Super PMS: PMS yang Tak Sekadar Emosional dan Marah-Marah

Menghadapi wanita yang PMS biasa saja sudah nyaris putus asa, bagaimana kalau super PMS…

PMS (premenstrual syndrome) atau gejala fisik dan emosinal yang terjadi menjelang menstruasi, ternyata dirasakan berbeda oleh masing-masing wanita. Ada wanita yang merasakan PMS biasa, ada juga yang merasakan super PMS atau istilahnya premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

Super PMS jauh lebih parah daripada PMS biasa. | jossblog.net

Berbeda dari PMS biasa, super PMS jauh lebih parah. Ini bisa terjadi akibat kondisi PMS yang semakin buruk, dan mempengaruhi sekitar 2-5 persen wanita usia reproduksi. Mereka yang mengalaminya akan merasakan perubahan suasana hati ekstrem, bahkan bisa mengganggu merusak hubungan sosial.

Gejala super PMS

Gejala super PMS biasanya dimulai sekitar tujuh sampai sepuluh hari sebelum menstruasi, dan berlanjut lebih parah pada beberapa hari pertama saat menstruasi. Lantas apa gejalanya? Gejala emosi dan perilaku yang paling menonjol akibat super PMS di antaranya sebagai berikut:

  • Merasa sedih dan putus asa
  • Mengalami kecemasan atau ketegangan berlebih
  • Perubahan suasana hati yang benar-benar buruk
  • Sangat sensitif serta mudah marah
  • Tidur berlebihan atau justru insomnia
  • Kurang berminat melakukan hal yang disukai
  • Tidak ada motivasi
  • Sulit fokus dan berkonsentrasi
  • Perut kembung, nyeri payudara, kelelahan, kram, dan nyeri otot
  • Berpikir untuk bunuh diri

Kamu bisa dikatakan menderita super PMS jika memiliki setidaknya lima dari gejala-gejala di atas.

Penderita super PMS bahkan sampai berpikir untuk bunuh diri. | discovermagazine.com

Hormon seks progesteron dan esterogen yang berlebih

Super PMS terjadi ketika seorang wanita lebih sensitif terhadap jumlah hormon seks progesteron dan esterogen yang berlebih. Karena itu, mengurangi jumlah kedua hormon ini pada wanita yang beresiko mengalami super PMS dinilai ampuh mengurangi gejala yang ditimbulkan.

Bagaimana caranya? Beberapa diantaranya, adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup seperti membiasakan pola makan sehat, berhenti merokok (jika merokok), dan berolahraga.

Untungnya, ada beberapa cara untuk mengurangi gejala super PMS. | pexels.com

Selain itu, teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, dan menjalankan hobi untuk meredakan ketegangan juga bisa membantu. Dan untuk meringankan depresi, penderita super PMS sebaiknya berinteraksi dengan keluarga, teman, serta mengonsultasikan kesehatan ke dokter spesialis.

Wah.. wah.. repot juga ya. Karena bagi pria, menghadapi wanita yang PMS biasa saja sudah nyaris putus asa, bagaimana kalau super PMS…

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *