Teror Air Keras Novel Baswedan, Beratnya Menjadi “Orang Benar” di Indonesia

Meskipun berat, namun kita tetap harus menjadi orang benar.

431
SHARES

Lagi, teror kembali terjadi dilakukan oleh para bandit negara terhadap para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Dari awal didirikannya KPK, berbagai intimidasi, teror, dan kriminalisasi kerap menyerang KPK baik secara kelembagaan maupun secara personal para petingginya.

Bagi para koruptor, KPK adalah musuh terbesar (kabaroke.com)

Kasus terbesar yang pernah menyerang lembaga KPK ialah saat musuh para koruptor ini berhadapan dengan lembaga kepolisian. Perseteruan dua lembaga yang sama-sama menangani kasus kejahatan ini pun kemudian dikenal dengan sebutan Cicak vs Buaya. Rumitnya kasus antara keduanya bahkan sampai berjilid-jilid panjangnya.

Adapun untuk kasus terbesar yang menyerang personal petinggi lembaga KPK, ialah penangkapan Antasari Azhar. Mantan ketua KPK tahun 2007-2009, yang konon terlibat kasus pembunuhan berencana. Tidak tanggung-tanggung, ia dinyatakan sebagai otak pembunuhan kepada seorang pengusaha oleh pengadilan.

Antasari Azhar mendapat tuduhan pembunuhan (amillagus.files.wordpress.com)

Tidak kalah hebohnya dari kasus Antasari Azhar, Abraham Samad yang kala itu menjadi ketua KPK juga harus dilemahkan dengan tuduhan pelanggaran hukum yang dituduhkan kepadanya.Terbaru, kini nasib Novel Baswedan yang harus menerima resiko menjadi musuh para penjahat.

Pelemahan terhadap KPK memang sangat gencar dilakukan oleh mereka yang tentu kurang suka dengan kehadiran lembaga pembasmi korupsi ini. Cara mereka lakukan pun beraneka ragam, mulai dari yang paling halus sampai yang paling kasar. Salah satu bentuk pelemahan KPK yang sangat mencolok ialah dengan diajukannya RUU baru tentang KPK oleh anggota dewan beberapa waktu lalu.

Bentuk pelemahan KPK juga dengan melalui jalur undang-undang, yaitu melalui Revisi UU KPK (geotimes.co.id)

Salah satu isi dalam RUU KPK yang diajukan tersebut, KPK dinyatakan harus meminta izin apabila ingin melakukan penyadapan. Tentu ini hal yang lucu yang pernah kita dengar di negara tercinta kita. Bukankah dikatakan sebagai penyadapan karena pihak yang disadap tidak tahu. Lalu kalau izin terlebih dahulu bagaimana bisa melakukan penyadapan terkait hal-hal rahasia, jika yang disadap sudah tahu sebelumnya?

Pelemahan-pelemahan yang dilakukan berbagai pihak kepada KPK baik itu kepada personal para petingginya, maupun secara kelembagaan, membuat KPK banyak mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat. Karena tidak dipungkiri, kini hanya KPK yang bisa diharapkan oleh masyarakat untuk menangani kasus kejahatan pencurian uang negara yang selama ini merajalela.

Pelemahan melalui teror juga kerap dilakukan para musuh KPK (katadata.co.id)

Jika di dunia ini tidak ada yang abu-abu, dan hanya ada hitam dan putih, maka penyebutan kelompok hitam kepada para koruptor, dan kelompok putih pada KPK tidaklah berlebihan. Kelompok putih inilah mereka yang mencoba menghadirkan sebuah kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh para mafia tertinggi.

Namun sayangnya menghadirkan sebuah kebenaran di Indonesia bukanlah hal yang mudah, menjadi orang benar diantara para mafia bukanlah perkara ringan. Desakan, tuduhan, intimidasi, kriminalisasi, sampai teror kepada barisan penegak kebenaran di Indonesia sudah menjadi hal yang terdengar biasa bagi para mafia.

Munir merupakan contoh beratnya menegakkan kebenaran di bumi Indonesia (dist.brta.in)

Jika kita merunut ke belakang, sejarah kita mencatat beratnya menjadi orang benar di Indonesia. Bahkan nyawalah taruhannya, mungkin kita masih ingat dengan tewasnya Munir sang pencari keadilan, pendiri lembaga Kontras yang tewas dengan cara diracun.

Atau kita juga tentu masih ingat bagaimana Wiji Thukul sampai saat ini tidak diketahui bagaimana nasibnya setelah diculik karena gencar mengritik pemerintah, wartawan Udin yang harus merenggut nyawa karena memberitakan sebuah penyelewengan anggaran pembangunan jalan, atau Marsinah aktivis perempuan yang tewas dengan tragis akibat gerakannya yang kritis. Mereka semua adalah para penghadir kebenaran di negara kita.

Meskipun berat, namun menengakkan kebenaran pasti bisa dilakukan dengan kita bersama berada di jalur kebenaran (jurnalasia.com)

Menjadi orang yang mencintai kebenaran dan berjalan di jalur yang benar memang tidak mudah. Dari rayuan sampai ancaman selalu mengiringi langkah perjuangan mereka. Tentu kita tidak mau nasib KPK sama halnya dengan Munir, Wiji Thukul, Udin, dan Marsinah yang harus menyerah dalam menegakkan kebenaran. Mungkin sudah saatnya kita semua turut berada dibarisan mereka, agar beratnya menjadi orang benar di Indonesia menjadi ringan dengan kita pikul bersama.

431
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,