Belajar dari Kebakaran Gili Lawa, Ini 5 Tips Membuat Foto Prewedding yang Aman Bagi Lingkungan

Jangan sampai mengorbankan alam demi ego semata

Kebakaran yang terjadi di Gili Lawa beberapa waktu lalu membuat banyak orang geram. Pasalnya, diduga kuat penyebab terjadinya peristiwa itu karena penggunaan semacam kembang api untuk kebutuhan foto prewedding calon pengantin.

Tak bisa dipungkiri, adanya elemen-elemen semacam itu memang bisa mempercantik foto sehingga lebih estetis. Namun tentunya perlu rasa tanggung jawab yang besar untuk menjaga alam tidak terkena dampaknya. So, kalau kamu kebetulan ingin melakukan prewedding dengan aman, cek dulu tips berikut ini.

1. Pilih properti ramah lingkungan

Jika memerlukan efek khusus untuk keindahan foto, cobalah memilih bahan yang ramah lingkungan dan tidak berpotensi membahayakan sekitar (@mahapataphotography)

Lingkungan sekitar yang menjadi lokasi pemotretan wajib menjadi perhatian. Pastikan untuk menggunakan properti yang ramah lingkungan. Hindari memakai kembang api atau api unggun jika tempat yang digunakan rawan kebakaran atau sedang musim kemarau. Jangan khawatir, untuk mendapatkan efek serupa kamu masih bisa memakai lampu led tumblr yang menggunakan baterai, bubuk warna atau holy powder.

2. Ajak local guide yang memahami tempat pemotretan jika kamu memang tidak yakin

Kalau kamu tidak mengetahui adat istiadat dan kebiasaan di sebuah lokasi prewedding, manfaatkan jasa pemandu lokal untuk memberikan saran dan masukan padamu (@sangastory)

Saat ini, banyak calon pengantin yang memilih tempat-tempat eksotis nan jauh untuk melakukan sesi pemotretan prewedding. Jika tak yakin mengetahui pasti hal-hal terkait tempat itu, cobalah untuk meminta bantuan pemandu lokal agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Namun pastikan pemandu yang kamu pilih sudah profesional sehingga bisa memberikan saran lokasi yang bagus sekaligus menjaga alam agar tidak rusak.

3. Maksimalkan apa yang ada

Maksimalkan saja segala yang ada, tak perlu membuat sesuatu yang susah dan menyusahkan (@ederphoto1)

Ketimbang bersusah payah menyediakan properti maupun perlengkapan lain yang sulit dibawa ke lokasi pemotretan, kamu bisa memanfaatkan apa yang sudah tersedia di alam. Mulai dari penggunaan ranting kayu, dedaunan, atau objek-objek lainnya. Dengan begitu, kamu sekaligus bisa menjaga lingkungan sekitar dari kemungkinan timbulnya sisa sampah atau materi berbahaya lainnya.

4. Pilih tempat yang aman

Sudah hal yang lumrah jika calon pengantin ingin punya foto yang unik dan tidak biasa. Tapi perlu diingat, jangan lantas sengaja mencari tempat yang berbahaya atau sulit dijangkau hanya untuk memenuhi hasrat tersebut.

Pilihlah tempat yang aman untuk melakukan pemotretan (@jentuphon_photograph)

Tak perlu lah sengaja mencari tepi jurang atau sungai berarus deras untuk mencoba mendapatkan foto terbaik dan terunik. Belum lagi, alam terkadang susah diprediksi. Oleh karenanya, cobalah untuk lebih mementingkan keselamatan dan keamanan di atas segalanya.

5. Cek ulang kembali segalanya seusai melakukan foto prewedding

Jangan tinggalkan sisa sampah apapun di lokasi pemotretan, apalagi yang berpotensi menimbulkan bahaya (@sachdeva_photography)

Agar tidak terjadi kembali seperti kasus kebakaran Gili Lawa, pastikan bahwa segala macam properti yang kamu gunakan sudah teratasi dengan sempurna. Jika memang terpaksa menggunakan api, pastikan api sudah mati tanpa ada percikan yang tersisa. Jangan pula meninggalkan sampah walau hanya sebungkus permen sekalipun.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *