Wuih, Ternyata Bukan Microsoft yang Menjadi Sumber Kekayaan Utama Bill Gates!

Microsoft hanya menyumbang sebagian kecil dari total kekayaan Bill Gates

Belakangan ini nama Bill Gates kembali ramai menjadi perbicangan karena telah membantu Nigeria melunasi hutangnya kepada Jepang sebesar Rp1,02 Triliun untuk keperluan pemberantasan penyakit polio di sana. Sebenarnya tidak mengherankan jika Bill Gates bersedia membantu Nigeria, karena pendiri Microsoft ini memang dikenal murah hati dan senang beramal untuk kemanusiaan. Apalagi, Nigeria pada tahun 2012 silam menjadi salah satu negara dengan tingkat penderita polio terbesar di dunia.

Selain itu, uang sebesar Rp1,02 triliun pun sebenarnya merupakan jumlah yang kecil bagi pria yang telah berkali-kali dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia ini. Kabarnya, nilai kekayaan Bill Gates pada akhir 2017 silam tercatat sebesar USD91,8 miliar atau setara Rp1.243 triliun. Pertanyaannya, dari manakah sumber utama kekayaan sebanyak itu? Kalau kamu mengira ia mendapatkannya paling banyak dari Microsoft, maka kamu salah besar.

Makin kaya meski terus mengeluarkan uang untuk amal

Meski Gates memegang 45 persen saham Microsoft pada masa awal mereka go public di tahun 1986, namun saat ini ia hanya tinggal memiliki 1,3 persen saham saja. Salah satu penyebabnya adalah karena kebiasaannya beramal. Terakhir, Gates diketahui telah mendonasikan 64 juta lembar saham Microsoft dengan nilai USD4,6 miliar atau setara Rp61 triliun lebih pada Agustus 2017.

Bill gates sedang melakukan kunjungan ke Nigeria untuk membantu negara itu memberantas polio (ziliun.com)

Bayangkan, sebelum Gates mendonasikan saham tersebut saja yayasan Gates Foundation yang didirikannya sudah mengelola dana sebesar USD40,3 miliar. Bill Gates sendiri sudah menggelontorkan uang pribadinya untuk kegiatan amal sebesar USD35 miliar sejak tahun 1994, dan kita tahu, ia justru semakin kaya dan beberapa kali menyabet posisi puncak daftar orang terkaya di dunia. Jadi bagaimana cara ia terus menambah pundi-pundi uangnya jika saham Microsoft yang ia miliki saja kini tinggal 1,3 persen?

Michael Larson dan jaminan kerahasiaan

Mari menengok ke belakang sejenak. Pada tahun 2016 lalu kekayaan Bill Gates mencapai USD90 miliar. Dari kekayaan sebesar itu, sahamnya di Microsoft hanya menyumbang kekayaan sebesar USD11 miliar. Lantas darimana sisanya? Untuk mengetahuinya maka kita perlu mengenal seseorang bernama Michael Larson.

Meski ia mendirikan Microsoft, namun saat ini Bill Gates hanya memegang 1,3 persen saham di sana (startupbisnis.com)

Nama Larson mungkin jarang dikenal publik. Namun orang inilah yang membantu Gates mengelola kekayaannya sehingga terus bertambah. Larson adalah seorang manajer investasi di Cascade Investment, sebuah firma investasi pribadi milik Gates. Kabarnya, ia disewa Gates sekitar 23 tahun lalu ,ketika Gates baru memiliki kekayaan senilai USD5 miliar, untuk mengelola dan mengembangkan kekayaannya itu.

Michael Larson dan tugas khususnya: membuat Bill Gates semakin kaya (wsj.net)

Larson melalui Cascade Investment pun menanamkan modal dari Gates ke berbagai perusahaan publik, termasuk Berkshire Hathaway dan Canadian National Railway. Uniknya, Larson sebisa mungkin menjaga kerahasiaan dengan menyembunyikan jejak investasi Cascade dan Gates agar nama mereka tak perlu tertulis dalam setiap perjanjian jual-beli. Tak heran jika kemudian banyak orang mengira kekayaan Gates sepenuhnya datang dari Microsoft. Padahal, Gates mendapatkan kekayaan utama dari hasil investasinya itu.

Banyak amal banyak rejeki

 

 

Dari apa yang kita cermati dalam kisah Bill Gates, rasanya sungguh tepat jika agama pun mengajarkan kita untuk banyak bersedekah. Kita tak akan kekurangan karena rajin bersedekah, melainkan justru akan semakin sejahtera. Mungkin tak selalu lewat kekayaan materi, namun bisa juga melalui kesehatan atau keluarga yang rukun dan harmonis.

Sedekah tidak mengurangi hartamu, namun justru menambahnya dengan berbagai macam manfaat (akbaralatas.com)

Ketahuilah pula bahwa kekayaan yang banyak bukan jadi tolok ukur kebahagaiaan seseorang. Bahkan Bill Gates sendiri telah berkomitmen untuk mendonasikan 95 persen kekayaannya lewat Giving Pledge, sebuah gerakan yang diinisiasinya bersama dengan istrinya di tahun 2010 untuk menggandeng orang-orang terkaya di dunia untuk mendermakan sebagian hartanya.

Tanamkan dalam hati kita bersama bahwa kebahagiaan sejati adalah yang muncul dari membahagiakan orang lain pula. Meski kita mungkin belum bisa sekaya Bill Gates, namun ada baiknya kita terus melatih diri untuk jadi pribadi yang senang berderma. Setuju?

Tulis Komentarmu
Dozan Alfian

Written by Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Jadi Ini Lho Alasannya Kenapa Wanita Hobi Banget Ngode Lewat Sosial Media

Menurut Penelitian, 3 Tahun Pacaran Adalah Waktu Ideal Sebelum Lanjut Menikah