Sebenarnya, Teman Satu pun Cukup Asal Selalu Ada Ketika Suka dan Duka. Kenapa?

Jadi, berapa banyak teman yang kamu punya?

Bagi sebagian orang, memiliki banyak teman merupakan suatu kebanggaan. Apalagi jika teman tersebut berasal dari berbagai daerah dan latar belakang yang berbeda-beda. Dengan memiliki banyak teman, kamu akan merasakan banyak sekali manfaatnya. Bukan hanya untuk berbagi cerita atau hang out bersama, tapi juga bisa jadi penolong ketika kamu kesulitan.

Punya banyak teman (beliefnet.com)

Meski begitu, banyak juga orang yang merasa nyaman meski hanya memiliki satu atau dua teman saja. Sebenarnya, jumlah atau kuantitas teman bukanlah hal yang terlalu penting. Yang harus diperhatikan adalah kualitas dari teman-temanmu itu. Karena akan percuma jika kamu memiliki banyak teman namun selalu memberikan dampak negatif terhadap hidupmu.

Sejatinya, teman satupun tak masalah asal bisa menjaga rahasia, selalu ada saat suka dan duka, dan bisa memberikan dampak positif kepada hidupmu.

Mereka adalah pendengar yang baik

Apa senangnya punya banyak teman jika diantara mereka tidak ada yang mau mendengarkan kamu? Bukankah lebih baik punya satu atau dua yang selalu siap mendengar apapun keluh kesahmu? Teman yang terbiasa mendengar keluh kesahmu biasanya akan lebih mudah memahami kamu. Sehingga mereka lebih mampu memberi solusi dan membantu memecahkan masalah yang kamu hadapi.

Mereka adalah pendengar yang baik (moorematt.org)

Memiliki teman yang seperti ini biasanya akan membuat kamu merasa nyaman. Mengapa? Karena kamu bisa jadi diri sendiri. Bisa bercerita dan mengeluarkan semua uneg-uneg tanpa harus merasa risih. Mereka juga sudah paham tentang kamu hingga tak ada yang harus di khawatirkan.

Lebih mudah menemukan sahabat sejati

Ada beberapa perbedaan yang bisa kamu temukan antara teman dan juga sahabat. Seorang teman mungkin bisa mendengarkan dan bercerita tentang apapun tapi mereka tak bisa sepenuhnya memahami kamu. Namun sahabat adalah orang yang mampu memahami bahkan menerima sisi terburukmu sekalipun. Sahabat bisa mengerti kamu luar dalam dan menerima kamu apa adanya.

Lebih mudah menemukan sahabat sejati (buzzle.com)

Kamu bisa saja mudah mencari banyak teman, namun akan sangat sulit menemukan satu sahabat. Semakin kamu berteman dengan sedikit orang, maka lebih mudah menemukan seorang sahabat.

Satu teman berkualitas lebih baik daripada banyak namun tidak ada rasa peduli

Ada anggapan bahwa seseorang yang memiliki banyak teman hidupnya jauh lebih menyenangkan. Padahal belum tentu seperti itu. Karena percuma jika memiliki banyak teman namun tidak ada satupun yang peduli. Jika mereka hanya datang ketika butuh dan menghilang ketika dibutuhkan, apa gunanya?

Satu teman berkualitas lebih baik daripada banyak namun tidak ada rasa peduli (hips.hearstapps.com)

Akan jauh lebih baik memiliki satu teman namun berkualitas. Teman yang selalu ada ketika suka duka, ketika kamu membutuhkan bantuan. Teman yang selalu memahami kamu bahkan lebih dari dirimu sendiri. Teman yang dengan setia mendengar cerita dan curhatmu yang itu-itu saja. Meski kamu hanya memiliki satu, rasanya akan sangat cukup jika temanmu itu memiliki sekian kualitas tersebut.

Memiliki sedikit teman, bukan berarti kamu kurang pergaulan

Agar bisa masuk dalam lingkungan pergaulan, kamu tidak membutuhkan topeng atau menjadi orang lain agar disenangi. Untuk apa punya banyak teman namun kamu tak bisa menjadi diri sendiri? Memiliki sedikit teman dirasa lebih baik karena kamu bisa jadi dirimu sendiri apa adanya.

Memiliki sedikit teman, bukan berarti kamu kurang pergaulan (friendntown.com)

Karena tidak semua orang bisa memahami kamu maka pilihlah mereka yang bersedia melakukannya. Kamu bisa bebas berekspresi tanpa takut dihakimi. Bahkan kamu bisa membangun pertemanan solid yang bertahan lama dan bisa dikenang.

Oleh karena itu, tak perlu khawatir hanya karena kamu memiliki satu atau dua teman saja. Karena jika mereka selalu ada untukmu ketika suka dan duka, itu sudah lebih dari cukup. Bahkan kamu bisa lebih bahagia daripada mereka yang punya banyak teman namun tak bisa saling memahami.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *