Nyatanya, Traveling di Era Digital Tidak Membuat Liburan Lebih Mengesankan

Apa gunanya liburan jika kamu selalu berfokus dengan update-an

Harus diakui, kehadiran teknologi sangat membantu di hampir semua aspek kehidupan manusia. Sehingga hampir semuanya mengalami perubahan karena teknologi yang semakin canggih dari waktu ke waktu. Bukan hanya perubahan secara positif, namun juga perubahan negatif yang mau tak mau harus ikut diterima.

Nyatanya, Traveling di Era Digital Tidak Membuat Liburan Lebih Mengesankan (wetravel.com)

Ada begitu banyak dampak yang dihasilkan teknologi, salah satunya di bidang traveling. Memang tidak bisa dipungkiri, karena teknologi kini mencari tiket semakin mudah, mencari informasi ataupun memesan penginapan juga tak sesulit dahulu kala. Namun apakah dengan dukungan teknologi liburan bisa semakin menyenangkan? Belum tentu.

Nyatanya ada beberapa hal yang membuat liburan di era digital justru tidak lebih mengesankan dan se-asyik dahulu. Mengapa?

Bukan lagi tentang ekspetasi, namun sudah terperinci

Sebelum teknologi berkembang pesat seperti sekarang, orang dulu liburan hanya bermodal sedikit informasi, selembar peta dan keberanian untuk bertanya. Liburan macam ini bisa memunculkan banyak ekspetasi tentang bagaimana dijalan nanti, bagaimana keadaan wisata yang dituju atau akan menginap dimana. Semuanya serba menebak, entah nanti ekspetasi sesuai realita atau tidak ini urusan belakang. Semua realita tak terduga yang nantinya terjadi justru akan jadi pengalaman berharga.

Bukan lagi tentang ekspetasi, namun sudah terperinci (upperhandchiro.com)

Berbeda dengan era sekarang dimana liburan dipersiapkan secara terperinci. Tiket transportasi dan penginapan dipesan jauh-jauh hari. Semua diatur sedemikian rupa. Lebih memilih bertanya ke ‘google’ daripada ke orang asing. Hingga akhirnya traveling hanya sesuatu yang kamu beli dan persiapkan, bukan karena ingin dapat pengalaman.

Mengekor pengalaman orang lain

Pernah membaca ulasan tentang sebuah tempat wisata di media sosial? Biasanya setelah membaca ulasan seperti ini kamu tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut. Kamu menjadikan review yang dibuat orang lain sebagai patokan. Jika review tersebut bagus maka kamu semakin semangat untuk mengunjungi tempat tersebut.

Mengekor pengalaman orang lain (careercontessa.com)

Namun jika review yang diberikan kurang memuaskan, maka kamu akan mengurungkan niat. Padahal review tersebut tergantung sudut pandang masing-masing. Bisa saja saat temanmu kesana ada banyak faktor yang membuatnya kecewa. Dan belum tentu jika kamu datang kamu akan kecewa seperti temanmu itu.

Lebih sibuk dengan update daripada menikmati moment

Sepertinya tujuan traveling orang-orang sekarang sudah berbeda jauh dengan dulu. Mungkin traveling jaman dulu dilakukan karena ingin mendapat pengalaman, menyegarkan pikiran, melihat tempat baru dan menikmati momen-momen kebersamaan. Namun sekarang traveling seperti salah satu kegiatan pengisi halaman medsos belaka.

Lebih sibuk dengan update daripada menikmati moment (lonelyplanet.com)

Adanya gadget dan medsos selalu berhasil mengalihkan perhatianmu meski saat liburan sekalipun. Ada banyak interaksi sosial, pengalaman, dan pelajaran berharga yang kamu lewatkan hanya karena sibuk memainkan gadget dan mengunggah foto di media sosial. Ujung-ujungnya kamu hanya menunggu like dan komentar daripada menikmati keindahan yang ada di depanmu.

Itulah segelintir alasan mengapa liburan di era digital tidak lagi mengesankan. Adanya teknologi seharusnya bisa membantu memudahkan, bukan malah menghilangkan momen dan esensi utama dari liburan dan traveling. Yuk lebih bijak lagi dalam menyikapi kemajuan teknologi saat ini.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *