Ingin Hubungan Langgeng? Gunakan Teori Layangan Saat Menghadapi Permasalahan Hubungan

Saling memahami merupakan kunci utama dari teori layangan.

Dalam menjalani hubungan, berbagai persoalan bisa datang kapan saja untuk menguji kekuatan cinta yang kamu bangun. Banyak yang gagal melewati ujian tersebut namun tidak sedikit yang berhasil menaklukannya dan tetap melanjutkan hubungan.

Pertengkaran dalam hubungan [via jenningswire.com]
Menurut seorang akademisi psikologi di Bina Nusantara University , Muhammad Nanang Suprayogi mengatakan, ada perbedaan antara pria dan wanita saat keduanya sedang menghadapi persoalan.

Menurut Nanang, wanita cenderung menggunakan perasaan dalam menghadapi persoalan, hal ini mengakibatkan wanita lebih banyak berbicara dan mudah marah.

Wanita lebih dominasi menggunakan emosi (vebma.com)

Sebaliknya, pria cenderung menggunakan nalar dan logika saat ia sedang menghadapi persoalan. Maka tidak heran para pria lebih banyak berfikir saat menghadapi masalah daripada terus berbicara.

Jika antara pria dan wanita sedang bertengkar, itu artinya ada dua dominasi yang coba saling menguasai. Yakni dominasi emosional atau perasaan, dan dominasi logika atau nalar. Jika keduanya tidak ada yang mau mengalah, maka pertengkaran tidak pernah selesai.

Saling memberikan kesempatan untuk meluapkan apa yang dipikirkan (pexels.com)

Nanang menambahkan, antara pria dan wanita harus sama-sama memahami teori layangan dalam hubungan. Yakni saling mengulur dan menarik saat terjadi perselisihan. Maksud dari saling tarik ulur ialah, saat wanita sedang marah dan banyak bicara, pria sebaiknya memberikan kesempatan untuk wanitanya meluapkan emosinya.

Setelah emosi wanita mulai menurun, pria harus sedikit lebih tegas mengemukakan pendapatnya. Namun ingat, tegas tidak berarti kasar, sebab jika terlalu kasar yang ada layangan akan putus.

dengan teori layangan, persoalan akan terselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan (kitamuda.id)

Disinilah pentingnya teori layangan dalam sebuah hubungan. Saling tarik ulur perasaan dan logika namun tidak saling mematahkan. Jika keduanya sama-sama menggunakan teori ini, maka keduanya saling memberikan kesempatan dan ruang kepada kekasihnya untuk saling mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Teori layangan dalam hubungan juga diamini oleh Psikolog Tanti Diniyanti, sebagaimana dimuat dalam laman msn.com, menurutnya, sebenarnya saat pasangan sedang bertengkar mereka hanya butuh dimengerti. Untuk memahami pasangan kita, hal yang terbaik untuk kita lakukan ialah dengan memberinya kesempatan untuk mengungkapkan segala apa yang ia rasa.

Kebanyakan pertengkaran dalam hubungan hanya ingin dimengerti (manuvr.co)

Dengan begitu, kedua belah pihak akan saling memahami apa yang masing-masing inginkan. Pada akhirnya, penyelesaian dan pencarian solusi dalam hubungan juga akan lebih mudah ditemukan.

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *