Faktanya, Susu Khusus Ibu Hamil Adalah Kebohongan Industri yang Tak Perlu Dipercaya

Begitu pula susu formula anak dan susu-susu berkhasiat lainnya

Selama ini, kita sering mendapati para ibu mengonsumsi susu formula khusus ibu hamil saat tengah mengandung. Meski susu formula tersebut tidaklah murah, para ibu hamil rela membelinya untuk mendapatkan asupan gizi tambahan yang ‘katanya’ amat diperlukan oleh ibu hamil. Belum lagi dengan maraknya iklan dan promosi di berbagai media yang menawarkan aneka komposisi gizi dalam susu tersebut yang disebut-sebut bagus untuk janin. Makin semangatlah para ibu hamil membeli susu tersebut.

Baca juga : Luangkan 3 Menit Waktumu Untuk Membaca Artikel Ini, Maka Seumur Hidupmu Akan Lebih Menghargai Perempuan

Sejumlah kandungan gizi seperti asam folat, AHA, dan DHA menjadi senjata andalan para produsen susu formula untuk menjaring pembeli potensial: para ibu yang ingin buah hatinya lahir dengan sehat dan nutrisi yang terpenuhi sejak masa kandungan. Padahal, seorang ibu yang tengah mengandung tidak memerlukan konsumsi susu tambahan, apalagi jika gizi makanan sudah terpenuhi. Faktanya, susu ibu hamil tidaklah berbeda dengan susu pada umumnya, dan hanya di Indonesia saja istilah “Susu Untuk Ibu Hamil” itu ada.

Strategi penjualan dan protes dari pihak industri

Seperti kita tahu, di Indonesia ada berbagai macam susu yang katanya punya fungsi baik bagi orang-orang tertentu. Misalkan saja susu anak, susu diet, susu penambah berat badan, susu untuk meningkatkan massa otot, susu ibu hamil dan susu ibu menyusui. Ternyata, itu semua tidaklah berpengaruh secara signifikan. Bahkan pada kasus susu anak dengan tambahan AHA dan DHA, para ahli sepakat bahwa kedua zat tersebut sama sekali tidak mempunyai pengaruh untuk menambah kecerdasan anak. Nah lo!

Para ahli sepakat bahwa AHA dan DHA yang dijanjikan menambah kecerdasan anak tidaklah berpengaruh dalam hal itu (katalogibu.com)

Jadi, bisa dipastikan bahwa aneka macam susu khusus tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran produsen susu formula. Karena jika merujuk pada resolusi World Health Assembly (WHA) pada sidang pleno Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mei 2015 lalu, telah disepakati bahwa segala jenis iklan susu formula bagi anak di bawah tiga tahun dilarang tampil. Akibatnya jelas, produsen susu formula tentu merasakan adanya penurunan pada penjualan produk mereka. Perlu diketahui, Indonesia juga terlibat dan turut menandatangani resolusi itu.

Susu ibu hamil adalah strategi penjualan produsen susu (tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com)

Selain pelarangan terhadap iklan susu anak di media komersial apapun, para dokter juga diarang untuk menyarankan penggunaannya pada pasien. Pemberian hadiah-hadiah tertentu sebagai bagian dari promosi untuk mendongkrak penjualan juga dilarang. Ini tentu membuat para produsen protes keras, khususnya di dalam negeri. Tak heran kalau iklan susu anak di Indonesia masih terasa longgar daripada negara-negara lain yang ikut terlibat dalam resolusi WHA.

Gizi dan nutrisi ibu hamil bisa dicukupi dengan makanan

Bagi para ibu hamil yang tengah galau karena informasi ini, perlu saya beritahukan bahwa kandungan gizi dan nutrisi bisa dipenuhi tanpa harus mengonsumsi tambahan susu formula, melainkan melalui makanan sehari-hari. Jika nasi seberat 100 gram setara 3/4 gelas memiliki 175 kalori, 4 gr protein, dan 40 gr karbohidrat, maka ibu hamil setidaknya harus mengonsumsi tambahan nasi sebanyak 1 1/4 gelas.

Ibu hamil sudah bisa memperoleh asupan gizinya dari makanan tanpa perlu tambahan susu formula (kesehatankita.net)

Untuk lauknya, ibu hamil bisa memperoleh asupan gizi misalkan dari tempe. Jika kandungan zat gizi tempe sebanyak 2 potong sedang adalah 6 gram protein, 3 gram lemak, dan 8 gram karbohidrat, maka ibu hamil perlu mengonsumsi 6 potong sedang tempe, atau yang setara dengan asupan itu. Sebagai tambahan lemak, ibu hamil bisa memberi tambahan dua potong sedang daging sapi, ditambah sayur, aneka buah-buahan, serta air minum yang cukup.

Ada banyak makanan alami yang mampu menyuplai kebutuhan asam folat ibu hamil (majalahkartini.co.id)

Kebutuhan asam folat yang penting untuk masa-masa awal kehamilan juga bisa dipenuhi dari konsumsi kubis dan brokoli. Kalaupun masih belum yakin, berkonsultasilah ke dokter kandungan untuk mendapatkan suplemen asam folat. Jika itu semua sudah terpenuhi, ibu hamil tidak memerlukan susu sebagai asupan tambahan. Ibu hamil boleh saja mengonsumsinya, namun itu bukanlah kewajiban, sehingga tidak perlu termakan rayuan iklan susu formula yang dilihatnya.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Kisah Perjuangan Seorang Anak SD yang Bikin Jomblo Sedunia Ngiri Setengah Mati

Hakim Ini Mengusulkan Adanya Tes Keperawanan Sebelum Menikah, Apa Alasannya?