Ramai Kontroversi, Televisi Media Hiburan yang Sudah Tidak Lagi Menghibur?

Kembalikan acara hiburan seperti dulu pak!

Televisi sebagai salah satu media massa paling populer di Indonesia, sepertinya sedang menghadapi krisis kepercayaan dari publik. Pasalnya dengan semakin menurunnya kualitas tayangan di layar kaca kita, serta semakin jelasnya arah kepentingan yang ada di media massa yang satu ini, membuat publik semakin tida tertarik dengan televisi.

Baca juga : Meski Lulusan SD, Wartawan Senior Ini Disegani Oleh para Jurnalis Indonesia Karena Kemampuannya

rri.co.id

Laiknya media massa yang lainnya, televisi juga memiliki fungsi sebagai media hiburan, kontrol sosial, pendidikan, dan penyampai informasi. Namun dewasa ini sepertinya televisi tidak proposional dalam menayangkan keempat fungsi tersebut, yang paling terasa ialah fungsi pendidikan dari televisi yang hanya mendapatkan sedikit tempat buat acara-acaranya. Permasalahan yang lain ialah ketika fungsi hiburan televisi kini dinilai tidak lagi menghibur.

Terlalu banyaknya persoalan yang menjerat media televisi, baik persoalan wartawan yang terindikasi bergulat dengan dunia perpolitikan, yang mana seharusnya media massa sebagai penyambung lidah rakyat harus netral dalam persoalan politik, sampai drama sensasi kontroversi para artis yang justru tidak menunjukkan sebuah prestasi, menjadikan televisi kini tidak lagi mencerminkan sebuah media yang berfungsi sebagai hiburan.

aoadenver.com

Lebih tragis, acara hiburan pun diwarnai sebuah kontroversi dan ketegangan. Mungkin kita masih ingat dengan keributan antara Vicky prasetyo dengan komedian Kiwil di acara lawak yang tayang di stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu, dalam keributan tersebut kedua figur publik tersebut bahkan hampir adu jotos, sebelum akhirnya dipisahkan oleh para pemain yang lainnya.

Terbaru, panggung hiburan dangdut kita dihebohkan dengan pertengkaran dua artis dangdut yang sama-sama mengklaim dirinya paling benar. Pedangdut Dewi Persik dan Nassar terlibat adu mulut di acara dangdut yang disiarkan secara live. Sangat disayangkan memang, acara yang bersifat hiburan tersebut justru berubah menjadi tontonan yang tidak layak untuk menghibur diri.

okezone.com

Bahkan Dewi Persik sempat terekam mengucapkan kata-kata kotor dan keras kepada Nassar. Acara yang ditayangkan secara langsung dan tidak menutup kemungkinan banyak ditonton anak-anak tersebut harus menjadi bahan adu argumen dan umpatan. Di luar dua kejadian keributan tersebut merupakan  settingan atau tidak, namun kejadian tersebut tentu sangatlah tidak mendidik dan sangat tidak tepat dimasukkan ke dalam acara hiburan, terlebih acara tersebut ditayangkan secara live.

Tidak cukup disitu, jenis hiburan yang lainnya seperti lawakan juga tidak mencerminkan sebuah hiburan yang sehat. Masih banyaknya lawakan yang mengumbar aib orang, mencela fisik orang, sampai lawakan yang bersifat seksis seakan menjadi hal yang lumrah. Padahal tentu masyarakat menginginkan lawakan tanpa sebuah hinaan dan pelecehan.

ambersons.com

Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang erat menjunjung tinggi budaya timur dan terkenal sopan dan santun, tentu banyak yang merasa “risih” dengan hiburan semacam itu. Dengan kondisi televisi yang tidak berimbang dalam memberikan informasi, serta kurang mendidik dalam memberikan hiburan, tidak menutup kemungkinan televisi lambat laun akan ditinggalkan para penontonnya.

lakeybanget.com

Mungkin sebagian kita merindukan tayangan tahun 2000an yang menampilkan hiburan dengan tontonan yang benar-benar menghibur. Sinetron Si Doel Anak Sekolahan, Berpacu Dalam Melodi, Spontan, dan Akademi Fantasi merupakan acara hiburan yang murni menghibur tanpa ada unsur kontroversi dan mencari sensasi.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Demi Harga Dirimu Sebagai Cowok, Jangan Lakukan 6 Hal Ini Terlalu Sering ke Cewekmu

Keluar dari Pakem, 5 Judul Skripsi Ini Pasti Bikin Kamu Ngakak