Ternyata, Ini Tujuan Penyebar Hoax Bagikan Info Kupon Gratis McDonalds

Kalau kamu menerima broadcast info kupon gratis itu, ngga usah repot-repot klik link-nya ya!

Belakangan ini, ramai beredar kabar bahwa McDonalds membagikan kupon gratis sebesar Rp255.000 yang disampaikan melalui jejaring sosial. Informasi itu lantas viral menyebar kemana-mana karena dibagikan ulang lewat berbagai media, termasuk hingga ke WhatsApp group.

Kalau ada iming-iming kupon gratis McDonalds, siapa sih yang bisa nolak?. (eastcheshirehospice.org.uk)

Kalau kamu adalah salah satu yang kebagian informasi tersebut, tak perlu repot-repot meng-klik tautan yang ada pada pesan tersebut karena pihak McDonalds sudah memberikan klarifikasi bahwa info yang dimaksud adalah hoax.

Apakah kamu salah satu yang mendapatkan info ini? (merdeka.com)

Karena klarifikasi tersebut, banyak orang yang lantas mengira bahwa pesan yang viral tersebut merupakan phising, yaitu sebuah metode yang di gunakan hacker untuk mencuri password atau data-data pribadi orang lain yang kemudian digunakan untuk tujuan jahat. Benarkah begitu?

Banyak info yang menyebutkan bahwa info kupon gratis ini merupakan pishing. Benarkah begitu?. (dasls.com)

Ternyata bukan. Mengutip merdeka.com, pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengatakan bahwa persebaran info hoax kupon McDonalds itu merupakan scam, yaitu teknik mendapatkan keuntungan secara illegal.

Pelaku scam menawarkan iming-iming menarik pada korban untuk membantunya menghasilkan keuntungan ilegal. (bbc.co.uk)

Dengan mengunggah info kupon gratis tersebut, korban akan terpancing untuk meng-klik tautan yang terlampir. Tujuannya, korban jadi melihat atau klik iklan yang muncul dari tautan tadi. Korban kemudian diharuskan membagi ulang informasi tersebut ke 30 kontak WhatsApp-nya sebagai syarat mendapatkan kupon gratis. Dengan begitu, potensi untuk meraih keuntungan finansial bagi si pembuat scam lebih banyak dari pay per click iklannya.

Bayangkan berapa besar keuntungan scammer jika kit membantunya dengan meng-klik tautan palsu yang ia sebarkan. (smbteam.com)

Alfons menambahkan, dari jutaan orang yang menerima scam itu, jika 10 peren saja ada yang meng-klik maka jumlahnya sudah mencapai ratusan ribu orang. Andaikan 1 klik saja si pembuat scam mendapat Rp5.000, maka tinggal kalikan saja dengan jumlah orang yang tertipu tadi. Sebuah nominal yang menggiurkan, bukan?

Klarifikasi McDonalds melalui akun Twitter resminya (twitter.com)

Lewat keterangan Alfons tersebut, ia membantah bahwa hoax kupon McDonalds terkait dengan pencurian data. Terlebih, Alfons sudah mengujinya langsung. Jadi, yuk beritahu orang-orang di sekeliling kita untuk tidak meng-klik pesan viral tersebut. Kita tentu ngga mau si scammer dapat untung kan?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *