Terkadang, Kamu Perlu Jadi Orang Egois Demi Mewujudkan Keinginan

Selama egoismu tidak merugikan orang lain, kenapa tidak?

Selama ini sifat egois selalu mendapat penilaian negatif dari banyak orang. Orang egois biasanya ingin menang sendiri, tidak peduli kepada orang lain dan berani melakukan banyak cara agar keinginan pribadi terpenuhi, meski harus mengorbankan kepentingan orang sekitar.

Terkadang egois itu perlu (pexels.com)

Namun nyatanya, egois tidak selalu buruk. Bahkan terkadang kamu perlu jadi egois untuk membahagiakan diri sendiri dan mencapai keinginan. Tergantung bagaimana kamu menempatkan sifat egois tersebut.

Berikut ini ada beberapa alasan kenapa kamu perlu sifat egois dalam diri. Agar kamu tak merasa bersalah lagi jika menempatkan kepentingan diri di atas kepentingan orang lain.

Punya banyak waktu untuk hal yang kamu suka

Membantu dan meringankan beban orang lain memang perbuatan yang mulia, namun bukan berarti kamu harus selalu mengatakan “iya”. Jangan merasa bersalah ketika kamu mengatakan “tidak”. Kamu berhak mengatakannya jika memang tidak bersedia atau tidak bisa membantu.

Punya banyak waktu untuk hal yang kamu suka (pexels.com)

Selalu meng-iya-kan kehendak orang lain membuat kamu melupakan diri sendiri. Coba mulai pilah-pilih mana yang harus kamu bantu dan mana yang tidak. Hingga kamu bisa memiliki waktu lebih untuk mengenal diri dan melakukan apa saja yang kamu sukai.

Bisa menentukan jalanmu sendiri

Sikap egois terkadang bisa membantu untuk mengenali diri sendiri. Mana saja hal yang kamu inginkan dan mana yang tidak. Dengan begitu kamu bisa menentukan langkah apa yang harus diambil agar bisa sampai ke tujuan.

Bisa menentukan jalanmu sendiri (pexels.com)

Selalu mengikuti kehendak orang lain dan mementingkan mereka di atas kepentingan sendiri bukan hal yang baik. Apalagi hanya pasrah, menerima, dan membiarkan mereka mengatur hidupmu. Sesekali egois akan membantu agar kamu bisa mengambil jalanmu sendiri.

Bisa membedakan prioritas dan yang bukan

Dalam hidup, penting untuk menentukan mana yang akan dijadikan prioritas, dan mana yang harus di nomor duakan. Kamu tidak bisa menempatkan semua hal di urutan atas daftar prioritas. Kalau kamu bisa mengerti dan memahami hal apa saja yang harus diprioritaskan demi kebahagiaan, artinya kamu telah menjalani hidup seimbang.

Bisa membedakan prioritas dan yang bukan (urbanwomen.org)

Dengan adanya urut-urutan prioritas, kamu bisa mengatur langkah sesuai keinginan. Kamu juga akan merasa nyaman dengan diri sendiri dan meningkatkan rasa percaya diri. Yang lebih penting, prioritas bisa membuat kamu lebih adil dengan diri sendiri dan orang lain.

Lebih berprestasi

Mungkin ketika bekerja dalam satu tim, sudah menjadi kewajiban bagimu memikirkan orang lain yang tergabung dalam satu tim. Namun ketika bekerja secara individu, di situlah terkadang egois diperlukan. Selalu memikirkan orang lain justru akan membuat kamu kehilangan kesempatan berharga dan prestasi yang mungkin diraih!

Lebih berprestasi (pixabay.com)

Fokus saja dengan pekerjaan dan pikirkan dirimu terlebih dahulu. Baru ketika kamu selesai dengan diri sendiri, bantu orang lain yang sekiranya kamu mampu melakukannya. Nggak ada yang salah kok fokus dengan diri sendiri, selama persaingan masih sehat.

Selama dalam jalur yang tepat, egois perlu kamu lakukan demi terwujudnya keinginan. Dengan catatan, jangan sampai egoismu merugikan orang lain, ya!

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Sebut PAUD Sebagai Bisnis Mengatasnamakan Pendidikan Anak, Cuitan Dokter Ini Menuai Kontroversi

5 Kekeliruan Budaya di Sekolah yang Membuat Siswa Justru Tidak Semakin Pintar