Tren Nama Anak di Indonesia: Ghassan-Queennaya Kini Lebih Pribumi dari Budi dan Wati

Apa Indonesia juga perlu ganti nama?

Beberapa waktu yang lalu, saya dibuat nyinyir oleh secarik kertas bertuliskan daftar nama murid yang ditempel pada dinding kaca sebuah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Jogja. Bagaimana tidak, nama-nama yang tertera di situ, sebut saja Aldebaran, Altair, Azzahra, Ghassan, Ixia, Odhiyaulhaq, Queennaya, Razanaraghda, Yuriexa, dan Xiovariel, membuat saya berpikir bahwa saya ini tidak sedang berada di Indonesia.

Baca juga : Terkadang, Mata Bisa Lebih Banyak Bercerita Ketimbang Bibir

Nama anak-anak Indonesia jaman sekarang membuat kita merasa seperti tidak lagi berada di Indonesia. – ypj.sch.id

“Di mana Budi dan Wati?” tanya saya dalam hati sambil melihat sekeliling untuk memastikan bahwa saya masih berada di Jogja, bukan di belahan bumi yang lain karena pengaruh ‘pintu ke mana saja’ atau yang semacamnya.

Tren kekinian dari orang tua kekinian

Bersamaan dengan raut wajah nyinyir yang semakin mereda, saya semakin sadar bahwa secarik kertas itu telah banyak menyadarkan saya. Bahwa saat ini, di negara yang kita cintai ini, banyak orang tua yang terlalu kekinian dengan memberikan nama panjang dan sulit dieja untuk anak-anak mereka. Seolah-olah, memang seperti itulah tren pemberian nama anak di Indonesia sekarang.

Ini, adalah contoh nama anak akibat terlalu kekiniannya para orang tua. – id.aliexpress.com

Bahkan dengan segala kerumitan ejaan itu, saya yakin mereka tidak mendapatkan nama-nama itu dari marga atau masukan keluarga mereka. Saya yakin, para orang tua kekinian itu menjadikan internet sebagai sumber referensi utama. Makanya, kemudian muncul ejaan-ejaan yang tidak biasa seperti ee, rr, yy, atau zz. Begitu juga dengan penggunaan strip dan tanda kutip.

Okelah.. mungkin ada beberapa pasangan suami-istri yang tidak terinspirasi oleh ‘kumpulan nama anak modern’ di blog-blog lokal maupun luar, tapi tetap saja mereka mengambil nama-nama dari karakter film seperti Denzel dan Aisha, pemain sepak bola sekelas Xisco, atau karakter game sehebat Altair yang merupakan nama depan dari Altaïr Ibn-La’Ahad, karakter fiksi dari game Assassin’s Creed.

Nama-nama pribumi yang segera tersingkirkan

Tren pemberian nama yang menyimpang jauh dari budaya Indonesia ini memang tidak bisa disalahkan, apalagi diharamkan. Tapi, kebiasaan nyeleneh ini pada akhirnya akan menyingkirkan nama-nama pribumi legendaris seperti Budi, Bambang, Ani dan Wati dari daftar nama anak yang lahir di Indonesia.

Bisa jadi, anak ini selamanya tidak akan pernah punya teman bernama Budi atau Wati. – kel6-ld51-tfi.blogspot.co.id

Tidak perlu marah kalau ternyata kamu adalah salah satu dari orang tua kekinian yang sengaja memberikan nama yang sedemikian rumit untuk anak kesayanganmu. Kamu, cukup mengingat satu masalah yang mungkin akan menimpamu di masa depan.

Asal tahu saja, sekarang pegawai catatan sipil mulai dilanda kesulitan menulis nama anak. Alasannya jelas, mereka benar-benar harus teliti dan berkonsentrasi tingkat tinggi agar tidak salah tulis saat harus menuliskan nama sepanjang dan serumit Muhammad Akhtar Rayyan Izz al Diin atau Fayyadh Labib Ullaya Al-ghazi.

Jadi kalau anakmu juga sepanjang dan serumit itu, bersiaplah bolak-balik ke kantor Catatan Sipil hanya untuk mengurus kesalahan penulisan nama anak kesayanganmu.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Menikahlah Sebelum Mapan, Agar Anak Istrimu Tahu Artinya Sama-sama Berjuang

Sejarah dan Filosofi Cincin Kawin yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Menyematkannya di Jari Manis Pasanganmu