Dari Penakluk Sosmed Sampai Pemburu WiFi, Kamu yang Mana dari 5 Tipe Pengunjung Kafe Ini?

Nomor lima paling hm…

225
SHARES

Dulu, kafe tidak pernah semenarik sekarang. Namun sejak munculnya media sosial dan paham-paham kekinian, ribuan kafe menjamur dengan membawa konsep yang berbeda-beda dan beragam sensasi yang ditawarkan. Hingga akhirnya, pengunjung pun harus rela terbagi ke dalam beberapa aliran.

Saat ini, kafe bisa dibilang sebagai simbol kekinian bagi beberapa orang. – pexels.com

Dari yang awalnya hanya sekadar memuaskan nafsu makan, pengunjung kafe di jaman sekarang setidaknya bisa dibedakan menjadi lima tipe berikut ini.

1. Social media-isme

Pengunjung bertipe ini sangat jeli dalam memperhatikan konsep dan detail dari kafe yang dikunkungi. Alasannya tentu, menemukan spot terbaik untuk berfoto ria ala kekinian. Setelah di-edit sedemikian rupa, foto itu lalu diunggah ke media sosial demi mengincar like dan komentar.

Menu dan harga nomor dua, yang penting bisa gaya. – zetizen.com

Jadi bagi mereka, rasa dan harga dari menu yang ditawarkan adalah nomor sekian, yang penting bisa nampang dengan cara kekinian.

2. WiFi-isme

Seperti namanya, pengunjung dari golongan ini ‘hanya’ memanfaatkan kafe sebagai tempat istirahat sambil berinternet gratis. Karena seperti kita tahu, hampir semua kafe saat ini sudah memfasilitasi diri dengan WiFi yang bisa diakses secara bebas oleh para pengunjung.

Secangkir kopi untuk berjam-jam di kafe? Biasa.- qubicle.id

Mereka hanya memesan menu seperlunya, sebagai teman berinternet ria saja, bukan sebagai tujuan utama.

3. Squad-isme

Ini adalah tipe pengunjung yang paling disukai pemilik kafe. Bagaimana tidak, karena setiap kali datang, mereka pasti berjumlah banyak. Mereka ini adalah orang-orang dari kalangan anak sekolahan atau kuliah yang biasa nongkrong bareng se-geng.

Agar muat, maka harus lebih dulu booking tempat. – pringtraveller.blogspot.co.id

Tujuannya jelas, ngumpul bareng sambil berlomba menghabiskan menu yang mereka pesan bersama-sama.

4. Taste-isme

Ini, adalah mereka yang (mungkin) terobsesi menjadi food blogger atau pun reviewer kuliner di YouTube. Pengunjung taste-isme sangat memperhatikan daftar menu yang ditawarkan, dan sebisa mungkin mencoba menu mana yang menjadi andalan.

Tipe ini benar-benar memperhatikan setiap detail rasa dan penampilan dari menu yang dipesan. – nonikhairani.wordpress.com

Mereka begitu menikmati rasa dari makanan dan minuman yang dipesan, bahkan mencari-cari nilai lebih dan kurangnya berdasarkan standar mereka sendiri. Kalau memang puas, mereka pun tanpa ragu merekomendasikannya ke teman atau pun di media sosial.

5. Love-isme

Pengunjung dari kalangan ini tidak pernah datang ke kafe sendirian atau pun ramai-ramai, cukup berdua bersama pasangan saja. Mereka tidak foto sana-sini, mencari koneksi, atau pun lomba makan. Tujuan mereka sederhana: makan romantis bersama orang tersayang sambil saling pandang.

Kafe adalah sarana penunjang untuk sebuah pertemuan yang romantis dan berkesan. – seidekata.wordpress.com

Jadi ngaku saja deh, kamu termasuk yang mana dari kelima tipe pengunjung kafe di atas? Yang penting.. kalau masih jonblo, jangan ngaku penganut nomor lima ya!

225
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."