Jadi, jangan pernah membatasi mimpi anak hanya karena kamu pernah gagal meraihnya. Beri dia kesempatan, dan lihat apa yang bisa dia lakukan.

3. “Ini semua gara-gara kamu!”

Karena anak berbuat salah, tanpa sadar kamu pasti pernah melontarkan kalimat seperti itu. Itu, bukanlah kalimat yang baik untuk menunjukkan rasa kesal pada anak. Mengapa? Karena itu bisa langsung menciutkan mental dan hati seorang anak.

Menyalahkan anak benar-benar bisa menciutkan mental dan hatinya. – pinterest.com

Kesalahan yang dilakukan anak bukanlah alasan untuk memojokkan, justru jadikan itu sebagai pelajaran penting agar dia tidak lagi melakukannya. Ajarkan pada anak untuk tidak takut salah, tapi takutlah ketika dia tidak bisa memperbaiki kesalahan.

4. “Dasar…!”

Dasar nakal, dasar ceroboh, dan semua ejekan pada anak yang dimulai dengan kata ‘dasar’ sangat tidak ideal diucapkan oleh orang tua. Karena bagaimana pun, ucapan orang tua merupakan do’a. Bayangkan jika semua yang kamu tuduhkan itu benar-benar menjadi kenyataan…

Jangan pernah menyumpahi anak. Karena apapun yang kamu ucapkan, itu adalah sebuah do’a yang bisa saja langsung dikabulkan. – babble.com

5. “Ayah/ibu benar-benar kecewa sama kamu!”

Percayalah, tidak ada satu pun anak yang ingin mengecewakan orang tuanya. Jadi garis bawahi, bahwa seberapa pun anak berbuat salah, sebenarnya dia tetap tidak menginginkan hal itu, apalagi sampai berpikir untuk mengecewakanmu.

Mungkin kamu kecewa, tapi sadarlah bahwa kekecewaanmu itu justru menjadi kesedihan mendalam bagi seorang anak. – understood.org

Untuk itu, alih-alih mengatakan kamu kecewa, yang harus kamu lakukan adalah membesarkan hatinya. Karena kamu mungkin belum tahu, bahwa kekecewaan orang tua adalah kesedihan mendalam bagi seorang anak yang sangat mencintai orang tuanya.

2k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."