Terima Kasih untuk Mantan, Saat Ini Aku Telah Bahagia

Jadikan pengalaman dengan mantan sebagai pelajaran untuk membuat hidupmu lebih bahagia lagi.

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, hal itu bisa jadi adalah sebuah kebenaran. Pasti ada alasan dan hikmah di balik sesuatu hal, bahkan jika itu adalah pertemuan yang tidak disengaja. Saat kita mengalami kegagalan dalam percintaan, kita masih bisa belajar hal yang lebih besar dari rasa sakit yang kita rasakan.

Urusan cinta memang sangat kompleks, dalam satu waktu bisa menyebabkan sebuah kebahagiaan yang meluap-luap dan memenuhi diriku dengan semangat. Kemudian pada waktu yang lain bisa membuat aku merasakan duka yang hebat. Egois sudah menjadi sifat alami manusia. Ya, di awal hubungan mungkin aku hanya ingin kebahagiaan orang yang aku cintai, biar dia hanya diam, bahkan jika dia mengabaikanku aku masih tetap menganggapnya segala-galanya.

Mantan [via loveizlyf.blogspot.com]
Mantan [via loveizlyf.blogspot.com]
Tapi, lama-lama aku menggugat diriku sendiri. Aku juga butuh cinta itu. Aku butuh diperhatikan, sama seperti aku memperhatikan dirinya. Dia yang saat ini telah menjadi mantan kekasihku, memang pernah menorehkan duka yang tak mudah kusembuhkan. Butuh beberapa waktu, sampai bisa seperti sekarang ini. Tak lagi mengingat dirinya sebagai kenangan buruk dan penyebab rasa sakit hati, tapi sebagai orang yang pernah aku cintai.

Terus mengingat kenangan buruk tidak akan banyak membantu, justru makin membelenggu diri dan menjauhkanku dari kata move on. Ya aku harus jujur, bahwa aku selalu merasa nyaman di dekat dia, orang yang pernah aku cintai. Terlepas dari semua tingkah buruknya yang kadang sangat bikin jengkel, aku tak pernah protes karena memang sejak hati ini memilihnya, aku sudah menerima dia satu paket baik dan buruknya.

Mantan [via pexels.com]
Mantan [via pexels.com]
Merawat cinta memang bukan perkara yang mudah, tak semua orang bisa melakukannya. Sebagai bukti, aku sendiri gagal melakukannya hingga sekarang aku memiliki deretan mantan yang pernah mengisi hatiku. Untuk mantan-mantanku, orang yang pernah menjadi pujaan dan sumber semangat serta kebahagiaanku, kali ini aku ingin mengucapkan terima kasih. Tentu saja bukan karena rasa sakit dan pengkhianatan kalian, tapi karena pelajaran dan pengalaman berharga yang tak mungkin bisa aku dapatkan selain dari kalian.

Mantan [via hipwee.com]
Mantan [via hipwee.com]
Untuk cinta pertamaku, yang mengajarkan bagaimana rasanya memiliki dan rasa takut kehilangan yang kadang menjadi-jadi, terima kasih karenamu aku belajar untuk tidak berlebihan dalam mencintai. Ya, memang sebelum mencintai orang lain kita harus mencintai diri sendiri bukan? Untuk mantan-mantanku yang lain aku juga banyak belajar dari kalian. Mulai dari menghormati hingga rasa ingin menjaga yang kadang kalian salah artikan sebagai sikap protektif yang berlebihan. Tidak, sebenarnya tidak seperti itu, asal kalian tahu aku hanya tidak ingin kehilangan.

Ya kadang aku berpikir jika Tuhan memiliki cara tersendiri untuk memberikan pelajaran. Pada akhirnya saat masalah datang hanya ada beberapa pilihan kamu membiarkan masalah itu menghancurkanmu atau mengubahnya menjadi hal yang menguatkanmu.

Written by Titasya Anugraheni

Titasya Anugraheni

She's busy with her life goals: living life to the fullest. a sky lover, sunrise hunter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *