Dari Leher Terpanjang Sampai Kaki Terkecil, Inilah 7 Standar Kecantikan Terunik di Dunia

Karena kecanitkan itu relatif.

Perkara kecantikan memang masih menjadi bahan perdebatan dibeberapa kalangan, ada yang mengatakan jika dinamakan cantik apabila berpostur tinggi, kulit putih, rambut lurus, langsing, hidung mancung. Ada juga yang mengatakan jika tidak ada kriteria baku untuk sebuah kecantikan, karena kriteria sebuah kecantikan hanya diciptakan hanya untuk kepentingan iklan produk kecantikan.

Baca juga : Yuk, Belajar Untuk Selalu Berpikir Positif dari 5 Hewan Menjijikkan yang Ternyata Punya Banyak Manfaat Ini

Katanya sih cantik itu relatif, tapi kok masih banyak cowok yang suka banding-bandingin (smartgirlsgroup.com)

Merujuk dari dua pendapat tadi, kita bisa menarik benang merahnya jika sebuah kecantikan merupakan hal yang relatif. Artinya, bisa jadi sebagian orang mengatakan cantik itu harus berkulit putih, ada juga yang mengatakan cantik itu kuning langsat, atau bahkan cantik itu sawo matang. Mungkin juga kamu pernah merasa memiliki pacar yang paling cantik, padahal menurut orang lain itu biasa-biasa saja.

Jadi, standar kecantikan antar individu atau antar kelompok tidak bisa disamaratakan. Karena setiap individu atau setiap kelompok masyarakat memiliki standar kecantikan sendiri-sendiri. Kita intip yuk standar kecantikan terunik apa saja yang ada di dunia ini.

1. Daun telinga panjang

Bagi masyarakat Suku Maasai Kenya Selatan, cantik bukanlah ia yang pakai alis tebal dan bibir merah merona, melainkan cantik ialah yang memiliki daun telinga yang panjang. Terdengar unik memang, namun inilah suatu tradisi.

Bagi masyarakat suku maasai Kenya, telinga panjang merupakan simbol kecantikan perempuan (liputan6.com)

Agar dikatakan cantik, perempuan suku Massai sengaja melubangi telingan dan membebaninya dengan berbagai perhiasan dan aksessoris yang lumayan berat, tujuannya agar daun telinga mereka memanjang. Bagi mereka semakin panjang daun telinga, maka ia akan terlihat semakin cantik.

2. Bibir lebar

Kasusnya hampir sama dengan Suku Maasai di Kenya Selatan, bagi masyarakat suku Mursi di Ethiopia melubangi bibir dan memberinya suatu alat agar bibir terlihat lebih lebar merupakan bentuk sebuah kecantikan. Bibir yang dilubangi dan diberi alat penyangga merupakan hal yang lumrah di suku Mursi ini.

Suku mursi di Ethiopia melebarkan bibir dengan piringan agar terlihat lebih cantik (pixabay.com)

Biasanya, para perempuan di Suku Mursi mulai meubangi bibirnya setelah menginjak usia 13 tahun. Kemudian selama beberapa waktu, lubang pada bibir tersebut dikasih piring penyangga yang mana piring tersebut merupakan piring yang terbuat dari tanah liat, yang ia bikin sendiri dan kemudian dijadikan sebagai alat penghidang makanan untuk suaminya nanti.

3. Kaki mungil

Standar kecantikan terunik selanjutnya daang dari Negeri Tirai Bambu Tiongkok. Namun tradisi kecantikan ini sekarang sudah jarang lagi ditemui. Bagi masyarakat Cina kuno, memiliki kaki mungil merupakan bentuk kecantikan seorang perempuan.

Kaki mungil di Tiongkok banyak dilakukan perempuan jaman dahulu sebagai simbol kecantikan (dw.com)

Untuk mendapatkan kaki yang mungil, mereka biasanya sengaja memakai sepatu yang di desain khusus untuk mengecilkan telapak kaki. Tentu hal ini awalnya sangat menyakitkan, namun untuk mendapatkan predikat kecantikan, apapun akan perempuan lakukan.

4. Cewek gemuk

Jika masyarakat modern pada umumnya menggambarkan jika kecantikan disimbolkan dengan tubuh langsing, maka tidak bagi masyarakat Mauritania. Bagi masyarakat Mauritania, perempuan yang memiliki tubuh gemuk merupakan simbol kecantian tersendiri.

Kalau negara lain cewek cantik itu yang langsing, namun untuk masyarakat Mauritania jutru gemuk simbol kecantikan (bodyagain.com)

Hal tersebutlah yang membuat perempuan di Mauritania berlomba-lomba menaikkan berat badan mereka. Bahkan konon program penggemukan dilakukan sejak perempuan masih berusia balita, para orang tua di Mauritania, sengaja memberikan makanan berkalori tinggi bagi anak perempuannya agar tumbuh dengan badan gemuk yang cantik.

5. Goresan bekas luka di tubuh

Jika kita sering lihat iklan di Tv yang mempromosikan cream penghilang bekas luka baik di tubuh atau di wajah, sepertinya iklan itu tidak akan pernah laku jika diputar di Ethiopia. Bagi masyarakat Suku Karo di Ethipoia, bekas luka di tubuh dan di wajah merupakan simbol dari kecantikan.

semakin banyak goresan bekas luka, maka terlihat lebih cantik bukan?

Bahkan mereka dengan sengaja membuat bekas sayatan di tubuh dan wajah mereka, tentu hal itu dlakukan agar terlihat lebih cantik. Tidak hanya kaum perempuan, kaum laki-laki juga melakukan hal demikian, namun buat laki-laki bekas luka menjadi simbol keperkasaan.

6. Leher panjang

Tidak kalah dan ekstrim, standar kecantikan yang ada di masyarakat Suku Kayan Myanmar cukup bikin geleng-geleng. Bagi masyarakat Suku Kayan, memiliki leher panjang merupakan simbol kecantikan bagi seorang perempuan.

Meskipun terlihat menyakitkan, namun tradisi ini banyak dilakukan demi label kecantikan (brilio.net)

Bahkan untuk mendapatkan leher yang panjang cantik, sejak usia lima tahun anak perempuan diharuskan menggunakan kalung besi. Lambat laun sedikit demi sedikit kalung besi selalu ditambah, dan tulang leherpun akan semakin memanjang. Ngeri yah.

7. Gigi yang hitam

Mungkin buat kamu yang pernah nonton film horor komedi Thailand, Pee Mak, pernah bertanya-tanya, kenapa Nak tokoh wanita cantik yang ternyata hantu bergigi hitam? Ternyata, bagi sebagian besar masyarakat wilayah Asia dahulu, memiliki gigi berwarna hitam mengkilap merupakan simbol kecantikan.

sikat gigi dan pasta gigi pasti tidak laku di sini yah (fareastfilm.com)

Masyarakat wilayah Asia seperti Jepang, Thailand, Vietnam, dan China, dulu menganggap jika perempuan dengan bergigi hitam lebih cantik. Hal ini sangat kontradiktif dengan keadaan sekarang bukan? Setelah masyarakat digiring persepsinya oleh produsen sikat gigi dan pasta gigi, bahwa gigi putih menambah kecantikan dan percaya diri.

Itulah tujuh standar kecantikan terunik di dunia. Ketujuh standar itu benar-benar muncul dari kalangan masyarakat setempat, bukan ideal menurut produk kecantikan.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Sebelum Memutuskan Menikah Setelah Lulus Kuliah, Coba Pertimbangkan 4 Hal Ini Terlebih Dulu

Kalau Kamu Masih Melakukan 5 Hal Ini, Kamu Bisa Jadi Mahasiswa Abadi