Harus Pacaran Sekampus Itu, Ya Sesuka Duka 7 Hal Ini!

Yang pasti asyik kok. Tapi…

191
SHARES

Yang unik adalah, sekarang kampus benar-benar bukan hanya sekadar tempat terbaik untuk mencari ilmu, tapi juga cinta sejati. Ya, mungkin ini merupakan bukti nyata dari apa yang sering diungkapkan orang, bahwa cinta itu bisa datang kapan saja, dan di mana saja.

Karena memang, cinta itu bisa datang kapan saja dan di mana saja – japantimes.co.jp

Jadi, kalau kamu sudah terlanjur menjalani hubungan cinta dengan teman sekampus, kamu bisa apa selain menjalaninya saja? Dan bagaimana pun kamu menjalaninya, pasti ada begitu banyak cerita suka maupun duka yang sukses kamu rasakan bersamanya.

Dan mungkin saja, tujuh hal berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Pacaran sekampus itu, bisa jadi sarana terbaik untuk mengembangkan diri

Punya pacar sekampus berarti kamu punya peluang besar untuk memiliki teman belajar yang asyik. Efeknya, tugas kuliah yang sebegitu membosankan pun mendadak menjadi asyik. Kamu benar-benar lancar mengerjakannya karena kamu sadar, kamu sedang bersama orang yang asyik.

Siapa yang bosan belajar bersama orang tersayang? – itsagirlthing.co.id

Karena selalu ada dia di kampus, tak ada alasan untuk malas ngampus

Dia, menjadi semangat tersendiri bagimu untuk selalu berangkat buru-buru. Karena kamu tahu betul, ada dia yang tak bosan-bosannya menunggu. Kuliah memang tetap menjadi prioritas utama, tapi kamu sadar kalau dia juga harus jadi kepentingan yang salah kalau dinomor duakan.

Dia, adalah alasan lain mengapa kamu selalu semangat ngampus – selipan.com

Kamu tidak terbiasa membuat janji ketemu

Karena tidak perlu membuat janji pun, kamu bisa ketemu dia hampir setiap hari, setiap waktu. Bahkan meskipun kalian beda kelas misalnya, pasti selalu ada waktu dan kesempatan untuk bertemu dan ngobrol tentang masa depan, atau minimal, menu sarapan.

Entah bagaimana, kamu selalu punya cara untuk bertemu dengannya hampir setiap hari – kompasiana.com

Tapi kamu, tidak lagi bebas berteman

Kamu tahu betul, pacaran sekampus berarti kamu harus siap dengan segala kecemburuan yang sering terjadi. Entah kamu atau dia, perasaan seperti itu pasti ada. Makanya, untuk mengantisipasi, kamu memilih untuk membatasi diri ketika harus bersosialisasi dengan teman, dosen, atau pun satpam.

Tapi, sembarangan berteman adalah hal yang harus kamu sudahi – ceritamedan.com

Dan bertemu setiap hari itu, selalu punya puncak kebosanan

Awalnya, bisa bertemu setiap hari merupakan nikmat yang selalu kamu syukuri. Tapi semakin lama, kamu sadar kalau manusia itu memang punya kebiasaan bosan, bahkan untuk hal yang paling disayang. Saat pasangan lain kangen ingin bertemu, kamu justru rindu dengan jarak yang memisahkan.

Sudah sejak kapan kamu merasa bosan bertemu dia? – kawaiibeautyjapan.com

Apalagi pertengkaran, sangat mungkin mengganggu belajarmu

Kamu juga sadar kalau hubungan itu harus ada pertengkaran untuk saling memahami dan mendewasakan diri. Tapi ketika hal itu terjadi, ternyata kamu tidak siap hingga konsentrasimu buyar, memikirkan hubunganmu dulu, atau tetap konsentrasi dengan kuliahmu.

Apalagi ditambah pertengkaran, kamu pasti semakin bingung mana yang harus diprioritaskan. Kuliah atau pasangan? – hipwee.com

Hingga pada akhirnya, move on adalah hal yang sangat sulit kamu lakukan

Percayalah, putus hubungan dengan seseorang yang masih satu kampus itu benar-benar merepotkan. Karena pasti, kamu akan galau setiap kali berpapasan dengannya di koridor, kantin, atau parkiran. Apalagi, kalau kamu terpaksa harus menjadi saksi saat dia melakukan PDKT pada orang lain.

Dan.. apa yang mau kamu katakan kalau terjebak dalam situasi seperti ini? – cewekbanget.id

Jadi, mana suka duka yang pernah kamu alami bersama dia di kampus tercinta? Kasih tahu di komentar ya!

191
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."