Emang Susah Jadi Orang Nggak Enakan, Setelah Mengiyakan Sesuatu 5 Hal Ini Pasti Ada di Pikiran

Apa-apa di iyain, karena takut diomongin. Benar?

2k
SHARES

Jadi orang nggak enakan emang susah. Ada enaknya dan ada juga nggak enaknya, meskipun memang harus diakui banyak nggak enaknya. Susah untuk mengatakan “tidak” apalagi menolak permintaan orang lain. Semuanya di iyakan dengan maksud membantu, meskipun tau sendirinya masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. Jikapun menolaknya, orang tipe ini takut menjadi bahan gunjingan di belakang meskipun belum tentu benar. Karena banyak parnonya, jadi orang nggak enakan emang nggak enak!

Kamu yang nggak enakan, kamu pasti tau kan kalau kata “TIDAK” menjadi hak masing-masing individu? Kamu berhak menolak dan berkata tidak jika memang kamu tak menghendakinya. Tapi bagimu, kata “tidak” sangat berat untuk terucap. Kamu selalu saja meletakkan “Iya” di urutan pertama dalam kamus hidupmu. Meskipun setelah mengiyakan, 5 hal ini pasti ada di pikiran.

Nggak enakan (ascent121.org)

1. Mau bilang “tidak” tapi terlanjur jawab “iya”

Saat seseorang meminta bantuanmu, kamu langsung saja mengiyakan karena nggak enak buat nolak. Memang sih kamu mampu membantunya, tapi di sisi lain kamu juga masih banyak pekerjaan. Ingin sekali kamu menolak dan bilang “tidak”, tapi justru kata “iya” yang meluncur mulus dalam bibirmu. Yasudah.

Mau bilang “tidak” tapi terlanjur jawab “iya” (medium.com)

Mau tak mau kamu memang harus membantunya. Kamu terus menguatkan diri dan bilang “nggak papa, kamu bisa melakukannya”. Kamu bahkan berjanji untuk menolak permintaan lain, tapi yang ada kamu kembali mengiyakan. Mau nolak? Percaya deh, susah.

2. Mau batalin? Nggak enak

Seseorang yag meminta bantuanmu pasti datang dengan harapan besar kamu bersedia membantunya. Dan nyatanya kamu memang mengiyakan permintaan ini. Meskipun kamu tau masih banyak yang perlu kamu lakukan. Mau membatalkan dan mengatakan padanya kalau kamu sedang sibuk? Nggak enak.

Mau batalin tapi nggak enak (Mau batalin)

Beneran deh rasanya nggak enak mau batalin, apalagi setelah melihat ekspresi senang ketika kamu bersedia membantunya. Yaudah, nggak apa apa. kamu bisa melakukannya, bantu saja semampu yang kamu bisa.

3. Harus ikhlas, nggak boleh ngeluh

Berusaha seperti surah Al-Ikhlas yang tak ada kata “ikhlas” di dalamnya. Kamu masih saja berusaha ikhlas dan ikhlas. Meskipun tak dipungkiri, kamu masih saja menggerutu di dalam hati. Menyesali kenapa mengiyakan begitu saja tanpa menimbang terlebih dahulu.

Harus ikhlas, nggak boleh ngeluh (huffpost.com)

Harus ikhlas, nggak boleh mengeluh. Kamu sedang membantu teman yang kesulitan. Bagaimanapun juga terkadang sifat nggak enakan ini justru menyiksa dirimu sendiri. Nggak berani menolak permintaan orang lain dan menormorduakan urusan pribadi.

4. “Kenapa harus aku?”

Iya, kenapa harus kamu. Sudah terlanjur mengiyakan dan beberapa saat kemudian kamu sadar bahwa, masih banyak orang di luar sana yang punya cukup banyak waktu untuk membantunya. Sementara kamu disini masih saja riweuh dengan segala macam tugas yang menjadi tanggungjawabmu.

Kenapa harus aku (quotespics.net)

Cobalah berpikir positif saja. Mungkin dia sudah percaya bahwa kamu benar-benar bisa membantunya. Tak apa, toh dengan begitu kamu juga bisa membangun kepercayaan diantara kalian. Sudahlah tak apa, jalani saja. Ikhlas…

5. “Yaudah jalani saja”

“Duh, kenapa aku iyain ya? Kerjaanku kan masih banyak banget!”
“Gimana ya kalau aku batalin aja? Duh tapi nggak enak sama dia. Mau bilang apa nanti”

“Seandainya nggak aku iyain, kerjaanku pasti dah kelar nih”
“Yaudah deh nggak papa, kerjain aja. Jalani aja ntar juga kelar”

Yaudah, kerjain aja (japantimes.co.jp)

Dan masih banyak keluhan yang nggak bisa kamu katakan secara langsung. Kamu hanya bisa menggerutu dalam hati. Menikmati setiap pekerjaan dan masih berusaha mengikhlaskan diri.

Kadang jadi orang nggak enakan emang menyiksa. Nggak jarang sifatmu ini dimanfaatkan oleh orang lain, karena mereka tau kamu nggak bisa berkata “tidak”. Tapi bagaimanapun juga, kamu orang hebat yang berani menggeser kepentingan pribadi demi menolong orang lain. Belum tentu orang lain bisa seperti kamu lho. Salut!

2k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Author Erinda

"You can if you think you can"