Surat Kecil dari Rahim; Bunda Kenapa Kau Bunuh Aku dalam Rahimmu

Secuil surat dari bayi korban aborsi ini semoga menjadi perhatian kita semua.

Tulisan ini hanya sebuah renungan untuk kita semua, jika sebuah aborsi merupakan tindak kejahatan yang sangat tidak manusiawi. Bahkan aborsi merupakan sebuah kekejian melebihi keganasan sebuah binatang.

Baca juga : Dalam Kehidupan Inilah Fase-fase yang Akan Menentukan Masa Depanmu, Jangan Sampai Salah Langkah

Surat kecil dari janin (neomujahid.blogspot.co.id)

Surat Kecil dari Rahim, Bunda Kenapa Kau Bunuh Aku dalam Rahimmu

Bunda…

Aku sempat sangat bahagia saat Tuhan menitipkan aku dalam rahimmu, seorang yang sangat cantik yang kelak menjadi ibuku.

Meskipun saat ini aku hanya mengetahui kecantikanmu dari ucapan seorang laki-laki yang kemungkinan besar dialah yang nanti jadi ayahku. Aku dengar saat laki-laki itu mengatakan “kamu hari ini sangat cantik sayang” kepada bunda, namun itu semua sudah cukup memberikan gambaran jika bundaku seorang yang sangat cantik.

Bunda…

Kebahagiaanku semakin bertambah saat Tuhan mengatakan kepadaku jika di dunia nanti, aku akan menemukan seseorang yang akan merawatku dengan penuh cinta, kasih sayang, dan kelembutan, dialah engkau bunda. Bahkan Tuhan mengatakan jika bunda merupakan malaikat tanpa sayap bagiku

Janin yang sedang dalam proses pembentukan bayi (neomujahid.blogspot.co.id)

Tuhan mengatakan jika engkaulah yang akan memelukku jika aku bersedih, engkau yang akan melindungiku jika aku dalam bahaya, bahkan Tuhan mengatakan jika nyawamu dipertaruhkan hanya untukku.

Bunda…

Rasanya sudah tidak sabar aku ingin melihat dunia, dan wajahmulah yang akan aku pandang di dunia ini sebelum aku melihat keindahan dunia yang lainnya. 

Namun bunda…

Kenapa akhir-akhir ini bunda selalu menangis, kenapa bunda tidak seceria dulu lagi. Bahkan saat bunda bersama laki-laki yang dulu selalu membuat bunda bahagia, kini bunda merasakan kebahagiaan itu lagi.

Aku bahkan bisa mendengar bunda menangis tengah malam disaat orang lain sedang tertidur lelap. Bunda, sebenanya ada apa bunda? Kenapa akhir-akhir ini bunda sering memaki aku? Kenapa bunda selalu memukul-mukul aku di dalam perutmu? Apa salahku bunda.

Bunda…

Aku juga merasakan betapa sakitnya tubuhku saat bunda mencoba mengeluarkan aku dengan paksa. Aku merasakan betapa sakitnya saat tangan tukang pijat memaksa aku untuk keluar dari rahim bunda. Bunda, saat itu tulangku yang belum sempurna, terasa hancur saat pijatan itu terus menerus menekan tubuhku yang lemah ini. Namun aku mencoba bertahan bunda, aku mencoba bertahan sebab aku ingin lahir dan melihat wajah bunda.

Bunda..

Sebenarnya apa yang sedang terjadi bunda, kenapa bunda sangat membenci aku? Kenapa bunda selalu menangis sambil memukul-mukul aku? Andaikan saja Tuhan menghendaki, ingin rasanya aku memeluk bunda dan menghapus air mata bunda.

Bunda..

Meskipun setiap hari aku mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari bunda, meskipun tulangku yang masih lunak terasa hancur saat itu, meskipun aku tak berdaya disiksa bunda. Namun bunda, aku mencoba bertahan bunda. Aku yakin bundalah malaikat tanpa sayap yang Tuhan janjikan untukku. Aku yakin bunda tidak sekejam itu akan membunuhku.

Namun bunda..

Disaat setiap hari aku bertahan dari sakitnya pukulan dan pijitan yang menghancurkan tubuhku yang tak berdaya. Namun tiba-tiba bunda meminum jamu yang sangat tidak karuan aku rasakan, saat itu tubuhku dibuat sangat kesakitan bunda. Seluruh tulangku dibuatnya hancur tak berdaya, tanganku yang mulai mampu menggenggam pun kini tak berbentuk lagi, kakiku yang sering menendang-nendang perut bunda rasanya hampir terlepas dari tubuhku bunda.

Bunda..

Entah minuman apa yang bunda minum, sampai saat itu benar-benar hancur semua tulang lunakku. Aku tak berdaya bunda, aku mencoba berteriak kepada Tuhan. Tuhan,, mana sosok malaikat tanpa sayap yang Engkau janjikan? Mana sosok yang akan melindungiku disaat aku dalam bahaya?

Namun bunda, disaat itu juga tubuhku terasa dihujam bebatuan. Dalam rahim bunda yang gelap aku mencoba bertahan. hingga akhirnya kakiku yang kecil, tanganku yang tak berdaya kini lepas dari tubuhku yang hanya dibalut daging merah.

Bunda… 

Aku harus menyerah disaat dua malaikat menjemputku, dan Ia mengatakan jika aku harus menemui ajalku lebih dulu. Kedua malaikat itulah yang menuntunku ke suatu tempat yang sangat Indah, menurutnya inilah yang biasa dikatakan orang sebagai Jannah.

Ilustrasi bayi aborsi (arycoloum.blogspot.co.id)

Bunda, kini aku tahu jika kehadiranku di dunia sangat tidak dikehendaki oleh bunda, aku tahu jika kelahiranku merupakan aib bagi bunda. aku juga tahu jika aku anak haram yang menurut bunda tidak pantas lahir di dunia. Bunda, Aku rela tidak sempat lahir di dunia untuk bermain dan mendapatkan kasih sayang layaknya anak-anak yang lainnya. Aku hanya berharap tidak ada lagi anak-anak yang bernasib sepertiku.

Sekarang aku berada di tempat yang sangat indah bunda, semua orang yang ada disini sebaya denganku. Disini banyak buah-buahan yang melimpah bunda. Aku janji, akulah orang pertama yang akan menjemput bunda di pintu jannah ini di hari kiamat kelak. I Love you bunda.

Itulah isi surat dari rahim yang semoga membuat kita semua sadar, jika perbuatan aborsi adalah pembunuhan paling kejam yang dilakukan orang tua lepada buah hatinya. Semoga tulisan ini juga menyadarkan kita agar kita selalu terhindar dari perbuatan-perbuatan yang bisa mengarah ke perzinaan.

 

 

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Soal Keuangan Rumah Tangga, Gaji Istri Adalah Hak Istri, dan Gaji Suami Adalah Hak Suami Istri

Heran Kenapa Cowok yang Dekatin Kamu Tiba-Tiba Menghilang? Kata Dia, Ini Alasannya