5 Tanda Orang Sudah Terpapar Radikalisme di Kampus, Temanmu Ada yang Kena Ngga?

Radikalisme harus diberantas, karena bisa mengancam keutuhan sebuah negara

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah mengeluarkan pernyataan bahwa banyak kampus sudah terpapar paham radikal, khususnya yang terkait dengan pandangan dalam beragama.

Mahasiswa yang sudah terpapar radikalisme biasanya menganggap pemeluk agama lain sebagai musuh atau ancaman bagi dirinya, dan ia menginginkan negara ini diatur berdasarkan ajaran agamanya secara utuh.

Mahasiswa radikal akan menolak pandanga umum di masyarakat dan menganggap itu semua salah  (pinterpolitik.com)

Oleh karena pemikiran yang berbahaya itu, sudah sepatutnya jika kamu waspada kalau mengetahui ada kawan di kampus yang memiliki pandangan radikal. Beberapa cirinya bisa diketahui dari pemaparan berikut ini:

1. Mendadak antisosial

Ada banyak kisah di kampus tentang mahasiswa yang memiih untuk berhenti kuliah dan bergabung dalam sebuah gerakan militan, misalkan saja dengan ISIS yang bertujuan untuk membangun negara Islam.

Mereka yang terpapar radikalisme mendadak jadi antisosial, tidak mau bergaul dan memilih untuk mengurung diri (recoveryranch.com)

Biasanya, mahasiswa yang sudah mantap memilih jalan tersebut akan berubah jadi sosok yang antisosial, tidak mau bergaul, mengurung diri, dan tidak mau bersahabat dengan rekan-rekannya yang tidak sepemahaman dengannya.

2. Lebih emosional saat membicarakan agama, politik dan sebagainya

Mahasiswa yang terpapar radikalisme lebih emosional dan frontal saat berdebat tentang agama, politik, dan lain-lain yang tak sesuai dengan ideologinya (abc.net.au)

Mahasiswa yang sudah disusupi paham radikal akan sangat frontal jika menghadapi perbedaan pendapat, misalkan soal agama atau politik. Ia tak akan mau menerima pandangan orang lain terkait hal-hal tersebut, apalagi jika dinilai tidak sesuai dengan yang diyakininya. Baginya, dalil-dalil agama maupun tata cara berpolitik yang tepat hanyalah yang mengakomodir kepentingan radikalnya.

3. Menunjukkan sikap dan pandangan yang berbeda dari masyarakat umum

Ilustrasi pesan seorang pemuda yang terpapar radikalisme, ia menunjukkan pandangan yang berbeda dari masyarakat umum (reuters.com)

Mereka yang berpaham radikal ingin membuat sebuah perubahan yang dirasanya baik (menurutnya). Ia tak akan mau menerima pandangan masyarakat umum yang berlaku selama ini, termasuk dengan mengungkapkan kecurigaan terhadap aturan atau konsensus di masyarakat karena dipandangnya tidak baik.

4. Menghabiskan waktu dengan komunitas yang dirahasiakan

Para pendukung gerakan radikal cenderung memiliki kelompok inklusif yang dirahasiakan (indomanila.com)

Banyak pelaku teror atau pemegang paham radikal mulanya berasal dari keluarga baik-baik. Bahkan mereka ada yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Hal tersebut perlahan berubah setelah si mahasiswa mulai berkumpul dengan kelompok radikal yang selalu dirahasiakannya. Ia tak ingin diketahui apa tujuan kelompoknya dan dengan siapa ia bertemu.

5. Memutus komunikasi dengan keluarga

Keluarga Bom Surabaya diketahui tidak dekat dengan keluarga besarnya. Begitu pula mahasiswa yang terpapar radikalisme, akan memilih untuk memutus hubungan dengan keluarganya. (notullanews.com)

Dari beberapa contoh kasus terorisme yang terjadi di Indonesia, banyak dijumpai fakta bahwa orang-orang berpaham radikal biasanya sudah putus hubungan dengan keluarga. Kalau pun masih berhubungan, umumnya tidak dekat dan cenderung inklusif. Hal ini disebabkan ada segelintir aliran yang meminta anggotanya harus putus hubungan dengan keluarganya bila sudah masuk di kelompok  tersebut.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *