Surat Terbuka untuk Kamu, yang Mau Saja Jadi Orang Ke-3

Silahkan baca dengan bijak dan penuh kedewasaan

10.1k
SHARES

Untuk kamu, orang ketiga dari hubunganku dengannya, di mana pun berada.

Kamu tahu, orang ketiga dalam hubungan cinta itu seperti benalu. Tidak berguna, tidak menguntungkan, dan justru merugikan. Tapi bagi kamu, mungkin bukanlah hal yang salah karena hanya menjatuhkan hati pada orang yang sudah terlanjur berpasangan.

Silahkan baca dan pahami surat yang hanya tertuju padamu ini, orang ketiga… (pexels.com)

Dan kamu, memilih untuk terus memperjuangkan cinta itu. Tapi, apakah berusaha merebut cinta dari orang yang sudah berpasangan itu termasuk memperjuangkan?

Mendengar pertanyaan itu, mungkin mudah saja bagimu untuk mencari pembenaran atas semua kelakuanmu itu. Tapi tidak bagiku.

Karena kamu, tidak akan pernah tahu seberapa besar perjuanganku untuk mendapatkan pengakuan cinta darinya, orang yang diam-diam berusaha kamu rebut hatinya di belakangku.

Karena kamu, tidak akan pernah mau tahu seberapa besar kekacauan yang sudah terjadi karena alibimu memperjuangkan cinta itu!

Mau mengaku paling benar seperti apapun, kamu tidak akan pernah mau tahu kekacauan apa yang sudah terjadi karena kamu! (pexels.com)

Jadi tolong diam dan renungkan, apakah seperti itu cinta yang kamu yakini dan inginkan? Apakah cinta yang benar-benar cinta itu harus diperjuangkan dengan mengorbankan hubungan yang sudah lebih dulu ada sebelum kamu datang?!

Harusnya kamu sadar, apa yang mungkin pernah dia janjikan padamu itu sudah lebih dulu dijanjikan padaku. Dan kalau memang dia bajingan, dia pasti akan meninggalkanku untuk sepenuhnya mencintaimu. Kemudian, pergi meninggalkanmu untuk mencintai yang lain (lagi) selain kamu.

Apa kamu mau diperlakukan seperti itu, seperti apa yang sedang kamu lakukan padaku ini?

Yakin kamu cukup kuat menaggung beban seperti apa yang kurasakan sekarang? (pexels.com)

Nyatanya.. dia, orang yang aku dan kamu sayangi itu, tidak lantas pergi meninggalkanku begitu saja. Dia masih di sini, di pelukanku. Dia masih seperti biasanya, hanya saja hatinya sedikit rapuh karena kamu datang dan terus saja menggodanya.

Jadi kamu, orang ketiga.. apakah cinta memang harus seperti itu? Harus diperjuangkan dengan paksa dan menghancurkan hubungan orang?

Untuk kamu, orang ketiga dari hubunganku dengannya, di mana pun berada.

Bahagia itu bisa kamu ciptakan sendiri, sebenarnya. Kamu tidak perlu merebut hati yang sudah dipasangkan hanya karena ingin tertawa dan bersenang-senang, kan?

Aku yakin, kamu pun pasti sudah berkorban banyak demi apa yang kamu harapkan ini. Tapi bagaimana bisa kamu sampai hati mengakui semuanya seakan itu hakmu?

Jadi.. ciptakan kebahagiaanmu sendiri, bukan dengan cara merendahkan harga diri seperti ini. (pexels.com)

Aku tidak akan memohon padamu, hanya memberi saran dan mengingatkan. Menjadi orang ketiga itu tidak harus sebegitu dipaksakan, karena cap ‘orang ketiga’ ini akan terus menjadi nama belakangmu sampai kapan pun.

Jadi, jangan biarkan kamu terus-terusan di posisi ini. Bangunlah hubungan yang baik dengan cara yang baik, bukan dengan bangga merendahkan harga dirimu sendiri seperti ini.

10.1k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."