Sudah Memperjuangkan Tapi Dia Memilih Orang Lain? Mungkin 4 Kenyataan Inilah yang Harus Kamu Hadapi

Sudah puas menangis? Kini bangunlah dan hadapi kenyataan

Jika kamu sudah bertekad bulat untuk mencintai seseorang, maka kamu juga harus siap dengan segala perjuangan dan pengorbanan. Karena begitulah seharusnya, tak ada sesuatu yang bisa kamu dapatkan secara instan. Setidaknya, kamu harus berkorban dalam usaha dan berjuang melalui doa.

Baca juga : Yang Aku Tangisi Dari Sebuah Perpisahan Bukanlah Kepergianmu, Tapi Runtuhnya Impian yang Sudah Aku Bangun

Ketika dia memilih orang lain (thesun.co.uk)

Akan sangat membahagiakan jika dia juga melakukan hal yang sama untukmu. Setidaknya dia bisa merasakan cintamu dan berbalik mencintaimu. Namun cinta dan perasaan memang tak bisa ditebak. Takdir juga berjalan semestinya. Setelah perjuanganmu yang begitu besar, perasaan tulus yang selalu tercurah untuknya, dia justru memilih orang lain sebagai tujuan.

Karena memang keinginan tak bisa selalu menjadi kenyataan, kamu tak boleh patah arang. Yakin dan percayalah bahwa kesabaran akan membawamu kepada kebahagiaan. Namun sebelum itu kamu harus sadar, ada beberapa kenyataan yang harus kamu hadapi. Jadi, kuatlah.

Ingin bahagianya juga menjadi bahagiamu, tapi sayang, kamu tak mampu

Sejak pertama kamu mulai perjuanganmu, kamu selalu berharap bisa memilikinya dan membangun kehidupan yang bahagia. Namun harapan tersebut seketika kandas ketika dia memutuskan memilih yang lain. Lalu, apa yang bisa kamu lakukan? Kamu hanya harus melanjutkan hidup. Melihatnya bahagia dengan orang lain dari kejauhan memang menyakitkan rasanya. Tapi kata orang, bukankah kamu seharusnya bahagia melihatnya bahagia? Sulit, sungguh. Bahkan mungkin kamu tak mampu.

Ingin bahagianya juga menjadi bahagiamu, tapi sayang, kamu tak mampu (einfon.com)

Tapi memang kamu harus selalu pertahankan senyum meskipun dalam hati rasanya remuk. Percayalah, jika kamu mengikhlaskan, maka akan datang kepadamu kebahagiaan yang tiada tara. Anggaplah dia hanya salah satu cobaan sebelum kamu bertemu dengan jodoh sebenarnya dari Tuhan.

Melupakan adalah hal tersulit, maka cobalah untuk berteman

Sudahlah, tak baik menyimpan dendam dalam diri. Kamu hanya akan menyakiti diri sendiri dan orang-orang sekitar. Daripada terus-menerus menyimpan amarah, kenapa tak mencoba menjadikannya teman? Terasa klise memang, tapi ini justru bisa jadi pilihan. Apalagi jika kamu tak mampu untuk melupakannya.

Melupakan adalah hal tersulit, maka cobalah untuk berteman (learnvest.com)

Iya, dengan menjadi temannya sekalian saja kamu jadi pahlawan baginya. Pahlawan yang rela menunggu cintanya. Tapi jika menjadi teman adalah hal sulit bagimu, maka berusahalah melupakannya meskipun kemungkinannya kecil.

Berusaha fokus dengan hal-hal lainnya

Kamu sudah cukup lelah dengan perjuangan dan kini kesakitan karena hati yang terluka, maka sekarang letakkan semua. Alihkan fokusmu kepada hal-hal hebat lain yang sudah menunggu. Ada banyak cita-cita yang menunggu untuk kamu raih satu-persatu. Sejuta kesibukan juga sudah menanti di depan.

Berusaha fokus dengan hal-hal lainnya (entrepreneur.com)

Meski sulit untuk tetap fokus, namun yakinlah lambat laun kesedihanmu akan terobati. Semua luka akan sembuh seiring waktu yang kamu gunakan untuk menggeluti kesibukan.

Kesedihan membuatmu terpaku ditempat

Kamu baru saja mengalami patah hati terhebat, jadi wajar jika kesedihan tak mudah untuk disingkirkan. Namun jika kesedihan ini membuatmu terpaku ditempat dan melupakan semua kewajiban, maka ini adalah kesalahan.

Kesedihan membuatmu terpaku ditempat (typeset-beta.imgix.net)

Memang rasanya malas melakukan apapun, bahkan makan jadi tak berselera. Namun sampai kapan kamu akan begitu? Kesedihan ini harusnya justru jadi pemacu untuk bergerak lebih dan menghilangkannya sesegera mungkin. Carilah kesenangan, jangan hanya berdiam dan membuat sepi keadaan.

Sudahlah, sudah menjadi keputusannya memilih dia selain dirimu. Terimalah dan belajar mengikhalskan. Percayalah, kamu juga bisa bahagia meskipun bukan dengannya. Singkirkan kesedihan yang akan membuatmu semakin terpuruk. Hadapi kenyataan dengan berani.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Berladang di Langit, Begini Jadinya Jika Sawah Dipindahkan ke Atap Gedung Pencakar Langit

Setia Jadi Teman Tidur Kita, Inilah Asal Muasal Guling yang Nggak Kamu Tahu