Di Indonesia, Trotoar Justru Menjadi Musuh Utama Pejalan Kaki

Mulai dari pemotor bengal hingga pedagang kaki lima yang seenaknya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, trotoar berarti tepi jalan besar yang sedikit lebih tinggi daripada jalan tersebut, yang merupakan tempat orang berjalan kaki. Bukan tanpa sebab kalau trotoar selalu tersedia di setiap jalanan, karena pengguna jalan tidak selalu orang yang berkendara.

Baca juga : Kamu yang Ngotot Beli Mobil Tapi Nggak Punya Garasi, Situ Sehat?

Masalahnya, pengguna trotoar di Indonesia tidak melulu pejalan kaki. Mulai dari pedagang kaki lima hingga sepeda motor pun masih kerap dijumpai mengambil ‘hak’ para pejalan kaki. Meski sudah dilarang dan ada ancaman hukum yang jelas, namun masih banyak yang tak mengindahkannya.

Terkait dengan malasnya orang Indonesia berjalan kaki?

Menurut sebuah studi besar yang dilakukan oleh para ilmuwan di Stanford University di Amerika Serikat, Indonesia menduduki peringkat 1 sebagai negara paling malas jalan kaki di seluruh dunia. Rata-rata orang Indonesia hanya berjalan 3.513 langkah setiap harinya. Inikah yang akhirnya menjadi pembelaan bagi para pemotor atau pedagang kaki lima untuk menyerobot trotoar? Yakni karena orang Indonesia dikenal malas berjalan kaki, maka trotoar bisa dipastikan lebih sering menganggur daripada digunakan dan sah-sah saja jika digunakan melintas kendaraan bermotor? Tapi, bagaimana bisa nyaman berjalan kaki jika akses trotoarnya saja sudah disalahgunakan?

Baru-baru ini, terjadi kasus menarik terkait dengan trotoar. Dua pengendara sepeda motor yang melintas trotoar ngamuk berat karena dilarang melintas oleh Koalisi Pejalan Kaki. Di saat orang-orang lain sadar dan malu untuk meneruskan usahanya melewati trotoar, kedua orang pengendara sepeda motor yang disinyalir sebagai pengemudi ojek itu justru merasa hal yang dilakukannya tidak salah karena kondisi jalanan macet. Mereka bahkan tak segan untuk memaki anggota Koalisi Pejalan Kaki dengan kata-kata kasar.

Loh, padahal yang salah kan mereka?

Trotoar tidak nyaman bagi pejalan kaki

Persoalan trotoar yang tidak nyaman dan aman bagi para pejalan kaki sudah berlangsung sejak lama dan terus dianggap hal yang lumrah jika pemotor turut menggunakannya. Kemacetan jalan selalu menjadi alasan para pengendara sepeda motor untuk memilih trotoar sebagai akses cepat dan mudah untuk segera lepas dari jebakan kemacetan.

Trotoar bagi pejalan kaki di Indonesia masih jauh dari kata aman dan nyaman – otomania

Tak hanya itu, trotoar juga kerap menjadi tempat pengemudi ojek untuk mangkal menanti pelanggan. Belum lagi dengan banyaknya pedagang kaki lima yang membuka lapak di trotoar. Tentunya ini membuat area pejalan kaki kian sempit. Seharusnya, trotoar memang wajib steril dari gangguan-gangguan semacam itu. Daripada lahan yang tersisa dimanfaatkan para pedagang kaki lima, pemerintah setempat sebaiknya memperbanyak penghijauan untuk menambah kenyamanan para pejalan kaki dari pekatnya polusi yang ada.

Lihat, betapa mengerikannya kondisi seperti ini bagi pejalan kaki – kaskus

Menurut Pasal 287 UU Lalu Lintas, pengendara kendaraan bermotor yang melanggar peraturan lalu-lintas dan melewati trotoar akan dikenai denda maksimal Rp 500 ribu atau kurungan hingga dua bulan penjara. Pihak Kepolisian pun tampak mulai giat melakukan pengawasan terhadap trotoar sejak kasus dua pengendara motor yang viral itu.

Tindakan tegas memang perlu untuk segera diambil bagi pelanggar hak pejalan kaki agar tidak terulang lagi kasus-kasus serupa dimana orang yang bersalah justru merasa punya hak untuk marah-marah karena merasa tindakannya benar dan wajar dilakukan. Bagaimana menurutmu?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Jika Kamu Menikah Hanya Karena Cinta, Silahkan Perpanjang Dulu Masa Pacaranmu

Survei Membuktikan; Daripada Pria Sixpack, Wanita Lebih Menggilai Pria Buncit