Ujian Pertama Buat Kamu yang Baru Saja Menikah: Tinggal Bersama Mertua dan Ipar

Kamu yang langsung tinggal di rumah sendiri paska menikah mungkin tidak mengalaminya

2
SHARES

Di Indonesia, menikah masih dianggap sebagai sesuatu yang harus dijalani oleh setiap manusia di masa hidupnya. Ini tentu berbeda dengan anggapan orang di luar negeri yang rata-rata tidak mempermasalahkan jika seseorang memutuskan untuk tidak menikah, karena itu adalah urusan personal.

Seperti kita ketahui, setelah pernikahan terjadi, maka kita akan menjalani sebuah kehidupan yang baru. Jika di film-film banyak digambarkan bahwa pernikahan adalah sebuah momentum indah tanpa masalah di kemudian hari, pada kenyataannya ujian justru langsung datang di hari pertama kamu melepas status lajang: tinggal bersama mertua dan saudara ipar.

Buat kalian yang langsung tinggal di rumah sendiri setelah menikah, silahkan klik icon x di pojok kanan atas browser, karena artikel ini bukan untuk kalian.

Serba salah

Bagi banyak pasangan di Indonesia, tinggal bersama mertua adalah hal yang wajar, entah di rumah pihak lelaki atau di rumah pihak perempuan. Tentu ada banyak sebab yang mendasarinya, mulai dari belum punya cukup uang untuk membeli rumah sendiri, agar istri tidak kesepian saat suami bekerja, dan masih banyak alasan lainnya.

Masih ada loh, keluarga besar yang tinggal satu atap – samsung.com

Beruntunglah kamu yang memiliki mertua dan saudara ipar yang ramah dan baik. Apakah berarti yang kebagian mertua galak dan saudara ipar judes tidak beruntung? Nggak juga kok. Sebaik apapun keluarga pasanganmu menerima kehadiranmu sebagai anggota keluarga baru mereka, tetap saja ada hal-hal yang tidak bisa kamu dapatkan selain tinggal di rumah sendiri.

Bagi para lelaki, tinggal di rumah mertua akan membuat diri canggung pada bapak mertua. Ibarat kata, dalam satu goa hanya bisa diisi oleh satu singa jantan atau alpha male. Meski kamu sudah jadi kepala rumah tangga bagi keluarga kecilmu sendiri, kehadiran bapak mertua yang tentunya lebih senior soal rumah tangga akan membuatmu sungkan untuk bertindak tanpa persetujuannya.

Hubungan mertua-menantu mungkin tak seerat ayah dan anak, tapi toh bisa dikondisikan – blueprintsforbiz.com

Sedangkan bagi para perempuan, kehadiran ibu mertua cukup membuat hati mudah merasa waswas. Selain ibu mertua biasanya lebih tahu soal selera makanan suami dan lebih jago membuatkan makanan untuk seisi rumah, ada kalanya kita merasa tidak enak hati kalau suatu ketika ibu mertua menegur karena hal-hal sepele tentang kebersihan rumah, misalnya.

Belum lagi hubungan dengan saudara ipar. Biasanya sih, lebih mudah untuk cair dan berbaur dengan saudara ipar ketimbang dengan mertua. Tapi tetap saja, pasti ada gesekan-gesekan kecil yang menjadi bumbu. Apalagi kalau saudara ipar juga sudah menikah dan memiliki anak. Kondisi rumah yang ramai membuat privasi kita pun ikut berkurang.

Serba salah jika ingin menegur istri tapi ada mertua – menshealth.com

Selain hal-hal tersebut, tinggal beramai-ramai di rumah mertua juga membuat kita lebih susah dalam mengatasi permasalahan internal rumah tangga kita. Kebayang nggak, kalau seorang suami  jadi sungkan menegur kesalahan istri karena tidak enak sama mertua? Atau seorang istri canggung untuk menyediakan bekal makanan suami karena ibu mertua selalu mengkoreksi bahan-bahan dapur apa saja yang suka atau tidak disukai oleh suami?

Wuah, serba salah ya?

Keseruan mengatur rumah sesuai kemauan kita sendiri tentu lebih mengasyikkan daripada saat tinggal bersama mertua – myfancyhouse.com

Bagaimanapun juga, memiliki tempat tinggal sendiri adalah jalan terbaik bagi permasalahan ini, baik mengkontrak rumah ataupun memiliki rumah sendiri dengan mencicil. Namun sebelum itu bisa terealisasi, kita tentu harus membiasakan diri untuk lebih peka pada kondisi di sekitar dan menjalaninya sebaik mungkin. Karena jika tidak, bukan tak mungkin kita lantas stres dan susah menghadapinya.

Oh, kamu menunggu saya membagikan tips menghadapi kondisi tinggal bersama mertua? Guys, tips saya cuma satu: jalani saja!

2
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~