Setelah 15 Tahun Menabung, Tukang Becak Ini Akhirnya Bisa Naik Haji

Kamu pasti kaget dengan penghasilan yang dia sisihkan setiap hari

541
SHARES

Siapa pun orangnya, usaha memang tidak akan pernah mengingkari hasil. Dan kabar baiknya, hasil mewah nan membanggakan bukan hanya milik orang berduit saja. Hal ini telah dibuktikan oleh Karsim, seorang tukang becak asal kampung Sidamulya, Desa Ciasem, Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, yang akhirnya bisa naik haji setelah tidak berhenti menabung selama 15 tahun.


Karsim, salah satu contoh orang yang bisa meraih impian dengan tanpa pernah berhenti berusaha. | inovasee.com

Selama 15 tahun, Karsim mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil mengayuh becaknya. Dia tidak begitu tertarik untuk merenovasi rumahnya yang memang terbilang sederhana, karena naik haji sudah menjadi cita-cita Karsim dan istrinya, Ratimi. Padahal kalau mau, dia bisa saja mempercantik rumahnya setelah setiap hari menabung 25 hingga 50 ribu rupiah selama belasan tahun.

75% dari penghasilan

Namun seperti orang-orang pada umumnya, penghasilan yang naik turun tak jarang membuat Karsim merasa khawatir dan takut bagaimana kalau tabungannya tidak cukup untuk memenuhi biaya ke tanah suci Makkah. Meskipun begitu, dia tidak pernah takut untuk menyisihkan uang dari hasil mengayuh becak.

Karsim tidak pernah takut menyisihkan uang meskipun penghasilan kadang tidak menentu. | catatankakthoriq.blogspot.com

Bahkan, ketika Karsim membawa pulang uang yang lebih banyak dari biasanya, dia langsung menyisihkan 75 persen dari penghasilannya itu. Di jaman yang serba konsumtif ini, siapa yang berani menyisihkan penghasilan 75% secara konsisten? Tidak banyak. Namun demi cita-cita, Karsim mampu menjadi salah satu orang yang siap menabung lebih banyak dari kebutuhan sehari-hari.

Cita-cita dan kelayakan

Kisah nyata di atas jelas menampar kita yang meskipun sama-sama punya cita-cita, namun tidak cukup kompeten untuk mewujudkannya. Kita hanya terpaku pada keinginan, namun lupa bagaimana cara agar keinginan itu bisa menjadi kenyataan.

Kita sering hanya terpaku pada keinginan, namun lupa melakukan cara untuk mewujudkan. | pixabay.com

Kita, adalah orang-orang yang bangga setiap kali ditanya “apa cita-citamu?” namun kemudian tertunduk karena malu untuk menjawab pertanyaan yang kedua, “untuk mewujudkan impianmu itu, sekarang kamu sudah mengusahakan apa?”

Jadi ingat sekali lagi bahwa, usaha tidak akan pernah mengingkari hasil. Kalau karena cita-cita kamu lantas menjadi orang yang disiplin dan tidak pernah menyerah, itu artinya kamu sudah berada di jalan yang benar. Sebaliknya, kalau kamu punya cita-cita namun masih saja hura-hura, itu artinya mimpimu selamanya akan tetap menjadi mimpi.

Tentukan pilihanmu.

541
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."