Menurut Hasil Studi, Suami Jauh Lebih Sulit Diurus Daripada Urus Anak. Setuju Nggak?

Ternyata urus suami lebih bikin stres dibandingkan urus anak loh~

Menjadi seorang istri merupakan semulia-mulianya status. Ia harus berperan menjadi berbagai karakter dalam satu waktu. Adakalanya ia berperan menjadi seorang istri untuk suami dengan tugasnya melayani segala kebutuhannya, menjadi seorang ibu dengan segala tanggung jawabnya, serta menjadi seorang menantu, kakak ipar atau adik ipar, dan juga sebagai seorang anak dari orangtuanya.

Harus kerja ekstra demi anak dan suami (wajibbaca.com)

Banyaknya peran yang harus diemban oleh seorang istri memang bisa menimbulkan rasa penat dan stres. Terlebih bagi para ibu muda yang baru saja mengarungi bahtera rumah tangga. Tentu peran ganda yang harus dijalaninya kadang bisa membuat seorang wanita merasa berat menjalaninya.

Namun, dari berbagai persoalan yang harus diurusi seorang istri, mana sih yang paling bikin dia stres? Atau mana yang paling susah diurus?

Mengurus suami lebih membuat stres dibandingan mengurus anak?

Sebuah studi baru-baru ini dilakukan berbagai ilmuan untuk meneliti tugas apa dari seorang istri yang paling membuatnya merasa stres. Penelitian yang dimuat dalam Times Of India ini, melibatkan 7000 ibu rumah tangga untuk dijadikan sampel penelitian.

Mereka diberi pertanyaan tentang hal apa yang menurutnya paling berat untuk menjadi seorang ibu rumah tangga?

Mengurus suami lebih bikin stres (zettamedia.co)

Hasilnya mengejutkan, sebanyak 46% partisipan mengatakan jika mengurus suami ternyata lebih membuatnya stres dibandingkan mengurus yang lainnya. Sedangkan sisanya mengatakan mengurus pekerjaan rumah tangga, mertua, dan anak menjadi hal yang paling membuat mereka stres.

Susahnya mengurus suami (tribunmedan)

Tingkat stres seorang istri mengurus suami memiliki skor 8,5 dari poin maksimal 10. Artinya, meladeni suami memiliki poin tertinggi penyumbang kegalauan seorang ibu rumah tangga.

Peran suami sangat penting terhadap kesedihan dan kebahagiaan istri

Menurut penelitian ini, istri yang bertugas dengan pekerjaan rumah sangat dipengaruhi oleh sikap seorang suami. Semisal, jika suami memberikan perhatian, keromantisan, dan nafkah lahir bathin terpenuhi, hal itu mampu membuat seorang istri bahagia. Sehingga pekerjaan rumahnya bisa terselesaikan dengan baik.

Suami perlu ikut membantu pekerjaan rumah istri (rbk.h-cdn.co)

Sebaliknya, jika seorang suami tidak memberikan kebahagiaan kepada istrinya, maka hal ini berdampak pada pekerjaan rumah sang istri. Semisal, anak mulai tidak terurus, cucian numpuk, lantai tidak disapu. Hal ini karena kondisi istri memang sedang buruk.

Jadi, untuk menciptakan kondisi rumah tangga yang harmonis dan penuh kebahagiaan, harus ada kekompakan antara suami istri untuk saling memberi kebahagiaan.

 

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *