Tentang Anak-Anak dan Pertanyaan Sulit Mereka yang Membuat Kita Bingung Menjawabnya

Jangan sebal kalau anak terkesan cerewet dan banyak tanya. Merupakan tugas kita sebagai orang tua untuk membantunya menemukan jawaban

Terkadang, perlu trik tersendiri saat menghadapi anak-anak. Pasalnya, anak-anak laksana spons yang menyerap segala macam pengetahuan baru dari sekelilingnya. Tak heran jika kita lantas sering merasa kesulitan untuk menjawab aneka pertanyaan yang mereka lontarkan.

Meski begitu, jangan menyuruh anak untuk berhenti bertanya walaupun pertanyaan yang diajukan sering terasa aneh. Mereka punya dunianya sendiri yang masih luas akan imajinasi. Mungkin kalian cukup familiar dengan pertanyaan-pertanyaan aneh berikut ini, namun jangan khawatir tidak mampu menjawabnya, karena kita bisa memberikan jawaban yang mudah dicerna namun tetap ada pesan edukasi di dalamnya.

Mengapa anak dilahirkan?

Katakan padanya bahwa kehadirannya emang kitaharapkan (shutterstock)

Saya yakin, ada banyak anak di luar sana yang bertanya kepada orang tuanya tentang alasan ia dilahirkan. Pertanyaan ini sebenarnya sederhana, jadi jangan memberikan jawaban yang justru membuatnya bingung. Jangan pula bercanda dengan mengatakan bahwa ia dikirimkan Tuhan melalui perantara burung bangau seperti di banyak film kartun. Katakan apa adanya, dan yakinkan bahwa ia hadir karena kita inginkan. Tunjukkanlah kasih sayang saat menjawab pertanyaan ini, agar anak tahu bahwa ia memang dicintai dan orang tuanya punya alasan kuat akan kehadirannya.

Kenapa ada teman yang tak menyukainya?

Dalam hubungan antar anak kecil, pertengkaran adalah hal yang lumrah terjadi. Namun tak semua anak bisa memahaminya. Mungkin ia akan heran, kenapa seluruh anggota keluarga mencintainya namun justru teman bermainnya malah membenci dia dan tidak ingin bermain bersamanya. Orang tua bisa memberikan analogi ringan dengan hal-hal kesukaan dan ketidak-sukaannya.

Jika ada teman yang tidak menyukainya bukan berarti ia adalah anak yang layak dibenci (Depositphotos)

Anak mungkin menyukai coklat dan membenci sayuran. Tapi itu tak membuat sayuran lantas buruk karena selalu ada kebaikan dalam hal yang kita benci sekalipun. Begitu juga dengan hubungan pertemanan. Teman anak yang membenci atau memusuhinya tidak membuat anak kita lantas jadi sosok yang buruk, bukan? Selama anak bisa memahami analogi sederhana ini, ia tidak akan jatuh menjadi seseorang yang pembenci pula.

Kenapa orang dewasa berbohong? Katanya bohong itu tidak boleh?

Kenapa ortu berbohong meski tahu bohong itu salah? (youtube)

Ingatlah bahwa anak-anak belum bisa memahami konsep ‘berbohong demi kebaikan’. Jadi jangan menggunakan penjelasan tersebut agar anak tidak merasa mendapat pembenaran untuk berbohong. Katakanlah padanya bahwa orang dewasa juga bisa salah, termasuk dengan melakukan kebohongan. Tunjukkanlah pada mereka bahwa kita menyesal telah berbohong agar anak tahu bahwa berbohong tetaplah sebuah hal yag tidak baik.

Mana lebih baik, anak-anak atau orang dewasa?

Mana lebih baik, orang dewasa atau anak-anak?
(youtube)

Dari apa yang dilihatnya di sekeliling, banyak anak menganggap bahwa menjadi orang dewasa lebih baik ketimbang menjadi anak-anak. Jelaskan padanya bahwa baik anak kecil maupun orang dewasa tidaklah lebih baik atau lebih buruk satu sama lainnya. Ajarkan padanya bahwa orang dewasa pun dulunya juga anak anak sama seperti mereka.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *