Ini Lho 4 Alasan Logis Kenapa Suami Istri Nggak Boleh Kerja Sekantor

Jadi, kamu atau pasanganmu yang siap resign?

436
SHARES

Kamu pasti paham bahwa, cinta bisa tumbuh dimana saja dan kepada siapa saja. Tak terkecuali di lingkungan kerja dengan teman sekantor. Iya, sangat mungkin kan kamu jatuh cinta dan ingin menikahi teman sekantormu? Namun masalahnya, ada beberapa perusahaan maupun instansi yang menerapkan peraturan yang melarang karyawannya menikah dengan teman kerja maupun teman sekantor.

Tidak semua perusahaan menggunakan peraturan ini, namun rata-rata mulai menerapkannya. Peraturan ini biasanya larangan untuk menikah, tapi bagi yang statusnya masih berpacaran biasanya masih diperbolehkan. Meskipun diperbolehkan, HRD biasanya akan melakukan klarifikasi dan mencari tahu sejauh mana hubungan yang sudah terjalin. Setelah itu baru putuskan tindakan apa yang akan diambil.

larangan suami istri kerja sekantor (sarcasmlol.com)

Jangan langsung berpikir negatif tentang peraturan ini. Peraturan ini dibuat berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sudah dipikirkan dengan sangat matang. Kalau kamu masih juga belum paham, ini lho 4 alasan logis kenapa suami istri nggak boleh kerja sekantor.

1. Menghindari konflik pribadi

Kehidupan pernikahan memang tak bisa dipisahkan dari konflik-konflik mulai dari skala kecil hingga skala besar. Bukan tidak mungkin kan konflik yang bersifat pribadi ini akan terbawa ke lingkungan kerja jika kamu dan pasangan berada di kantor yang sama? Oleh karena itu peraturan ini dibuat. Selain untuk menghindari konflik yang bisa membuat suasana kantor jadi tak kondusif, peraturan ini juga dibuat untuk menjaga produktivitas.

Menghindari konflik pribadi (huffpost.com)

Tak hanya mempengaruhi suami istri saja, energi negatif dari konflik pribadi juga bisa membuat karyawan lain terkena imbasnya dan suasana kantor menjadi tidak nyaman. Karena pada dasarnya energi negatif sangatlah menular. Oleh karena itu akan lebih baik jika tidak sekantor dengan suami/ istri sehingga pertengkaran tak akan mengganggu pekerjaan.

2. Sebaliknya, konflik kantor juga punya dampak buruk

Jika pada poin pertama konflik suami istri membawa dampak buruk bagi pekerjaan, pada poin ini yang terjadi justru sebaliknya. Sama seperti pernikahan, kehidupan pekerjaan juga tak berjalan mulus-mulus saja. Pasti ada masalah ataupun konflik yang terjadi. Entah antar karyawan, karyawan dengan atasan ataupun malah dengan klien. Semua masalah pekerjaan ini juga bisa berpengaruh buruk dalam kehidupan rumah tangga.

Sebaliknya, konflik kantor juga punya dampak buruk (the1stclasslifestyle.com)

Apalagi jika posisinya kamu dan pasangan memiliki pandangan dan prinsip yang berbeda terkait pekerjaan. Atau mungkin kalian berada pada tim berbeda yang sedang berselisih. Bukan nggak mungkin suasana panas di kantor juga akan terasa di rumah kalian. Nggak mau kan?

3. Menjaga rahasia profesional dan menghindari KKN

Menurut informasi dari laman Kompas, salah seorang praktisi Sumber Daya Manusia Experd, Nuke Siska Puspita, Psi, mengatakan bahwa, salah satu dasar pertimbangan dari larangan ini adalah mencegah terjadinya konflik kepentingan. Konflik kepentingan yang dimaksud adalah menggunakan jabatan atau wewenang untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait pekerjaan dengan tujuan mendapatkan kemudahan atau hasil yang diinginkan.

Menjaga rahasia profesional dan menghindari KKN (brandexponents.com)

Konflik kepentingan tentu bukan masalah yang bisa di abaikan. Karena jika terus dibiarkan konflik ini bisa mengarah ke korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Pada akhirnya, perusahaan juga yang akan menanggung kerugian.

4. Menghindari unsur subyektivitas

Peraturan larangan menikah dengan teman sekantor ini juga berguna untuk menghindari unsur subyektivitas. Unsur subyektivitas ini bisa menyangkut banyak hal seperti penilaian kerja, promosi jabatan, pemberian bonus, hukuman dan lain sebagainya. Misalnya saja si suami memiliki jabatan yang lebih tinggi di kantor dan memerikan si istri promosi jabatan.

Menghindari unsur subyektivitas (understandingrelationships.com)

Karyawan yang lain tak akan pernah tau kenapa si istri yang mendapatkan promosi jabatan. Entah karena suami yang berwenang memutuskan atau memang prestasi yang patut diapresiasi. Apapun itu, akan ada berbagai omongan nggak enak di belakang. Omongan-omongan ini juga yang nantinya membuat suasana kantor jadi tak nyaman. Kamu juga jadi merasa nggak enak dengan rekan-rekan kerja sehingga mengganggu produktivitas dan merugikan perusahaan.

Jika ditimbang lagi, peraturan ini memang masuk akal. Bukan karena melarang tumbuhnya cinta ataupun menghambat mendapatkan jodoh, tapi demi kebaikan karir bersama. Tapi jika kamu terlanjur jatuh cinta dan ingin menikah dengan rekan kerja, mending mulai putuskan siapa yang akan mengalah dan pindah.

436
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Author Erinda

"You can if you think you can"