Maafkan Saya yang Kini Tak Lagi Peduli Dengan Ulang Tahunmu

Sungguh, ini semua bukan karena saya membencimu, atau tak lagi peduli padamu

Merayakan ulang tahun adalah hal yang sangat lumrah di masyarakat kita. Tentu, para bule di luar teritorial NKRI pun sama latahnya. Jika tak ada biaya untuk mengadakan pesta, paling tidak, kue ulang tahun akan selalu ada. Atau minimal, ucapan selamat. Tapi, semua itu tak berlaku bagi saya.

Sebuah ironi bertajuk ulang tahun

Beberapa tahun belakangan ini saya memang tidak lagi antusias dengan yang namanya ‘ulang tahun’. Bukannya tanpa sebab, karena, selain peringatan hari lahir ini tidak begitu penting menurut saya, agama saya juga melarang umatnya untuk merayakan hari ulang tahun secara berlebihan.

Selain itu, ada satu fenomena lucu saat seorang anak manusia berulang tahun, yang memaksa saya untuk tidak lagi peduli dengan ulang tahun. Saat seseorang berulang tahun, biasanya dia akan mendapat berbagai macam ucapan selamat dan doa panjang umur. Menurut saya, ini jelas lucu.

Doa ‘semoga panjang umur’ di hari ulang tahun adalah hal yang sangat lucu. | birthdayinspire.com

Mengapa? Karena ulang tahun merupakan sebuah ironi, sebagai pengingat bahwa kita tidak akan lama lagi hidup di dunia. Kalau pun ingin mendoakan seseorang, bukankah kita bisa melakukannya kapan saja? Jadi, mengapa kita harus berlama-lama menunggu hingga momen ulang tahun tiba?

Lebih lucu lagi, malah ada orang yang lebih suka mengucapkan selamat sekalian doanya via chat ala kadarnya, misalya ‘HB, WYATB’. Bingung? Ini, merupakan singkatan dari ‘happy birthday, wish you all the best’. Terlihat sekali kan, bahwa orang malas dan kurang ikhlas itu beda-beda tipis?

Alibi hari spesial

Lagi, soal kado dan traktiran. Kenapa sih harus menunggu ulang tahun untuk sebiji kado? Setali tiga uang dengan doa, kado kan juga bisa dihadiahkan kapan saja? Jika alibinya adalah karena ulang tahun merupakan hari spesial, lalu, apakah fakta hari ini kita masih hidup bukan termasuk spesial?

Dan traktiran.. ah, saya kok sungguh kasihan pada mereka yang berulang tahun. Bagaimana tidak, momen yang katanya spesial itu, yang seharusnya membuat mereka bahagia itu, justru harus dilalui dengan menangis darah akibat isi dompet terkuras demi memberi makan beberapa anak manusia.

Dengan adanya tradisi traktiran, bisa jadi, hari ulang tahun justru akan menjadi hari yang paling menyedihkan. | askmen.com

Sebab itulah, saya memilih mengundurkan diri dari setiap hegemoni ulang tahun. Maka, ijinkan saya meminta maaf karena saya tidak lagi peduli dengan ulang tahun kalian. Dan maaf jika pada hari ulang tahun saya nanti, kalian hanya akan menerima kabar bahwa saya memilih tidur seharian.

Karena, maklum saja, setiap malam saya biasanya begadang demi bisa stalking akun-nya mantan. *Ea…


Rekomendasi #SobatInovasee:

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

One Ping

  1. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *