Saking Canggihnya, Teknologi AI Kini Bisa Prediksi Kematian Seseorang! Akurat Nggak ya?

Meskipun ajal masih menjadi msiteri, namun dengan teknologi ia bisa sedikit dimengerti!

Kemajuan teknologi memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Perkembangannya yang cukup pesat melahirkan beberapa temuan-temuan baru yang sedikit banyak membantu pekerjaan manusia. Terbaru, sebuah teknologi berbasis artificial inteligent (AI) atau kecerdasan buatan, diklaim mampu mendeteksi kapan seseorang akan meninggal dengan akurasi hampir 100%.

AI memprediksi kapan orang mati dengan akurasi tinggi (hallosehat.com)

Cara bekerja AI dalam mendeteksi kapan seseorang akan meninggal pun cukup singkat. Dalam sebuah uji coba yang dilakukan para ilmuan Amerika, mereka melibatkan sekitar 216.000 pasien dewasa di dua rumah sakit di AS. Pada penelitian ini, para ilmuan hanya membutuhkan data catatan kesehatan elektronik pasien yang kemudian akan dianalisa oleh AI.

AI dalam mendetksi kondisi pasien sangat canggih (selular.id)

Hasilnya, AI akan mengeluarkan beberapa laporan terkait kondisi para pasien. Mana yang akan dirawat paling lama, mana yang kemungkinan besok bisa sembuh dan keluar dari rumah sakit, sampai mana yang kemungkinan terselamatkannya sangat sedikit. Yang terkeren, algoritma AI juga bisa memprediksi berapa lama pasien akan dirawat sampai kematiannya tiba.

AI secara akurat memberikan laporan kondisi pasien (img.tek.id)

Dalam laporannya yang termuat dalam Fox News, Rabu, (20/062018), tim peneliti mengatakan jika akurasi yang diperoleh oleh AI mencapai 95 %. Oleh karena itu, mereka berencana menambahkan domain penelitian lebih banyak. Seperti standar perawatan yang harus diberikan pada pasien dalam kondisi tertentu, penanganan yang sebaiknya diambil, dan diagnosa yang lebih dalam.

Dalam sebuah study kasus, AI berhasil memprediksi kematian pasien kanker payudara secara akurat. Bahkan, 2 bulan waktu yang dilaporkan AI sebagai batas akhir kehidupan pasien tersebut pun ternyata tepat.

AI berhasil mendetksi seluruh kemungkinan yang terjadi pada pasien (medtech.id)

Pada dua rumah sakit yang menjadi penelitian, para ahli mendapatkan keakuratan pada rumah sakit pertama sebesar 95%. Sedangkan pada rumah sakit yang kedua tingkat keakuratan sebesar 93%. Perbedaan angka tersebut memang dipengaruhi oleh kelengkapan data catatan medis elektronik pasien di masing-masing rumah sakit.

AI ditakutkan dijadikan sebagai alat mencuri kondisi kesehatan seseorang (daily.oktagon.co.id)

Namun meskipun keterlibatan teknologi AI dalam dunia medis cukup membantu, namun American Medical Association merasa khawatir atas hal ini. Mereka berpendapat kehadiran AI nantinya hanya akan “menakut-nakuti” pasien yang memiliki harapan hidup sedikit. Mereka beranggapan, jika seharusnya data yang diperoleh tetap tidak diberikan kepada pasien, apapun hasilnya.

Tim medis yang hanya berhak menggunakan dan mengetahui laporan AI (teknologi.id)

American Medical Association menilai, kehaidran AI memang sangat membantu dalam dunia medis, dan teknologi tersebut bisa digunakan. Namun mereka menekankan pentingnya pengawasan dari pemerintah terutama dalam soal data privacy pasien. Hanya tim medis lah yang boleh mengetahui hasilnya.

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *