7 Hal Paling ‘Gendeng’ yang Bisa Kita Kaji dari Teaser Wiro Sableng

#SIAPSABLENG

Wiro Sableng telah kembali! Ya, salah satu film paling dinantikan kehadirannya, Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, telah merilis teaser resmi pertama pada 27 Desember 2017 lalu. Netizen pun dibuat heboh dengan video yang berdurasi tak lebih dari 30 detik itu.

Meski begitu, tak banyak yang tahu bahwa sebelumnya Lifelike Pictures telah mengunggah tiga video singkat Wiro Sableng via YouTube. Isinya, tentang proses di balik layar pembuatan film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko (sutradara Filosofi Kopi dan Bukaan 8) itu.

Maka, menjadi sangat menarik mengetahui bagaimana akhirnya tokoh-tokoh yang katanya berasal dari seri buku berbeda menjadi kesatuan cerita utuh dalam satu film. Berdasarkan teaser, berikut 10 hal menarik yang ada dalam film yang pemeran utamanya adalah Vino G. Bastian itu.

1. Kalingundil

Teaser diawali oleh penampakan pasukan berkuda membawa obor. Di tengah pasukan itu, terlihat Kalingundil yang diperankan Dian Sidik, yang merupakan tangan kanan Mahesa Birawa. Adegan selanjutnya memperlihatkan mereka memasuki perkampungan dan membakar sebuah rumah.

Teaser diawali oleh penampakan pasukan berkuda yang dipimpin oleh Kalingundil. | youtube.com

Kampung itu diyakini bernama Jatiwalu, tempat tinggal Ranaweleng dan Suci yang merupakan orang tua Wiro Saksono atau Wiro Sableng.

2. Wiro Sableng cilik

Saat pasukan berkuda memasuki kampung, terlihat seorang bocah berteriak tepat di depan sebuah rumah yang terbakar. Dari wajahnya, terlihat jelas dia adalah Abirama Putra Andresta yang didapuk untuk memerankan Wiro kecil.

Wiro cilik berdiri tepat di depan sebuah rumah yang terbakar. | youtube.com

3. Ranaweleng dan Suci

Setelah penampakan Wiro kecil, adegan berikutnya memperlihatkan seorang pria berteriak dengan posisi tubuh terjatuh di tanah. Sedangkan shot lainnya memperlihatkan seorang wanita yang disandera oleh seorang pria di belakangnya.

Dua sosok kabur yang diyakini sebagai Ranaweleng dan Suci. | youtube.com

Kedua scene itu sama-sama dikaburkan, hanya jari-jari tangan mereka yang menjadi titik fokus kamera. Kemungkinan besar mereka adalah Ranaweleng (Marcell Siahaan) dan Suci (Happy Salma).

4. Sinto Gendeng

Sinto Weni atau Sinto Gendeng merupakan guru Wiro Sableng. Dia pula yang mengasuh Wiro sejak tragedi Jatiwalu. Aksesori khas dari tokoh ini selain tongkat adalah tusuk kondenya yang berjumlah lima. Berdasarkan cerita, kelima tusuk konde itu menancap langsung ke batok kepala.

Sinto Gendeng yang begitu khas dengan lima tusuk konde yang menancap di batok kepalanya. | youtube.com

Dalam teaser juga diperlihatkan lima tusuk konde Sinto Gendeng saat melatih Wiro Sableng di puncak Gunung Gede. Ruth Marini, seorang seniman teater asal Lampung yang terbiasa tampil monolog, terpilih untuk memerankan tokoh wanita tua ini.

5. Rajah 212

Angka 212 yang menghiasi dada Wiro Sableng memiliki makna bahwa dalam kehidupan selalu melekat dua unsur yang saling berpasangan, namun semua bersumber pada Yang Maha Esa.

Rajah 212 yang penuh filosofis di dada Wiro Sableng. | youtube.com

Berlandaskan filosofi hidup itu, maka Sinto Gendeng pun membuatkan rajah 212 menggunakan 36 jarum putih yang keluar dari gagang Kapak Maut Naga Geni. Tato bertuliskan angka yang sama juga menghiasi telapak tangan kanan Wiro. Sinto membuatnya dari 24 batang jarum hitam.

6. Kapak Maut Naga Geni

Kapak Maut Naga Geni merupakan senjata andalan Wiro Sableng. Ada makna filosofis tersendiri dibalik kapak bermata dua dengan pegangan lurus dan ujung gagang berhias kepala naga menghadap ke bawah itu.

Kapak Maut Naga Geni pun tak kalah filosofis dengan angka 212. | youtube.com

Dua adalah perwujudan unsur yang selalu berpasangan, sedangkan gagang kapak yang lurus bermakna Tuhan Yang Maha Esa. Kepala naga menghadap ke bawah dengan mulut terbuka menandakan keberanian, namun selalu bersikap rendah hati. Sebuah prinsip yang harus dipegang seorang pendekar sejati.

7. Ikat kepala

Wiro Sableng mengenakan ikat kepala yang ujungnya membentuk ekor segitiga yang tidak diletakkan tepat di bagian belakang kepala, namun sedikit ke arah kanan sebagai perwujudan mengikat pikiran ke arah positif. Simbol ekor berbentuk segitiga sendiri mengandung makna bahwa sifat baik akan menghasilkan suatu kelebihan.

‘Sifat baik akan menghasilkan suatu kelebihan’ divisualisasikan dengan baik dalam bentuk ikat kepala oleh Wiro Sableng. | youtube.com

Hm.. jadi nggak sabar kan nunggu filmnya rilis?

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

One Ping

  1. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *