7 Tempat Wisata yang Menghiasi Uang Rupiah Baru

Pasti kamu nggak merhatiin ini ya?

7
SHARES

Kamu pasti sudah tahu kalau Bank Indonesia baru saja meluncurkan uang baru, tepatnya tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Uniknya, uang kertas yang dikeluarkan BI itu memuat lebih banyak gambar yang mewakili Indonesia, yakni pahlawan nasional, pemandangan alam, kesenian, serta flora asli Indonesia.


idntimes.com
idntimes.com

Nah, pada ketujuh pecahan uang kertas baru itu, ada foto tujuh lokasi wisata spektakuler yang tersebar di seluruh wilayah NKRI. Mana saja?

1. Wayag, Raja Ampat

Pada pecahan uang kertas Rp 100.000, terlihat panorama bukit karst Wayag, Raja Ampat. Wayag memang menjadi ikon dari lokasi wisata Raja Ampat di Papua Barat. Untuk berkunjung ke sana, diperlukan waktu hingga delapan jam perjalanan via laut dari Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat.

kompas.com
kompas.com

Sedangkan untuk mendapat foto pemandangan yang sama persis seperti pada uang Rp 100.000 itu, masih diperlukan waktu dua jam lagi untuk mendaki puncak bukit karst. Perjalanan yang panjang memang, namun akan terbayar lunas oleh pemandangan yang mengagumkan.

2. Pulau Padar, Taman Nasional Komodo

Rasanya kurang afdol jika berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tanpa berkunjung ke Pulau Padar. Karenanya, keindahan panorama Pulau Padar ini diabadikan pada uang kertas Rp 50.000 terbaru.

kompas.com
kompas.com

Untuk mencapai puncak Pulau Padar, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit pendakian. Pulau Padar terkenal dengan pink beach-nya, yaitu pasir dengan rona warna merah jambu hasil dari pecahan karang.

3. Kepulauan Derawan

Destinasi wisata yang termasuk di kawasan Provinsi Kalimantan Timur ini kaya akan pesona bahari. Foto yang ditampilkan pada pecahan uang kertas Rp 20.000 adalah penginapan di atas air dan penyu yang dapat dengan mudah di temui di berbagai pulau di Kepulauan Derawan seperti Pulau Maratua, Sangalaki, dan Kakaban.

disbudpar.beraukab.go.id
disbudpar.beraukab.go.id

Selain itu, Kepulauan Derawan juga terkenal sebagai spot terbaik untuk melihat manta, spesies ubur-ubur yang tak menyenga.

4. Taman Nasional Wakatobi

Sebagai lokasi yang diklaim sebagai Segitiga Karang Dunia, maka tidak heran jika pemandangan bawah laut Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dimuat pada pecahan uang kertas Rp 10.000. Pada uang itu, tampak gambar seorang penyelam yang sedang menikmati karang dan anemon Taman Nasional Wakatobi dengan siluet warna ungu, biru, dan oranye.

kompas.com
kompas.com

Wakatobi adalah singkatan dari Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko. Keempat pulau itu memiliki pesona ciri khas keindahan alam bawah laut masing-masing.

5. Gunung Bromo

Panorama Gunung Bromo di Jawa Timur memang mampu memberi kesan magis hingga akhirnya menghiasi uang kertas Rp 5.000. Menurut penduduk setempat dan para pelancong, waktu terbaik untuk mengunjungi Gunung Bromo adalah saat matahari terbit.

kompas.com
kompas.com

Foto pada uang kertas ini diambil dari titik puncak penanjakan satu. Tampak kabut tipis perlahan terbuka dan menawarkan eksotisme Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Kursi, dan Gunung Semeru.

6. Ngarai Sianok

Pada pecahan uang kertas Rp 2.000, terlihat foto Ngarai Sianok yang terletak di Bukittinggi, Sumatera Barat. Ngarai Sianok sebenarnya merupakan hamparan lembah curam yang terbelah karena pergerakan lempeng bumi.

kompas.com
kompas.com

7. Banda Neira

Destinasi wisata terakhir adalah Banda Neira, Provinsi Maluku yang diabadikan pada pecahan uang kertas Rp 1.000. Banda Naira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda, dan merupakan pusat administrasi Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

kompas.com
kompas.com

Di pulai ini terdapat Gunung Api yang juga disebut sebagai Gunung Banda Api, dengan tinggi 641 meter di atas pemukaan laut.

7
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."